Strategi Mengelola Permintaan – Sebelum kita membahas tentang strategi untuk mengelola permintaan kita flashback sebentar masalah-masalah yang dihadapi oleh jasa yaitu adanya permintaan yang berlebih daripada jasa yang tersedia. Untuk lebih mengerti lagi masalah yang dihadapi jasa saya sudah menulis di artikel yang lain.

Nah untuk menghadapi masalah itu semua maka diperlukan sebuah strategi untuk dapat mengelola permintaan jasa. Ini sangatlah penting dilakukan dikarenakan kepuasan konsumen sangatlah penting bagi penyedia perusahaan penyedia jasa. Untuk mengerti lagi tentang strategi mengelola permintaan mari kita perhatikan penjelasan berikut.

Dalam sebuah perusahaan jasa jika ingin mengendalikan variasi dari permintaan, maka perusahaan harus dapat menentukan faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan. Adapun sumber informasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah data penjualan historis, publikasi umum, dan survei pelanggan.

Baca Juga : Pengertian dan Macam-Macam Bank

Faktor Permintaan

Nah berikut yang dapat membantu anda dalam mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan.

1. Apakah permintaan tersebut mengikuti siklus tertentu yang dapat kita prediksi? Jika mengikuti siklus kita perlu mengidentifikasi lagi, apakah lamanya siklus tersebut satu hari (variasi menurut jam)? Satu minggu (variasi dalam hari)? Satu bulan (variasi dalam minggu)? Ataupun periode lainnya?

Seringkali berbagai macam siklus ini berlaku untuk suatu permintaan tertentu. Sebagai contohnya jasa angkuatn penumpang dapat bervariasi menurut jam dalam satu hari, hari dalam setiap minggu, dan musim setiap tahun. Nah itu sebabnya sangatlah penting untuk mengetahui apakah variasi tersebut mengikuti siklus ataupun tidak.

2. Kita juga harus mengetahui penyebab utama dari variasi siklikal tersebut. Entah itu jam kerja, tanggal pembayaran gaji, hari sekolah dan liburan, perubahan musim , ataupun faktor lainnya.

3. Yang terakhir kita juga harus mengetahui tingkat perubahan pemintaan itu secara acak atau tidak. Apabila secara acak, kita harus juga mengetahui penyebabnya :

  • Perubahan cuaca dari hari ke hari
  • Peristiwa yang berhubungan dengan kesehatan tidak dapat ditentukan secara pasti
  • Kecelakaan, kriminalitas tertentu dan juga bencana alam.

Apabila kita kaitan dengan situasi kapasitas terhadap permintaan, maka terdapat beberapa macam pendekatan yang dapat diterapkan untuk dapat mengelola permintaan (memperhalus fluktuasi permintaan), yaitu :

1. Tidak Melakukan Apapun

Dalam hal ini sebuah perusahaan jasa membiarkan tingkat permintaan seperti apa adanya, tanpa adanya usaha untuk dapat mengubahnya. Nah apabila dikaitkan dengan situasi kapasitas terhadap permintaan, dari tiga kemungkinan yang dapat terjadi :

  1. Situasi kapasitas tidak memadai ( adanya permintaan berlebih)
  2. Kapasitas memadai (permintaan memuaskan)
  3. Kapasitas berlebih (permintaan berkurang)

2. Mengurangi Permintaan

Nah untuk pendekatan yang kedua ini perusahaan akan mengurangi permintaan pada saat periode permintaan puncak. Pada saat permintaan yang melebihi kapasitas, kenaikan harga dapat menghasilkan laba yang besar bagi perusahaan.

Akan tetapi, perusahaan harus dengan mempertimbangkan dengan cermat elasitisitas harga terhadap jasa perusahaan yaitu seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap volume permintaan.

Karena setiap konsumen mempunyai tingkat sensitivitas terhadap barga yang berbeda-beda. Sebagai contoh para pelaku eksekutif dan juga pelaku bisnis akan cenderung membayar berapapun harga jasa yang ditawarkan, di bandingkan wisatawan lokal. Oleh sebab itu kita sering menjumpai bisnis penerbangan membedakan dua kelas yaitu ekonomi dan eksekutif.

Tarif eksekutif ini lebih mahal, namun ini sebanding dengan fasilitas yang diberikan oleh jasa penerbangan, seperti tempat duduk yang nyaman dan luas, pelayanan yang lebih personal, menu hidangan yang lebih bervariasi, dan juga fasilitas-fasilitas yang lainnya.

Perusahaan hendaknya dapat mendorong pemanfaatan jasa pada waktu atau kesempatan lain. Cara yang dapat ditempuh yaitu dengan, menggunakan insentif harga, sebagai contoh memberikan memberikan potongan harga pada waktu tertentu.

Cara lain yang dapat ditempuh yaitu dengan cara melakukan demarketing pada setiap periode sibuk. Yang dimaksud dengan demarketing ialah untuk mempertahankan goodwill pelanggan selama periode dimana permintaan tidak dapat terpenuhi semuanya.

Sebagai contoh penerapan strategi ini adalah menggunakan iklan yang akan mendorong konsumen untuk berbelanja lebih awal agar tidak berdesakan pada waktu menjelang lebaran. Iklan tersebut dapat disertai dengan potongan harga yang cukup menarik sehingga konsumen akan berminat membelinya.

Yang penting adalah pintar-pintarnya dalam melakukan manajemen perusahaan. Yang terpenting di manajemen adalah anggaran dan human resource.

3. Meningkatkan Permintaan

Pada dasarnya pendekatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan permintaan pada saat terjadi kapasitas yang berlebihan. Harga yang ditawarkan dapat diturunkan secara selektif agar semua biaya relevan dapat tertutupi.

Disamping itu juga perusahaan hendaknya dapat memanfaatkan komunikasi dan distribuasi secara maksimal, serta menigkatkan variasi jasa sehingga pengguna jasa kan bertamabah. Untuk contohnya, agar dapat menaikkan tingkat huni suatu resort hotel semalam periode sepi, hotel tersebut dapat digunakan untuk tempat retret.

Yang menjadi masalah pada fasilatas jasa musiman adalah kapasitas yang berlebih. Sebagai contoh pemakaian telepon, taman hiburan, jasa angkutan umum, dan jasa-jasa yang lain. Dimana saat permintaan sepi, maka kapasitasnya akan berlebih, dapat pula ditingkatkan dengan menetapaka harga diferensial.

Berikut adalah penjelasan mengenai 3 cara mengelola permintaan, untuk yang 3 cara lainnya akan dibahas pada artikel selanjutnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua. Dan bisa sebagai referensi anda semua dalam mengembangkan bisnis anda semua.

4. Menyimpan Permintaan dengan Sistem Reservasi dan Janji

Pada umumnya pendekatan ini mempunyai tujuan utama untuk ‘menyimpan’ permintaan sampai pada saatnya kapasitanya memadai. Langkahnya dengan membuat suatu sistem reservasi, dimana konsumen akan dapat dilayani pada waktu tertentu.

Dengan cara tersebut konsumen tidakan akan mengantri lagi. Pada saat ini sistem ini banyak diterapkan pada perusahaan penerbangan, perhotelan, restoran, penyewaan mobil, dokter, bioskop dan masih banyak lagi.

Akan tetapi dalam praktiknya, suatu perusahaan akan menerima reservasi yang melebihi yang tesedia, ini digunakan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian dimana reservasi tersebut tidak digunakan konsumen. Akan tetapi ini menimbulkan resiko yang besar, yaitu apabila semua reservasi digunakan oleh konsumen secara bersamaan.

Untuk itu perusahan harus mengembalikan uang konsumen, memberikan ganti rugi, dan/atau mencarikan perusahaan pengganti jasa untuk konsumen yang telah memesan akan tetapi tidak terlayani. Misalkan saja penerbangan yang batal maka konsumen akan dicarikan ganti pada penerbanag berikutnya.

Dalam sistem reservasi ini, perusahaan harus dapat mempertimbangkan segmen pasar yang utama. Sedangkan untuk konsumen lainnya diarahkan pada saat waktu konsumsi ke periode tidak sibuk atau periode puncak selanjutnya.

5. Menyimpan Antrian Secara Formal

Untuk pendekatan yang kelima ini bertujuan agar dapat ‘menyimpan’ permintaan dengan cara mengembangkan sistem antrian secara formal. Perusahaan harus dapat menjaga kenyaman konsumen selama menanti gilirannya dilayani oleh perusahaan kita.

Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah upaya untuk dapat memprediksi secara akurat periode dan lamanya konsumen menunggu antriannya.

6. Mengembangkan Jasa atau Pelayanan Komplementer Selama Waktu Sibuk

Jasa komplementer ini disediakan untuk dapat memberikan alaternatif bagi konsumen yang sedang menunggu dilayani. Sebagai contoh adalah penggunaan ATM, penambahan bar pada restauran, dan juga di bioskop sering kita jumpai terdapat game di lobby nya.

Jasa komplementer ini dapat memberikan bebera manfaat bagi perusahaab dan juga konsumen. Pertama, kegelisahaan yang dirasakan pada konsumen disaat mereka menunggu untuk dilayani akan sedikit berkurang dikarenakan mereka mengisi waktu menunggu mereka dengan aktivitas lain. Kedua, perusahaan dapat memperoleh penghasilan / keuntungan tambahan. Ketiga, permintaan agregat terhadap jasa perusahan dapat lebih seragam ataupun merata.

Maka dapat disimpulkan bahwa dalam mengelola permintaan terdapat 6 strategi diantaranya, tidak melakukan apapun, mengurangi permintaan, meningkatkan permintaan, menyimpan permintaan dengan sistem resrvasi atau janji, menyimpan antrian secara formal, mengembangkan jasa atau pelayanan komplementer selama waktu sibuk.

Berikut adalah penjelasan tentang strategi untuk mengelola permintaan. Semoga artikel tersebut bermanfaat bagi anda semua dalam menambah wawasan, dan juga pengembangan bisnis anda.

Cari Artikel di Sini