Bagi anda yang beragama Islam tentunya turut berbahagia pada bulan Dzulhijjah karena bulan tersebut banyak sekali rahmat dan pahala yang dilimpahkan oleh Allah SWT. Berdasarkan hadits peninggalan Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah merupakan hari baik yang dapat dilakukan untuk berjihad dan kembali lagi dengan selamat. Maka dari itu disarankan pada tanggal 1 sampai 10 bulan Dzulhijjah untuk banyak melakukan amalan saleh seperti contohnya dzikir, sholat, puasa sunnah, bersedekah, dan lain sebagainya.

Bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan dimana umat Islam melakukan ibadah Qurban seperti halnya qurban kambing, domba, kerbau, dan unta. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat pun dapat menjalankan perintah agama tersebut dengan cara qurban secara online.

IBADAH QURBAN

Pada satu hari sebelum hari raya Idul Adha, umat Islam akan menjalankan puasa Arafah untuk kemudian dilanjutkan dengan berqurban. Momen berqurban mengandung makna adanya bentuk ketaatan para umat Islam kepada perintah Allah SWT. Hal yang dilakukan setelah melaksanakan solat Idul Adha adalah berqurban. Berqurban dapat dilakukan pada hari pertama sampai hari ketiga Idul Adha atau dinamakan hari tasyrik, namun lebih baik dilakukan sesegera mungkin setelah melaksanakan solat Idul Adha.

Qurban hukumnya Sunnah bagi umat Islam yang mampu. Bagi setiap orang Islam yang mempunyai rezeki berlebih dan dapat menyisihkan sebagian dari rezekinya, maka diwajibkan untuk membeli hewan qurban dan melaksanakan qurban. Meskipun qurban adalah ibadah utama bagi umat Islam, namun ada baiknya anda mengetahui syarat dan rukun dari berqurban agar pahala yang diperoleh dapat maksimal.

QURBAN ONLINE

Di masa sekarang, sudah marak di masyarakat melaksanakan qurban dengan cara online. Untuk dapat melaksanakan qurban onine, anda tinggal mentransfer sejumlah uang kepada panitia qurban seharga hewan qurban yang dipilih, misalnya hewan yang dipilih adalah sapi berarti anda mentransfer sejumlah harga sapi di pasaran. Setelah itu, panitia akan membelikan hewan yang dimaksud atas nama yang melakukan transfer.

Setelah dilakukan penyembelihan, daging tersebut akan dibagi kepada orang orang yang membutuhkan yang berada di wilayah lain diluar tempat tinggal orang yang berqurban. Yang disayangkan adalah kita sebagai konsumen sistem qurban online tidak mengetahui dengan pasti detail proses ketika hewan disembelih dan mekanisme jaminan terhadap hewan yang digunakan untuk berqurban.

HUKUM BERQURBAN DENGAN SISTEM ONLINE

Berdasarkan pendapat para ulama, qurban online memang diperbolehkan karena tidak ada dalil yang melarangnya dengan jelas. Hanya saja, konsekuensi dari qurban online adalah orang yang berqurban tidak dapat menyaksikan langsung kondisi hewan yang diqurbankannya dan proses penyembelihannya. Meskipun begitu, qurban online tetap diperbolehkan karena mengetahui keadaan dan menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban hukumnya adalah sunnah sehingga tidak masalah jika diwakilkan.

Hukum yang selama ini dilaksanakan adalah disunnahkan siapa yang berqurban dapat menyaksikan langsung proses penyembelihan qurban, namun hal ini tetap dapat diwakilkan. Hanya saja, proses ini tidak akan dapat dirasakan oleh orang yang berqurban online. Kelemahan qurban tersebut tentunya didukung dengan adanya ketidaktahuan dari orang yang berqurban tentang kapan tepatnya dilakuan penyembelihan hewan qurban.

Karena tidak ada dalil yang secara tegas melarang qurban online, maka sistem qurban online ini dapat dilaksanakan. Akan tetapi, bagi anda yang memang tidak ada halangan untuk melaksanakan qurban secara mandiri, ada baiknya melaksanakan qurban secara mandiri dan menjalani tiap tiap sunnahnya agar lebih berpahala dan bermanfaat bagi diri sendiri dan pihak pihak yang terkait. Jika memang terpaksa menggunakan qurban online, maka pilihnya pihak penyalur yang benar benar terpercaya agar ibadah anda dapat diterima sempurna oleh Allah SWT.

Cari Artikel di Sini