Apa itu zakat? Seperti yang diketahui zakat merupakan salah satu rukun islam yang harus dikeluarkan oleh setiap umat muslim di dunia. Zakat sendiri merupakan sebuah ibadah wajib yang harus dilakukan oleh seorang muslim sebagaimana wajibnya melakukan ibadah sholat.

Dalam kitab Az-Zakah, Muhammad Arsyad Al-Banjari menyebutkan bahwa sebagian besar ulam sepakat bahwa seseorang menjadi kafir dan wajib diperangi ketika enggan mengeluarkan zakat

Sebagai seorang muslim pasti tahu bahwa sebagian harta miliknya adalah hak orang lain. Nah salah satu cara untuk menyalurkan atau memberikan harta tersebut dengan zakat.

Zakat ini juga termasuk juga kedalam rukun Islam, yakni yang keempat. Untuk mengetahui arti ,macam-macam, yang berhak menerima zakat ini silahkan perhatikan penjelasan berikut ini.

Definisi Umum Zakat

Menurut bahasa zakat berasal dari kata “Zaka” yang berarti menumbuhkan, menambahkan, memberkatkan, dan menyucikan.

Sedangkan secara umum definisi zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang diberikan kepada golongan yang berhak. Zakat ini juga telah diatur oleh Al-Quran dan Hadist. Dan seperti yang sudah dijelaskan tadi zakat ini termasuk kedalam rukun Islam yang keempat.

Pengertian lain dari zakat adalah segala sesuatu yang diberikan orang sebagianhak Allah kepada orang atau pihak yang berhak untuk menerima. Pihak-pihak yang berhak menerima tersebut seperti fakir miskin, hamba sahaya, dan lain sebagainya.

Pengertian Zakat Menurut Ahli

1. Hesti Ernawati

Arti zakat merupakan sebuah keajaiban yang sifatnya sangat tegas berdasarkan perintah Allah SWT yang mana bukan sekadar tanggung jawab yang dibebankan pada seseorang saja.

Zakat wajib dilakukan oleh mereka yang mengharapkan balasan Allah SWT di akhirat nantinya. Sedangkan bagi mereka yang tidak yakin dengan perkara akhirat cenderung akan memilih meninggalkan salah satu rukun islam ini.

2. A Wahid.Sy

Apa yang dimaksud zakat? A Wahid.Sy mendefinisikan zakat sebagai suatu perbuatan yang mana menyisihkan sebagian harta yang dimiliki. Sehingga jika sudah mencukupi nisabnya akan diberikan kepada pihak yang berhak menerima.

Syarat Zakat

Seperti yang diketahui bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi berkaitan dengan masalah kewajiban zakat. Umumnya syarat tersebut berhubungan muzakki atau orang yang mengeluarkan zakat tersebut dan berkaitan dengan harta yang dikeluarkan. Untuk lebih jelaskan beberapa syarat yang harus terpenuhi dalam masalah kewajiban zakat yang berkaitan dengan harta.

1. Dimiliki Secara Sempurna

Untuk syarat yang pertama yaitu harta tersebut harus dimiliki secara sempurna. Maksud dari poin tersebut yakni harta yang digunakan untuk membayar zakat merupakan milik individu sepenuhnya dan tidak berkaitan orang lain. Selain itu juga bisa diartikan bahwa harta tersebut disalurkan atas pilihannya sendiri dan faedahnya pun dapat ia peroleh sendiri.

2. Termasuk Harta Berkembang

Selanjutnya yaitu harta yang dikeluarkan untuk zakat termasuk harta yang berkembang. Arti berkembang di sini yaitu mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi si empunya atau harta tersebut berkembang dengan sendirinya.

Oleh karena itu untuk harta yang berkembang ini terbagi atas dua macam yakni harta yang berkembang secara kuantitas dan harta yang berkembang secara kualitas.

3. Telah Mencapai Nishob

Apa itu Nishob? Nishob merupakan sebuah ukuran minimal suatu harta telah dikenai zakat. Perlu diingat bahwa untuk masing-masing harta yang telah dikenai zakat tersebut masing-masing memiliki ketentuan yang berbeda.

4. Telah Mencapai Satu Haul

Maksudnya yaitu harta tersebut dapat dikenai zakat telah mencapai masa satu tahun atau 12 bulan hijriyah. Perlu diketahui bahwa syarat yang keenam ini berlaku bagi zakat mata uang dan juga hewan ternak. Sedangkan untuk zakat pertanian atau perkebunan taidak ada syarat haul nya. Sehingga zakat pertanian ini wajib dikeluarkan setiap kali panen.

