Profil Makaroni Ngehe, Cemilan Pedas Anak Milineal

Hingga detik ini, bisnis kuliner merupakan salah satu bidang yang tidak akan pernah mati. Berbagai macam produk bisnis di bidang kuliner senantiasa terus berkembang dan mendapatkan tempat di hati masyarakat. Banyaknya bisnis kuliner yang digemari masyarakat merupakan salah satu faktor makin banyaknya pengusaha kuliner di Indonesia khususnya di kalangan para anak muda.

Inovasi, kreatifitas, dan juga kelihaian dalam bidang marketing tentunya menjadi modal utama agar sebuah bisnis kuliner dapat terus eksis dan bertahan di masyarakat. Salah satu bentuk bisnis di bidang kuliner yang sedang hits di kalangan anak muda adalah makaroni Ngehe besutan Ali Muharam seorang kawula muda yang berawal dari coba coba.

NAMA BISNIS YANG CUKUP NYELENEH DI TELINGA

Sebagian dari kita mungkin mengerti kata ngehe sebagai salah satu bentuk ungkapan kekesalan bagi sebuah hal. Lebih dari itu, Ali ternyata mampu menyulap kata ngehe itu menjadi sebuah brand makanan yang dikenal dan disukai oleh kawula muda.

Ali Muharram sebagai founder dan perintis Makaroni Ngehe ternyata telah membuat masyarakat penasaran akan rasa makaroni olahannya yang diberi nama nyeleneh tersebut. kata ngehe yang digunakan pun memberikan gambaran adanya rasa pedas dalam menu makanan berupa makaroni tersebut. cita rasa pedas menjadi ciri khas utama dalam sajian menu Makaroni Ngehe yang booming di kalangan anak muda ini.

AWAL MULA MAKARONI NGEHE

Ali Muharram merupakan mahasiswa yang berasal dari daerah Tasikmalaya dan sudah merintis bisnis kuliner Makaroni Ngehenya ini sejak tahun 2013 lalu. Kemunculan ide ini ia dapat saat sedang nongkrong bersama teman-temannya dan menyajikan menu makaroni pedas olahannya sendiri. Teman teman Ali menyambut baik olahan makaroninya dan ia mulai terpikir untuk mengkomersilkan Makaroni pedas buatannya.

Saran dari teman teman dekatnya pun turut menambah motivasi Ali untuk berani membuka bisnis Makaroni Ngehe ini. di awal kemunculannya, Makaroni Ngehe hanya dapat anda temui di kawasan kampus yang ada di Jakarta Barat. dari ketiga cabang yang dibuat oleh Ali, kemudian bermunculan outlet Makaroni Ngehe lainnya di sekitar Jakarta. Dari 8 outlet yang dipunyai Ali, ia telah mampu mengumpulkan omset hingga 40 juta rupiah per hari.

INOVASI DAN MARKETING PRODUK MAKARONI NGEHE

Cita rasa yang ditawarkan Makaroni Ngehe seakan menjawab kebutuhan masyarakat akan cemilan pedas yang menggugah selera. Jika selama beberapa tahun lalu muncul produk berupa keripik dan kerupuk yang disajikan pedas dengan aneka macam level, maka produk Makaroni Ngehe ini berbeda dari makanan yang telah ada sebelumnya. Tekstur makaroni yang kering dan basah menjadi salah satu faktor utaa daya tarik makanan Makaroni Ngehe ini.

Setiap level yang ada pada Makaroni Ngehe pun diberi nama yang unik seperti ciwitbutina, kepretpakendang, sampai dengan pitnahbulilis. Tidak heran jika makanan ini banyak mendapat perhatian dan disukai oleh anak anak muda. Tiap harinya, setiap cabang Makaroni Ngehe selalu ramai dipenuhi antrian para pembeli makaroni pedas berlevel ini. diantara para pembeli mengaku sangat ketagihan setelah mencoba makaroni pedas baik itu kering ataupun basah.

Ali Muharram mengaku tidak ada kiat khusus untuk mempertahankan keeksisan bisnisnya ini. hanya saja ia sangat bersyukur berkat keberaniannya membuka bisnis ini, ia dapat membuka lapangan pekerjaan baru di kalangan orang orang terdekat dan masyarakat di tengah himpitan ekonomi yang makin menggila ini. promosi yang dilakukan oleh Ali Muharram terhadap bisnisnya juga masih manual dari mulut ke mulut. Untuk dapat mencicipi cita rasa khas Makaroni Ngehe besutan Ali Muharram ini, anda cukup merogoh kocek 5000 rupiah saja.

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: