Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Konsep, Prinsip, dan Contohnya!

Rate this post

Ada mitos bahwa manusia di bumi ini memiliki 7 orang yang memiliki muka yang sama. Mereka yang sama ini biasa disebut doppleganger. Banyak orang yang memiliki doppleganger, yang tentu dapat kita lihat secara langsung adalah orang yang kembar. Mereka sudah pasti terlihat sangat mirip, walaupun tidak jarang ada yang berbeda.

Terlepas dari hal itu, dunia matematika kita sangat akrab dengan berbagai persamaan yang selalu ditandai dengan ” = ” seperti misalnya 1+1=2 atau 1/2 = 0.5, persamaan – persamaan ini menunjukkan kesamaan nilai yang dimiliki keduannya sama. Bagaimana jika bukan nilai?

Dalam fisika kita mengenal dengan persamaan yang sangat terkenal yaitu persamaan einstein mengenai energi apa lagi kalau bukan E =Mc2.

Persamaan ini menunjukkan besarnya energi yang dimiliki sebanding dengan massa benda tersebut dikalikan dengan kecepatan cahaya yang dikuadratkan. Rumus ini biasa digunakan untuk menunjukkan energi nuklir. Lalu, apakah persamaan hanya untuk dunia sains?

Tentu saja tidak dalam dunia sosial pun ada. Terutama dalam bagian ekonomi dan akuntansi yang masih ada kaitannya dengan berhitung. Dalam ekonomi ada persamaan mengenai revenue yang jika ditulis akan  seperti ini Keuntungan = Hasil – ( Modal + Pengeluaran). Persamaan tadi adalah contoh sederhana dari Ekonomi. Berikutnya kita akan membahas secara singkat tentang persamaan dasar akuntansi serta penerapan nya.

Definisi Persamaan Dasar Akuntansi

Pengertian persamaan dasar akuntansi adalah persamaan atau rumus dasar yang digunakan dalam setiap perhitungan akuntansi, persamaan akuntansi inilah yang terus dipakai untuk menyelesaikan permasalahan akuntansi lainnya baik dalam lingkup yang sederhana maupun lebih rumit.

Pengertian lain dari persamaan akuntansi dasar adalah persamaan yang berhubungan dengan harta, aset, ekualitas dan kewajiban dari pemilik suatu bisnis.

Prinsip Persamaan Dasar Akuntansi

Pertama-tama kita belajar terlebih dahulu tentang konsepnya agar mempermudah kita dalam mempelajari di level selanjutnya. Didalam persamaan akuntansi ada banyak variabel-variabel yang digunakan seperti kekayaan (aktiva), utang, dan modal.

Baca Juga : Makalah-Makalah Akuntansi

Setiap transaksi yang terjadi akan ditulis, dikumpulkan, dikelompokkan, serta dianalisis dengan menggunakan persamaan dasar akuntansi. Hal penting yang harus diperhatikan ialah persamaan dasar akuntansi harus bisa menunjukkan keseimbangan antara harta dengan aktiva, kredit dengan debit.

Kekayaan yang dipunyai perusahaan biasa disebut dengan harta (assets), sedangkan hak atas harta tersebut adalah hak atas kekayan (equality). Dari kedua variabel tersebut kit dapat membuat sebuah persamaan sederhana yaitu :

Harta (assets) = Hak atas kekayaan (equality)

Hak Equality atau hak atas kekayaan dibagi menjadi 2, yaitu hak yang bersal dari kreditur (pemberi utang) serta milik perusahaan itu sendiri. Hak equality dari kreditur disebut utang perusahaan, sedangkan hak equality dari perusahaan disebut modal. Sehingga didapatkan persamaan harta (assets) menjadi :

Harta (assets) = Hak atas kekayaan (equality)
Harta (assets) = Utang + Modal
Modal = Harta (assets) – Utang

Persamaan Dasar Akuntansi

Dari ilustrasi diatas sudahkah anda mengerti tentang persamaan?. Persamaan berasal dari kata sama yang ditambahi dengan imbuhan Per- diawal dan -an di akhir. Sama dalam KBBI berarti sepadan, tidak berbeda dan lainnya.

Setelah diberikan imbuhan di awal dan dikahir kata nya, arti kata sama mengelami penyempitan makna menjadi pernyataan matematika dalam bentuk simbol yang menyatakan 2 buah benda atau lebih itu sama, biasanya ditandai dengan dengan simbol “=”.

Penyempitan makna ini terjadi karena pada umumnya istilah persamaan lebih sering digunakan dalam matematika. Tapi bukan berarti persamaan tidak bisa digunakan pada selain matematika. Seperti misalnya persamaan kata, persamaan hak dan lain sebagainya.

