Ingin mengetahui tentang apa itu perbedaan dari front end, back end, dan full stack developer? Simak penjelasan ini! Dulu ketika masih kecil, jika ditanya mengenai cita-cita, pasti dengan lantang kita menjawab ingin menjadi guru, dokter, atau polisi.

Mengapa demikian? Karena, pada zaman dulu kita hanya mengenal seputar profesi tersebut atau yang ramah dengan penglihatan dan pendengaran kita adalah profesi tersebut.

Berbeda dengan sekarang, dengan seiring perkembangan teknologi maka juga bermunculan profesi-profesi baru. Dizaman dahulu, profesi tersebut tentu tidak ada seperti YouTuber, web developer, social media specialist dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, dengan kemunculannya ini juga mempengaruhi pemikiran anak sekarang. Jadi, jika ditanya ingin menjadi apa pasti mereka akan menjawab ingin menjadi programing, YouTuber, web developer, dan lain sebagainya.

Menyambung dengan hal di atas, saat ini sedang booming dengan yang namanya web developer. Profesi ini ternyata terbagi lagi menjadi, front end, back end, dan full stack developer.

Apa perbedaan dari front end, back end, dan full stack developer? Mari kita ulas perbedaan profesi tersebut satu persatu sebelum Anda mengirim surat lamaran kerja dari segi definisi sebagai berikut.

Apa itu Front End Developer?

Dengan perkembangan web yang semakin hari semakin kompleks, maka para developers juga harus membagi profesi web developer menjadi beberapa bagian.

Bagian itu yaitu front end, back end, and full stack developer. Pada bagian ini, akan dibahas mengenai front end. Front End adalah suatu bagian dari website dimana pengguna bisa berinteraksi langsung dengannya. Front end ini terbagi atas HTML (HyperText Markup Language) yang menjadi penopang dasar dari sebuah website.

Selanjutnya CSS (Cascading Style Sheets) yang mana ini berfungsi untuk mengontrol bagaimana kerja HTML. Inilah yang menentukan font, warna, latar belakang foto, atau juga yang mengatur bagaimana halaman tersebut ditampilkan.

Kemudian Java script yang berfungsi untuk menambahkan interaksi, animasi yang lebih rumit, dan juga aplikasi web yang bisa bekerja 100% baik.

Apa itu Back End Developer?

Seperti namanya, Back End memiliki arti berakhir dibelakang. Jadi tugasnya adalah di belakang layar. Dibandingkan dengan front end, back end ini memiliki keunggulan yang lebih untuk proyek yang lebih detail atau spesifik. Bahasa program yang ada adalah PHP, Ruby, Phython, dan lain sebagainya.

Back end ini biasanya diperlukan untuk menyusun kode dalam membantu solusi terbaik untuk masalah spesifik pada web. Pastinya masalah yang berhubungan dengan bahasa program yang membutuhkab bantuan dari back end. Oleh karena itu, back end developer dibuka untuk mengatasi masalah ini.

Namun, perlu diketahui bahwa biasanya perusahan itu mencari PHP atau Ruby developer bukan back end developer. Hal itu karena bahasa program yang umumnya developer ketahuinya itu.

Apa itu Full Stack Developer?

Full Stack Developer ini bekerja pada bagian front dan juga back end. Jadi, mereka mengetahui HTML, Java Script, dan juga beberapa bahasa program dari back end.

Seiring dengan perkembangan website yang semakin kompleks maka tak jarang jika perusahaan mencari full stack developer. Karena, kemampuan mereka lebih menyeluruh. Ya, tidak hanya mengetahui salah satu saja yang hanya membutuhkan kemampuan front end maupun back end.

Jadi, sebagian besar full stack developer menghabiskan waktunya dalam front end ataupun back end. Tentu, alangkah hebatnya jika Anda diminta memilih ingin menjadi yang bagian mana dari front end, back end, and full stack developer.

Sesuaikan dengan kemampuan Anda dan wujudkan salah satu dari ketiga pilihan tersebut, syukur kalo bisa semua maka nilai plus untuk Anda. Jika tidak cocok ya segera ajukan surat resign kerja.

Itu tadi merupakan informasi mengenai perbedaan dari front end, back end, dan full stack developer. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Cari Artikel di Sini