Sebelum membaca tentang siklus akuntansi, pastikan Anda telah mengetahui Pengertian atau Definisi Akuntansi.

Definisi Umum Siklus Akuntansi

Dalam kegiatan akuntansi kita akan melalui berbagai proses didalamnya mulai dari transaksi keuangan hingga pembukuan/penyusunan laporan keuangan. Kegiatan yang terus menerus diulang itulah yang dinamakan dengan proses akuntansi.

Proses akuntansi ini juga bisa disebut dengan siklus akuntansi, karena kegiatan itu dilakukan secara terus menerus sehingga terlihat seperti siklus. Siklus Akuntansi bersifat akuntable serta harus dapat dipertanggung jawabkan isinya, karena disusun dengan kaidah dan prinsip akuntansi.

Sedangkan pengertian pembukuan atau laporan keuangan ialah hasil akhir dari siklus akuntansi, artinya aktivitas pengumpulan data serta laporan finansial tersebut disajikan dalam suatu format laporan keuangan/finansial tertentu sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Hasil laporan keuangan inilah yang akan dijadikan pijakan utama untuk menentukan keputusan/strategi untuk masa depan perusahaan.

Tahap Proses Akuntansi

Tahap Siklus Akuntansi

8 Tahapan Siklus Akuntansi (patriotsoftware.com)

Dalam proses akuntansi dapat kita bagi menjadi 8 tahap/steps. Ketiga tahap siklus akuntansi seperti yang akan dijelaskan dibawah ini:

1. Identifikasi Transaksi

Tahap pertama dalam proses akuntansi adalah melakukan identifikasi atau identity transaction dengan detail untuk semua transaksi. Cara identifikasi ini bisa dengan mengumpulkan semua nota pembayaran sebagai bukti pengeluaran, atau melihat data record debit dan kredit di buku tabungan.

Tahap ini tidak boleh salah dan harus detail, karena banyak perusahaan yang jebol keuangannya karena tidak bisa melakukan identifikasi transaksi dengan baik. Tahap ini biasanya dilakukan pengumpulan dalam kurun waktu satu bulan, atau biasa disebut dengan tutup buku.

2. Tahap Pencatatan dan Penggolongan (Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan)

Langkah kedua adalah record transaction atau memasukkan transaksi yang telah diidentifikasi kedalam bentuk laporan atau jurnal keuangan. Untuk memulai semua proses tentu saja kita membutuhkan data secara otentik dan akuntable, karena itulah pada tahap pertama kita harus mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi, pencatatan yang detail akan sangat memudahkan menganalisis arus kas (cash flow) perusahaan.

Setelah data-data kita catat berdasarkan bukti transaksi berupa nota/kwitansi atau tanda transaksi lain maka step selanjutnya kita menggolongkan pengeluaran tersebut.

Tujuan penggolongan tersebut untuk memudahkan kita dalam menganalisis data keuangan tersebut. Step-step pencatatan serta penggolongan transaksi keuangan tersebut antara lain :

  1. Pembuatan/penyusunan bukti-bukti transaksi, baik transaksi internal ataupun eksternal perusahaan.
  2. Pencatatan setiap transaksi pada jurnal tertentu (jurnal umum atau khusus).
  3. Catat hasil pencatatan di jurnal tersebut ke laporan buku besar.

Baca Juga : Contoh Laporan Keuangan

3. Tahap Cata di Buku Besar

Setelah daftar transaksi di identifikasi dan ditulis di jurnal, langkah ketiga adalah mencatatnya di dalam buku besar. Apa itu buku besar?

Buku besar ialah buku utama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang merupakan input dari semua jurnal akuntansi serta penggolongan dari rekening yang sejenis. Buku besar inilah yang menjadi dasar untuk membuat laporan laba rugi atau neraca.

Contoh Laporan Buku Besar

Contoh Laporan Akun Buku Besar (accountancyknowledge.com)

4. Membuat Neraca Uji Coba yang Tidak Disesuaikan

Untuk membuat buku yang akurat, maka langkah keempat adalah membuat neraca uji coba yang tidak disesuaikan atau unadjusted trial balance. Tahap ini digunakan untuk menguji apakah debit dan kreditnya cocok. Debit adalah pemasukan sedangkan kredit adalah pengeluaran.

Caranya mudah, yaitu masukkan semua pengeluaran dan pemasukan. Jika total dari keduanya tidak sama, maka ada yang salah dari pencatatan Anda. Karena itulah tahap pertama yaitu mencatat dengan detail setiap transaksi adalah mutlak untuk dilakukan.