Di artikel sebelumnnya mengenai dasar akuntansi disebutkan berbagai elemen yang akan digunakan untuk membentuk persamaan akuntansi. Diantaranya seperti aset, hutang, modal, liabilitas dan lain sebagainya.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya dalam artikel, dasar – dasar tersebut sangat penting untuk kedepannya. Karena nya kita harus terus mengingat dan memahami maksud nya.

Agar dapat lebih memahami tentang persamaan ini sekarang mari kita susun bersama persamaan akuntansi dari dasar-dasar akuntansi yang telah kita ketahui.

Pertama kita tahu bahwa modal adalah aset, kemudian hutang juga merupakan aset. Nah dari informasi ini kita dapat membentuk persamaan dasar akuntansinya pada langkah kedua.

2 Informasi diatas bisa kita tulis menjadi persamaan berikut:

  • Modal = Aset
  • Hutang = Aset

Artinya aset itu terdiri dari modal dan hutang sehingga bisa kita tuliskan seperti berikut:

Aset = Modal + Hutang

Karena dalam dasar akuntansi modal bisa disebut ekuitas dan hutang adalah liabilitas, persamaan diatas bisa dirubah menjadi:

Aset = Ekuitas + Liabilitas

Hanya dari 2 informasi tersebut kita sudah  memiliki 3 persamaan. Selanjutnya kita mengetahui bahwa keuntungan merupakan bagian dari ekuitas juga. Keuntungan diperoleh dari pendapatan yang dikuraangi beban biaya. Jika kita masukkan ke dalam persamaan terakhir maka akan menjadi:

Aset = Modal + Hutang +Keuntungan

Aset = Modal + Hutang + (Pendapatan – Biaya)

Sekarang kita memiliki 4 persamaan. Ke-4 Persamaan ini bila disederhanakan maka akan memenuhi prinsip keseimbangan akuntansi yang biasa dikenal dengan:

Aktiva = Pasiva

yang artinya aktiva atau kekayaan yang dimiliki harus sesuai dengan bagian yang ada dalam kekayaan tersebut. Dalam hal ini bagian yang dimaksud adalah modal, hutang  dan keuntungan.

Aset = Modal

Persamaan ini hanya memiliki 2 elemen yaitu aset dan modal. Aset dapat diartikan sebagai harta yang dimilki dan modal adalah sumber kekayaan yang berasal dari pemilik saham (ekuitas). Dengan melihat hubungannya persamaan ini berarti. kekayaan yang dimiliki berasal dari modal.

Aset = Hutang

Persamaan ini juga hanya mengandung dua elemen yaitu aset dan hutang. Dalam artikel sebelumnya hutang adalah liabilitas atau kewajiban perusahaan dianggap sebagai suatu aset.

Hutang yang dimaksud dalam hal ini juga termasuk hutang dari pihak lain terhadap kita. Karena itu persamaan diatas dapat berarti aset atau kekayaan dipengaruhi juga dengan adanya hutang atau kewajiban.

Aset = Modal + Hutang

Elemen yang terkandung dalam persamaan ini ada 3 yaitu aset modal dan hutang. Persamaan ini berarti kekayaan berasal dari 2 sumber yaitu modal yang dimiliki pemilik saham dan hutang yang diberikan pihak kreditur. Persamaan ini bisa dibilang sudah cukup untuk menyajikan seluruh kekayaan perusahaan yang bersumber dari modal dan hutang atau ekuitas dan liabilitas.

Aset = Modal + Hutang + (Pendapatan – Beban Biaya)

Dalam persamaan ini mengalami penambahan 2 elemen yaitu Pendapatan dan Beban biaya. Dua elemen ini merupakan penyusun dari persamaan laba-rugi yang juga memepengaruhi jumlah kekakyaan.

Jika pendapatan lebih kecil dari beban biaya yang dikeluarkan maka nilainya akan negatif dan itu akan mempengaruhi jumlah aset atau kekayaan yang dimiliki menjadi berkurang.

Pengaruh Transaksi terhadap Persamaan Akuntansi

Kegunaan persamaan ini adalah menggambarkan banyaknya kekayaan yang dimiliki suatu usaha berdasarkan pasiva. Pasiva ini tidak akan ada tanpa melakukan transaksi. Sehingga sangat erat kaitan nya antara transaksi dengan persamaan yang sudah kita miliki.

Persamaan akuntansi sangat dipengaruhi dengan arus transaksi keuangan perusahaan. Pengaruh-pengaruh yang mungkin terjadi antara lain :

  1. Suatu transaki dapat mempengaruhi nilai harta dan modal, harta dan uang, utang dan modal, atau harta saja serta besarnya nilai utang, modal, dan harta.
  2. Pengurangan ataupun penambahan aktiva (kekayaan) akan berdampak terhadap pasiva.
  3. Beban akan mengurangi modal, sedangkan pendapatan menambah modal.

