Pengertian puisi menurut KBBI adalah sebuah ragam sastra yang memiliki bahasa yang terikat oleh rima, irama, dan disusun berdasarkan bait dan larik. Selain itu puisi juga bisa diartikan sebagai suatu sajak di mana bahasa yang digunakan sudah ditata dan dipilih.  Dengan pemilihan kata yang tepat dan sedemikian rupa, maka akan membangkitkan aneka tanggapan dari pembacanya.

Selain itu, pengertian puisi menurut etimologi yaitu berasal dari bahasa Yunani Kuno yakni pocima atau poieo. Dalam bahasa Inggris, kata tersebut berarti I create. Jadi, puisi dapat diartikan sebagai suatu karya tertulis yang diciptakan oleh manusia.

Pengertian puisi secara umum atau berdasarkan Wikipedia adalah seni tertulis yang diciptakan oleh penyair dengan menggunakan bahasa estetis yang memiliki makna semantis. Sedangkan menurut balai pustaka, puisi merupakan gubahan bahasa yang ditata dengan pilihan kata yang cermat sehingga memberikan makna khusus.

Arti Puisi dari Beberapa Ahli

Selain pengertian puisi secara umum, juga terdapat beberapa definisi yang disimpulkan oleh para ahli. Berikut adalah pengertian puisi menurut ahli :

1. Aristoteles

Aristoteles adalah ahli filosofi dan ahli ilmu. Dia mendefinisikan puisi sebagai sebuah fragmen yang mendeskripsikan beberapa genre utama yakni komik dan epic yang tragis. Jadi, sebuah puisi memiliki kualitas berbeda tergantung dari genre yang digunakan.

2. William Shakespeare

Menurut Shakespeare, puisi adalah lirik yang menggunakan berbagai bentuk yang melibatkan emosi dan sudut pandang penulis.

3. Parrine

Parrine menjelaskan bahwa puisi adalah suatu bentuk sastra yang terkonsentrasi dan berbentuk padat. Kepadatan tersebut dikarenakan puisi berisi sedikit kata, namun memiliki makna yang luas.

4. Theodore Watss-Dunton

Watss-Dunton mengartikan bahwa puisi merupakan ekspresi yang memiliki sifat artistic yang dituangkan secara emosional. Sumber dari ekspresi tersebut adalah pikiran manusia yang disusun dalam kata berirama.

5. James Reevas

James Reevas menyatakan bahwa puisi adalah ekspresi dari sebuah penggunaan bahasa yang penuh dengan daya pikat dan kaya makna.

6. Daniel Ward

Daniel Ward juga mengemukakan penjelasan tentang makna puisi. Menurutnya, puisi adalah sebuah kenikmatan yang didapat sama halnya seperti menonton teater yang spektakuler.

7. B. Jassin

Menurut H.B. Jassin, puisi adalah karya sastra dalam bentuk ucapan yang mengandung perasaa, pikiran, dan opini atau pendapat.

8. Sumardi

Sumardi menjelaskan bahwa puisi adalah salah satu karya sastra yang dibentuk dari pemadatan kata serta irama. Kata-kata tersebut terdiri dari kata kiasan yang ditata agar memiliki bunyi yang sama.

9. Herman Waluyo

Apa yang dimaksud puisi menurut Herman Waluyo adalah suatu karya dalam bidang sastra yang menggambarkan perasaan penyair dengan kata-kata imajinatif.

10. Panuti Sudjiman

Panuti Sudjiman juga memberikan definisi tentang puisi. Menurutnya, puisi adalah sebuah karya sastra di mana bahasa yang digunakan terikat oleh irama dan rima.

11. Najid

Najid menjelaskan bahwa puisi adalah sebuah karya sastra yang imajinatif yang mengedepankan unsur fiksi.  Menurutnya, puisi juga memiliki nilai seni dan beragam rekayasa bahasa.

12. Shahnon Ahmad

Pengertian puisi menurut Shahnon Ahmad adalah sebuah karya yang berisi unsur imajinasi, emosi, ide, nada, kiasan, irama, dan juga perasaan. Seluruh unsur tersebut bercampur menjadi satu membentuk karya yang indah.

Definisi puisi menurut beberapa ahli modern adalah suatu wujud dari imajinasi ataupun ungkapan hati seorang penyair yang dapat mempengaruhi pembacanya. Walaupun pusi memiliki bentuk yang singkat dan padat, kebanyakan orang akan sulit dalam menyampaikan dan menjelaskan maknanya.

Unsur Puisi

Berdasarkan pengertian dari para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa puisi memiliki unsur tertentu. Unsur-unsur tersebutlah yang membedakan puisi dengan karya sastra lainnya. Unsur puisi yang paling umum digunakan adalah unsur batin dan unsur fisik.

1. Unsur Batin

Unsur batin meliputi tema atau makna yang ingin disampaikan penyair, rasa, nada, dan tujuan. Tema merupakan unsur yang paling penting dalam sebuah puisi. Dengan adanya tema, maka puisi tersebut akan dengan mudah ditafsirkan maknanya.

