Memiliki bisnis yang sukses tentu jadi impian bagi banyak orang. Bisa dibilang, pilihan bisnis yang ada saat ini cukup bervariasi mulai dari usaha kafe, coffee shop, hingga cuci mobil. Selain tiga hal tadi, masih ada satu lagi jenis bisnis yang cukup memiliki potensi yang baik untuk berkembang. Bisnis tersebut adalah barbershop atau pangkas rambut, dan kali ini kami akan memberikan tips memulai bisnis barbershop untuk Anda.

Dahulu, mungkin Anda mengenal istilah DPR atau di bawah pohon rindang, di mana lokasi jasa cukur rambut berada tepat di bawah pohon. Pilihan lainnya pun jatuh kepada pangkas rambut di pinggir jalan dengan poster model rambut bertuliskan Top Collection-nya yang unik. Ini membuat bisnis barbershop di kala itu bukanlah menjadi sesuatu yang terlalu dilirik.

Namun kini, banyak pria yang mulai menyadari pentingnya rambut bagi penampilan mereka. Gaya hidup yang semakin berkembang membuat tren rambut yang kekinian semakin berkembang. Mengingat kebutuhan serta antusiasme yang tinggi inilah akhirnya bisnis barbershop berkonsep kekinian bisa berkembang dengan baik di masyarakat.

Kini, pilihan gaya rambut masyarakat tidak hanya terdiri dari dua jenis: cepak dan botak. Mereka bisa memilih secara spesifik gaya rambut apa yang diinginkan, mengikuti tren potongan rambut saat ini. Poster Top Collection pun bukan lagi sekadar pajangan di dinding, melainkan inspirasi untuk para pengunjung yang ingin membuat rambutnya tampak seperti para pria klimis di fotonya.

Tak hanya itu, poster yang biasa dipajang di kaca depan tempat para pengunjung dicukur, juga kerap dijadikan pelengkap atau dekorasi dinding agar tidak terlalu sepi atau berlatar warna dinding yang membosankan. Keberadaannya membuat para pengunjung yang sedang dicukur bisa membayangkan hasil akhir potongan rambut mereka saat melihatnya.

Bisnis barbershop sendiri boleh dibilang cukup laris di kalangan anak muda, khususnya para pria. Hal ini tentunya tidak terlepas dari keinginan para pria untuk terlihat rapi dan keren. Oleh karenanya, barbershop adalah salah satu peluang bisnis menggiurkan yang dapat Anda lakukan. Bahkan, omzet dari para pemilik bisnis barbershop bisa mencapai Rp90 juta per bulannya. Angka yang cukup fantastis untuk jasa memangkas rambut.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara memulai bisnis barbershop yang tepat? Melihat angka omzet yang bisa Anda dapatkan dari jenis bisnis ini, apakah Anda sudah mempersiapkan trik-trik jitu untuk membuat bisnis barbershop Anda beda dari yang lain? Jika belum, jangan khawatir. Mari ikuti tipsnya berikut ini.

1. Atur pengeluaran serta keuangan sejak awal

Setiap memulai suatu bisnis, pastinya Anda membutuhkan modal. Modal yang Anda miliki ini nantinya harus dialokasikan ke berbagai tempat, seperti peralatan, gaji karyawan, bayar listrik, hingga sewa tempat. Agar terhindar dari salah hitung, detil-detil pengeluaran yang sudah Anda keluarkan wajib Anda catat dan jangan sampai terlewat sekecil dan seremeh apapun itu.

Sebagai langkah awal, Anda bisa membuat rincian untuk kebutuhan barbershop Anda. Siapkan lah dana untuk membeli beragam peralatan seperti alat cukur, gunting, sisir, sampo, sikat, pomade, dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk mencatat pengeluaran bulanan, seperti untuk membayar sewa lokasi, listrik, dan gaji bulanan karyawan Anda.

Terakhir dan yang paling penting, catat setiap transaksi yang dibayar oleh pelanggan Anda ketika mereka selesai mencukur, berapa banyak pelanggan yang mencukur rambut di tempat Anda, dan berapa uang yang Anda dapatkan. Untuk memudahkan proses ini, Anda pun tidak harus mencatatnya secara manual. Misalnya, Anda bisa menggunakan Moka, sebuah aplikasi kasir yang secara otomatis dapat mencatat tiap transaksi yang terjadi di barbershop Anda.

2. Utamakan kualitas dan kreativitas

Menurut pemilik barbershop Di Bawah Pohon Barber & Shop, Anthoni Marthun, mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk bisnis barbershop. Namun, hal itu merujuk pada pekerjaan yang tidak hanya sebatas memangkas rambut para pelanggan dan mencari keuntungan.

Barbershop di zaman sekarang lebih memikirkan kualitas dan kreativitas. Tentunya, segi peningkatan tersebut bisa berawal dari konsep yang ingin ditawarkan pada pelanggan, edukasi untuk para karyawan Anda agar mengikuti tren gaya rambut, dan kenalkan pada mereka juga fasilitas apa saja yang Anda tawarkan di barbershop Anda. Sederhananya, jika Anda meningkatkan kualitas, standar yang Anda miliki pun juga meningkat sehingga dapat bersaing dengan barbershop lainnya.

3. Menentukan konsep barbershop

Jumlah barbershop yang ada di kota besar seperti Jakarta jumlahnya bisa dibilang tidak terhitung. Dengan banyaknya barbershop yang hadir, Anda harus membuat konsep barbershop yang ditawarkan berbeda dari yang sudah ada.