Untuk memudahkan dalam penggunaan persamaan ini dalam setiap transaksi perlu adanya bukti dan pencatatan . Berikut ini ilustrasi sederhana bagaimana transaksi mempengaruhi persamaan akuntansi

Mr Bejo akan membuka usaha. Agar usahanya berjalan dia menggunakan modal $100.000. Jika dimasukkan kedalam persamaan maka akan menjadi seperti ini

AsetModalHutang
$100.000 (cash)$100.0000

Modal yang dikeluarkan Mr bejo dicatat sebagai transaksi pertama sehingga menambah aset Mr bejo yaitu uang tunai yang sama dengan modalnya. Sedangkan karena belum ada hutang nilainya masih 0.

Kemudian Mr Bejo membeli peralatan dengan total $25.000. Karena peralatan ini dibayar secara langsung maka nilai peralatan pada aset yang tadinya tidak ada sekarang menjadi $25.000 dan uang yang ada dalam aset berkurang $25.000 menjadi $75.000.

Transaksi ini dicatat sebagai pembelian cash peralatan dalam laporan. Kemudian transaksi ini dimasukan kedalam persamaan akan menjadi

AsetModalHutang
$75.000 (cash) + $25.000 (peralatan)$100.0000

Setelah itu Mr Bejo membeli produk ke Toko Untung sebesar $25.000 untuk stok barang. Transaksi ini dicatat dalam laporan sebagai pembelian cash barang. Karena pembayaran nya secara cash maka aset uang berkurang menjadi $50.000 ketika dimasukkan ke persamaan maka akan menjadi

AsetModalHutang
$50.000 (cash) + $25.000 (peralatan)
+ $25.000 (stok)
$100.0000

Pada transaksi selanjutnya produk Mr Bejo dibeli secara kredit oleh pak Imin dengan harga $8.000. Transaksi ini dicatat sebagai transaksi jual kredit. Di hari yang sama Pak Ijoh membeli secara cash produk Mr Bejo dan mendapat untung sebesar $10.000. Transaksi dengan Pak Ijoh dicatat pada laporan sebagai jual cash.

Dari dua transaksi tadi, produk yang dibeli secara kredit oleh Pak Imin termasuk kedalam bagian aset karena hutang adalah aset dan akan mengurangi stok. Begitu juga dengan transaksi Pak Ijoh, transaksi nya akan mengurangi stok tapi karena dibayar secara cash maka hasil yang dijual akan masuk kedalam aset. Jika kita masukkan kedalam persamaan maka persamaan tersebut berubah menjadi seperti ini

AsetModalHutang
$60.000 (cash) + $25.000 (peralatan)
+ $7.000 (stok)+ $8.000(Pak Imin)
$100.0000

Dari trasnsaksi diatas agar lebih mudah untuk dipahami diasumsikan hasil yang didapat dari menjual sama dengan nilai barang tersebut.

Karena stok menipis Mr Bejo Membeli lagi Stok secara kredit kepada  Ko Acih senilai $10.000. Transaksi dengan Ko Acih akan menambah stok barang dan dimasukkan kedalam hutang atau tanggungan.  Karena membeli kredit Transaksi ini dicatat dalam laporan sebagai Pembelian kredit. Jika dimasukkan ke persamaan maka akan menjadi:

AsetModalHutang
$60.000 (cash) + $25.000 (peralatan)
+ $17.000 (stok)+ $8.000(Pak Imin)
$100.000$10.000

kemudian Mr Bejo menabung $30.000 ke bank transaksi ini dicatat sebagai pembayaran ke bank. Disaat yang sama pak Imin membayar Kreditnya sebesar $5.000. Transaksi Pak Imin ini mengurangi kreditnya tapi menambah cash. sehingga persamaan nya menjadi

AsetModalHutang
$35.000 (cash) + $25.000 (peralatan)
+ $17.000 (stok)+ $3.000(Pak Imin)
+30.000 (bank)
$100.000$10.000

Keesokan hari nya Mr Bejo membayar kredit ke Ko Acih $5.000 sehingga hutang nya berkurang. Trasnsaksi ini mengakibatkan peramaan berubah seperti ini

AsetModalHutang
$30.000 (cash) + $25.000 (peralatan)
+ $17.000 (stok)+ $3.000(Pak Imin)
+30.000 (bank)
$100.000$5.000

Nah kira – kira seperti itulah pengaruh dari transaksi terhadap persamaan daasr akuntansi . Pada kenyataannya laporan yang ditampilkan akan lebih luas dan rumit sehingga perlu ada latihan dan praktek terus menerus.

Semoga tulisan ini dapat bemanfaat dan menambah wawasan anda terhadap akuntansi. Sekian dan terima kasih, sampai jumpa di artikel selanjutnya

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: