Prinsip Kegelapan – Pada artikel ini akan membahas apa itu prinsip kegelapan? Disini kami akan memaparkan sedetil mungkin apa yang dinamakan dengan prinsip kegelapan. Dalam artian disini kita tidak bisa memisahkan antara prinsip dengan kegelapan, dikarenakan prinsip kegelapan disini berkaitan dengan sebuah manajemen.

Untuk lebih jelasnya lagi tentang prinsip kegelapan mari kita simak penjelasn berikut ini.

Bila kita mengambil suatu sudut pandang yaitu perspektif kompleksitas, teradapat sejumlah alasan yang bagus mengapa suatu tim di salah suatu organisasi atapun perusahaan membuat keputusan secara bersamaan. Karena dengan membuat keputuan secara bersama akan lebih diterima oleh semua nggota dibandingkan dengan keputusan yang diambil oleh perseorangan untuk tim.

Hal ini mengikuti secara logis prinsip kegelapan. Pada dasarnya prinsip tersebut menyatakan bahwa setiap agen yang berada dalam sebuah sitem tidak peduli lagi dengan semua perilaku sistem tersbut. Apabila seseorang telah “mengetahui” seluruh sitem, maka kompleksitas seluruh sistem tersbut akan berada di dalam agen tersebut. (Cilliers 1998: 4-5).

prinsip kegelapan

karyawan yangsedang mengambil keputuan bersama (image : google)

Senbenarnya yang kita pelajari dari sitem kegelapan ini adalah, disetiap anggota sebuah tim hanya dapat mempunyai pemikiran tentang penerapan suatu hal yang mungkin itu tidak lengkap dari suatu proyek secara utuh. Itu sebabnya sebuah tim harus membuat rencana dan memutuskannya secara bersama-sama. Dengan begitu rencana dan keputusannya akan diterima semua.

Itulah yang terjadu pada Scrum dan XP yang mana keduanya membutuhkan semua tim untuk dapat hadir dalam rapat perencanaan harian serta rapat harian yang mana pelaksanaannya ambil berdiri. Yang mana semua nggota tim harus menyatukan pemikiran mereka tentang penerapan suatu hal yang terbatas serta menyepakati pendektan bersama.

Akan tetapi ada bebearao manejer yang tak senang denag ide tersebut, yang membolehkan tim agar dapat membuat suatu keputusan bersama. Ini dikarenakan manajer tersbut meras bahwa dirinya kehilangan kendali atas mereka ketika tim membuat suatu keputusan secara bersama tanpa melibatkan manajer.

Disini manajer membuat asumsi bahwa kpeutusan harusnya dipaksakan, kalau tidak dipaksanakan ini akan menjadi sebuah anarki. Akan tetapi, kiat harus mengetahui bahwa anarki seperti ini juga kan membentuk alam raya.

Kesimpulannya bahwa semua hal tersebut tidak selalu buruk. Gerakan yang terjadi untuk tim yang mana mengorganisasi-dirinya sendiri in terjadi dikarenakan suatu cara yang dapat meningkatkan kontro akan ketidak yang akan dihadapi tim kerja (Thomas 2000: 35).

Dalam hal ini seharusnya seorang manajer harus dapat belajar untuk dapat “memegang kuasa akan tetapi tidak memegang kendali” (Stecey 2000a:4). Disini segala upaya agar dapat “mengontrol serta mengendalikan” biasanya tidak akan berfungsi dan terkadang ini mempunyai efek atau konsekuensi yang akan mengakibatkan kontrproduktif.

Sebagai contoh, disaat polisi berupaya untuk dapat mengontro serta mengendalikan sebuah keruman ini juga dpat menyebabkan masalah yang sebenarnya mereka cegah.

Disini kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya tidak terdaoat orang yang berada didalam yim mempunyai gambran yang utuh di dalam suatu kelompok. Sebenarnya apabila kita membiarkan mereka untuk dapat memecahkan masalah serta untuk membuat keputusan bersama, kita dapat dikatakan telah meningkatkan kendali atas situasi.

Dalam twitter, Mike Cohn mengakatan bahwasannya pengembangan perangkat lunak yang berbasis Agile adalah mikro-manajemen oleh tim. Dalam hal ini prinsip kegelapan menjelaskan mikro-manajemen yang hendaknya didelegasikan dari manajer ke tim.

Nah demikanlah artikel yang berjudul Prinsip Kegelapan. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat bagi anda senua, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Cari Artikel di Sini