Kehadiran mereka memang dapat menjadi saingan bagi bisnis barbershop yang Anda miliki, namun bukan berarti kehadiran mereka akan mengancam bisnis Anda. Itulah mengapa Anda harus menawarkan konsep baru yang berbeda untuk pelanggan Anda. Dengan keunikan yang Anda tawarkan, Anda akan memiliki pelanggan setia yang bersedia kembali ke barbershop Anda.

Untuk melakukan ini ada banyak caranya, dua di antaranya adalah Anda menciptakan konsep Anda sendiri atau melihat konsep apa yang sedang digandrungi masyarakat. Jika Anda membuat konsep sendiri, Anda bisa menyesuaikan dengan hobi atau sesuatu yang sedang Anda geluti. Misalnya, jika Anda senang dengan serial Star Wars, maka Anda bisa menggunakan konsep barbershop yang berbau Star Wars.

Pakaikan pegawai Anda jubah seorang Jedi atau karakter lainnya dari film fenomenal tersebut. Cat dinding Anda dengan gambar bintang-bintang atau angkasa, sehingga pengunjung merasakan sensasi berada di galaksi yang luas dan mengerikan. Selain itu, Anda bisa juga menamakan barbershop Anda dengan sesuatu yang berhubungan pula dengan serialnya. Jika perlu, berikan souvenir berupa gantungan kunci berbentuk kapal luar angkasa ketika mereka selesai mencukur rambut.

Cara lain adalah dengan melihat konsep yang sedang digandrungi di masyarakat. Anda bisa melakukan riset di internet dan sosial media tentang trending topic atau fenomena pop culture yang tengah ramai dibicarakan. MIsalnya, fenomena yang sedang naik-naiknya adalah munculnya gerakan #metoo pada tahun 2017, di mana para aktivis dari seluruh dunia melawan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Dari informasi ini, Anda bisa membuat newsletter atau flyer yang kontennya berisi tentang artikel-artikel yang menyuarakan gerakan ini. Cari artikel terkait sebanyak-banyaknya di internet dan cetak dalam bahasa Indonesia dengan tampilan yang menarik. Kemudian, Anda bisa memberikan flyer atau artikel ini untuk pelanggan yang sedang menunggu.

Kalau Anda tau pelanggan Anda tidak terlalu suka membaca, putar video-video di Youtube tentang gerakan ini atau lagu-lagu yang mendukung gerakan ini, sehingga mereka setidaknya bisa mengerti dengan gerakan yang sedang terjadi di seluruh dunia dan, lebihnya lagi, meningkatkan kesadaran untuk brand barbershop Anda.

4. Tidak hanya terpaku pada tren, tapi juga tujuan bisnis Anda

Dalam berbisnis, memahami tren memang penting. Namun, jangan jadikan tren yang sedang hype di masyarakat menjadi alasan untuk Anda memulai bisnis. Untuk itu, sebaiknya Anda mempelajari terlebih dahulu mengenai industrinya, dalam hal ini industri barbershop di Indonesia.

Contoh yang belum lama terjadi di masyarakat adalah es kepal Milo. Mengandalkan tren dan hype masyarakat yang saat itu sedang menggebu-gebu dikarenakan rasa penasaran, bisnis es kepal kian menjamur secara masif. Saking menjamurnya, tiap beberapa ratus meter, Anda bisa menemukan stand penjual es kepal.

Akibatnya, banyak masyarakat yang merasa bosan dengan es kepal dan banyak penjual yang sepi pelanggan. Pada akhirnya, mengakibatkan banyak dari mereka yang gulung tikar, meskipun beberapa di antaranya masih bertahan dengan menghadirkan inovasi, seperti varian selain Milo.

Hal yang sama juga seharusnya dapat diaplikasikan pada bisnis barbershop. Jangan jadikan tren sebagai patokan Anda dalam memulai bisnis. Gabungkan tren yang ada dengan tujuan dari sebuah bisnis, yakni kepuasan pelanggan, hasil akhir, serta pelayanan yang Anda berikan. Dengan memahami hal ini, Anda dapat menjadikan tren sebagai hal yang membantu bisnis Anda untuk maju dan terus berinovasi.

5. Ingat bahwa pelanggan adalah raja

Dalam berbinis, tanamkan pemahaman bahwa pelanggan Anda adalah raja. Kasarnya, seburuk apa pun sikap mereka, Anda dituntut untuk sabar dan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan Anda. Bentuk pelayanan ini pun ada bermacam-macam.

Sebagai permulaan, Anda bisa melatih karyawan Anda bagaimana sikap yang baik untuk melayani pelanggan. Jangan lupa ajari mereka untuk mengajak pelanggan berbicara agar menampakkan kesan yang ramah di mata pelanggan. Namun jika pelanggan terlihat tidak ingin diajak berbicara, ajarkan juga karyawan Anda untuk tidak melanjutkan pembicaraan.

Setelah itu, Anda bisa memberikan pelayanan berupa fasilitas yang Anda tawarkan. Bisa berupa pelayanan pijat setelah potong rambut atau pun keramas gratis. Tak kalah penting adalah fasilitas di ruang tunggu, misalnya dengan menghadirkan ruangan full AC, fasilitas wifi gratis, kursi yang nyaman, hingga pelengkap seperti air minum gratis.

Itulah tadi lima tips memulai bisnis barbershop yang bisa Anda terapkan. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha di bidang ini, selamat mencoba ya!

Cari Artikel di Sini