5. Kelebihan Kebutuhan Pokok

Sesuai dengan namanya, harta yang satu ii merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok. Oleh karena itu, kelebihan inilah yang menjadi ukuran seseorang dianggap mampu atau berkecukupan untuk mengeluarkan hartanya.

Sedangkan sebaliknya, jika harta tersebut masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya maka seperti ini dikatakan masih tidak mampu. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud kebutuhan tersebut yakni apabila dikeluarkan akan mengakibatkan celaka.

Macam-Macam Zakat

Zakat ini dibagi menjadi dua macam, yakni zakat fitrah dan juga zakat maal. Pertama kita bahas zakat fitrah, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri ataupun pada saat bulan Ramadhan. Untuk zakat fitrah ini sudah ditentukan jumlahnya yakni 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok di daerah masing-masing. Tujuan dari zakat fitrah ini adalah untuk membersihkan jiwa seorang muslim.

Sedangkan zakat maal (harta) adalah zakat yang dikeluarkan untuk harta yang kita miliki. Contohnya emas, hasil pertanian, hasil ternak, pertambangan, dan masih banyak lagi dan untuk setiap jenis harta mempunyai perhitungannya masing-masing.

Hukum Zakat

Setelah membahas tentang macam-macam zakat kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas tentang hukum zakatnya. Seperti yang sudah dijabarkan diatas, zakat terbagi menjadi dua macam. Pertama kita akan membahas tentang hukum zakat fitrah.

Seperti yang diketahui bahwa zakat fitrah hukumnya wajib untuk dilaksanakan bagi setiap umat islam yang merasa mampu. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan yaitu satu sha’ atau senilai 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu dan lain sebagainya. Ketentuan yang berlaku tersebut didasarkan pada hadist sahih riwayat dan imam Ahmad, Bukhari, Muslin dan juga Ibnu Umar.

Sedangkan untuk hukum dari zakat maal sendiri yaitu fardhu’ain atau wajib bagi mereka yang memiliki kekayaan mencapai ukuran satu haul atau nisab. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa nisab merupakan batas minimal harta yang sudah wajib untuk dikeluarkan.

Tahukah Anda bahwa ada berbagai macam harta yang wajib untuk dizakati seperti harta kekayaan, hewan ternak seperti kambing, sapi, unta dan lain sebagainya. Selain itu hasil pertanian, hartas hasil perniagaan, dan harta rikaz atau barang temuan.

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Menurut kaidah Islam ada beberapa golongan yang berhak menerima zakat ini. Berikut delapan golongan yang berhak menerima zakat :

  1. Fakir, merupakan golongan orang yang hampir tak mempunyai apapun sehingga tak dapat memenuhi kebutuhannya.
  2. Miskin, merupakan golongan orang yang mempunyai sedikit harta akan tetapi tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan dasar hidupnya.
  3. Amil, merupakan orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat
  4. Mu’allaf, adalah orang yang baru masuk atau beru memeluk agamaIslam.
  5. Hamba Sahaya, adalah orang yang mempunyai kehendak untuk memerdekakan diri.
  6. Gharimin, adalah orang yang mempunyai hutang untuk memenuhi segala kebutuhannya tapi tak sanggup untuk membayarnya, namun disini kebutuhannya adalah yang halal.
  7. Fisabilillah, adalah orang yang berjuang di jalan Allah.
  8. Ibnu Sabil, merupakan golongan orang yang dalam perjalanan namun kehabisan bekal (biaya).

Hikmah Menjalankan Zakat

Dari penjelasan tadi maka zakat ini mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kita bahkan orang lain. Selain kita akan mendapatkan imbalan dari segala hal yang kita lakukan, di sisi lain kita juga sangat membantu orang lain. Baik itu dari segi ekonomi maupun yang lain.

Dan bahkan bisa menghilangkan rasa dengki dan iri hati dari penerima zakat akibat hidupnya yang kekurangan ketika melihat orang-orang yang mempunyai harta berlebih.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang tertera dalam Al-Quran yakni Q.S AT-Taubat: 103 yang berbunyi “Ambillah Zakat dari segala harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu 9 menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Jadi kesimpulannya, sebagai umat islam kita diwajibkan untuk mengeluarkan zakat ketika sudah merasa mampu atau harta yang dimiliki sudah mencapai ketentuan.

Kita tidak perlu takut dengan berzakat harta kita semakin berkurang, karena yakinlah bahwa Allah akan menggantinya dengan pahala yang berlipat-lipat. Selain itu Allah juga mencukupi apapun yang kita butuhkan didunia selama kita mau berzakat.

Demikian ulasan singkat tentang pengertian zakat, macam-macam, syarat dan juga hukumnya. Semoga informasi diatas bermanfaat dan membantu Anda ke depannya.

Cari Artikel di Sini