5. Menyesuaikan Entri

Langkah kelima adalah menyesuaikan entri, maksudnya adalah mungkin dalam suatu transaksi masih ada yang belum tertulis. Seperti ketika kita mendapatkan pemasukan tetapi belum sempat memasukkannya, atau mendapatkan bunga dari tabungan tapi juga belum diinputkan kedalam neraca.

Gunakan proses penyesuaian entri untuk mengelompokkan setiap transaksi.

6. Neraca Ujicoba yang Disesuaikan

Langkah keenam adalah trial balance yang disesuaikan, dalam tahap ini dilakukan pengujian apakah debet dan kredit atau pemasukan dengan pengeluaran cocok setelah dilakukan proses penyesuaian entri.

7. Tahap Laporan Keuangan atau Financial Statements

Proses Akuntansi

Proses Akuntansi (Gambar : ssbelajar)

Tahap paling akhir ialah pembuatan/perumusan laporan keuangan atau financial statements. Laporan tersebut hasil dari analisis di tahap kedua tadi. Ada beberapa tahap untuk melakukan analisa laporan keuangan, tahap laporan keuangan sebagai berikut :

  1. Laporan Neraca (Balance Sheets) adalah laporan keuangan untuk menunjukkan posisi assets atau aktiva, Liabilities atau hutang, serta Equity atau modal.
    Laporan Keuangan Neraca

    Contoh Balance Statement (myaccountingcourse.com)

  2. Laporan Rugi Laba (Income Statments) adalah laporan keuangan yang terdiri dari seluruh beban pengeluaran serta pendapatan/income sehingga diperoleh nilai laba dan rugi.
    Laporan Laba Rugi

    Contoh Laporan Laba Rugi (corporatefinanceinstitute.com)

  3. Laporan Perubahan Modal (Equity Statements) adalah inti dari laporan keuangan yang berisi informasi tentang perubahan modal perusahaan, misal jumlah modal yang disetor di awal (capital stock), saldo laba periode berjalan (current earning), tambahan modal disetor (paid-in capital), serta saldo laba ditahan (reatained earning).
  4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statments) adalah bagian dari laporan keuangan dalam periode tertentu yang berisi aliran dana kas baik masuk ataupun keluar. Biasanya di golongkan berdasarkan arus kas dari aktivasi investasi, aktivasi operasi, serta aktivasi pendanaan.
    Contoh Cash Flow Statement

    Contoh Laporan Arus Kas / Cash Flow (patriotsoftware.com)

  5. Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan tambahan yang berisi catatan informasi yang lebih detail tentang akun tertentu sehingga memberikan nilai yang lebih komprehensif dari suatu laporan finansial perusahaan.

8. Melakukan Tutup Buku

Tahap terakhir adalah melakukan tutup buku, biasanya dilakukan dalam periode tertentu. Bisa tutup buku bulanan dan tahunan. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan proses pencatatan akuntansi dalam periode tersebut. Kemudian ulangi lagi dari tahap pertama untuk melakukan siklus akuntansi untuk periode waktu yang baru.

Tahap Peringkasan Laporan Keuangan

Tahap lainnya adalah meringkas laporan yang telah kita buat tadi. Tujuan peringkasan laporan keuangan agar memudahkan kita dalam menganalisis data. Semakin ringkas dan jelas maka semakin bagus. Pada tahap peringkasan ini kita harus melalui dalam beberapa step seperti berikut ini:

  1. Merancang neraca saldo, datanya berasal dari saldo-saldo di buku besar.
  2. Menyusun jurnal penyesuaian, tahap ini bertujuan untuk menyesuaikan/menyelaraskan fakta / keadaan yang sesungguhnya di akhir periode, serta menyusun neraca lajur yang digunakan untuk mempermudah dalam proses penyusunan laporan keuangan.
  3. Pembuatan jurnal penutup, pembuatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat laba dan rugi perusahaan (neraca keseimbangan) serta untuk menutup perkiraan / temporary account.
  4. Membuat neraca saldo setelah penutupan, di perlukan untuk mengecek pencatatan kembali pada periode selanjutnya.
  5. Menggunakan informasi dari data tersebut untuk pengambilan keputusan/kebijakan. Misalnya untuk perluasan usaha, investasi, dll.
  6. Menyusun jurnal pembalik, berfungsi untuk mengantisipasi kesalahan pencatatan pada periode selanjutnya.

Itu tadi adalah penjelasan tentang proses akuntansi semoga artikel ini cukup memberikan wawasan bagi Anda.

Cari Artikel di Sini