Selain itu, puisi juga dibentuk dengan mengedepankan unsur rasa. Sebuah puisi yang dapat menyentuh perasaan pembaca ataupun pendengar tergolong puisi yang indah.  Pengungkapan rasa agar sampai kepada audiens dapat dilakukan dengan cara memilih kata dan padu padan yang tepat. Rasa dalam sebuah puisi biasanya juga berkaitan dengan latar belakang sang penulis, misalnya latar belakang pendidikan, agama, dan sosial.

Nada dan tujuan merupakan dua fundamental suatu puisi. Penciptaan puisi pastilah memiliki tujuan. Sedangkan nada berkaitan erat dengan rasa dan makna yang akan disampaikan oleh penyair. Jika seorang penyair tidak dapat menyampaikan puisi dengan nada yang sesuai, maka pesan atau maknanya tidak akan tersampaikan.

2. Unsur Fisik

Yang selanjutnya adalah unsur fisik. Unsur fisik juga merupakan salah satu faktor yang berhubungan struktur puisi. Unsur fisik atau struktur puisi ini meliputi tipografi, diksi, imajinasi, gaya bahasa, rima dan juga irama.

Tipografi merupakan sebuah format puisi. Hal ini berkaitan dengan bagaimana puisi tersebut ditampilkan, berapa baris yang akan digunakan, serta tepi penulisan. Tampilan puisi ini juga akan sangat berpengaruh terhadap pemaknaan.

Struktur berikutnya yang harus diperhatikan adalah diksi atau pemilihan kata. Seorang penyair harus dapat memilih kata yang tepat agar dapat menghasilkan puisi yang indah.  Pengungkapan perasaan melalui diksi yang tepat juga sangat penting. Penggunaan kata konkret dalam pembuatan puisi juga sangat dibutuhkan. Semakin banyak kata konkret, maka pembaca atau pendengar dapat menangkap maksud dari puisi tersebut.

Selain itu, seorang penyair haruslah memiliki imaji yang kuat dan luas. Ketika menulis puisi, bisa saja penyair membayangkan hal yang pernah terjadi dalam hidupnya. Penggunaan imaji ini dapat memperkuat pengalaman indrawi agar dapat tersampaikan kepada para pembaca. Sehingga pembaca atau pendengar dapat merasakannya melalui pendengaran, penglihatan ataupun perasaan.

Puisi tak selalu sama dari satu penyair dengan penyair lainnya. hal tersebut bisa dikarenakan oleh penggunaan gaya bahasa yang berbeda. Terkadang, penggunaan gaya bahasa ini dapat menimbulkan kesan figurative dan efek konotatif. Dalam sastra bahasa Indonesia, gaya bahasa disebut juga dengan majas. Majas atau gaya bahasa yang biasa digunakan dalam puisi adalah metafora, repetisi, ironi, dan lainnya.

Selain itu, yang membedakan puisi dengan karya sastra lainnya adalah adanya rima dan irama. Persamaan bunyi atau rima dalam sebuah puisi sangat penting untuk menimbulkan efek estetis. Rima atau penyesuaian bunyi ini dapat diletakkan dibagian depan, tengah, ataupun belakang. Rima memiliki beberapa bentuk yaitu onomatope, bunyi intern, dan pengulangan kata.

Onomatope adalah pemilihan kata yang memiliki tujuan untuk meniru suara lain. Contohnya saja suara burung, kodok, dan lainnya. sedangkan rima yang berbentuk intern adalah pengulangan bunyi yang termasuk asonansi, aliterasi, repetisi, dan sebagainya. Yang terakhir adalah pengulangan kata. Pengulangan kata ini bisa menentukan panjang pendek maupun tinggi rendahnya suara.

Jenis-Jenis Puisi

Setelah mengetahui apa itu puisi serta unsur-unsur pembentuknya, sekarang waktunya membahas tentang macam-macam puisi. Puisi memiliki beragam bentuk dan macam sesuai dengan aturan di penulis. Pada umumnya, puisi dibagi menjadi puisi lama dan puisi baru.

Pengertian puisi lama adalah puisi yang ditulis berdasarkan aturan misalkan jumlah kata, jumlah baris jumlah suku kata dalam satu baris.Berikut adalah penjelasan dan contoh dari puisi lama:

  1. Syair: yakni puisi yang memiliki empat baris dan memiliki akhiran bunyi yang sama.
  2. Mantra: yakni ucapan yang dipercaya banyak orang memiliki efek magis.
  3. Pantun: yakni puisi lama yang terdiri dari empat baris yang memiliki rima ab-ab
  4. Gurindam: yakni puisi yang hanya memiliki 2 baris yang memiliki kalimat dengan rima yang sama pula.

Selanjutnya adalah puisi baru. Puisi baru merupakan salah satu jenis puisi yang tidak terlalu terikat aturannya. Macam-macam puisi baru yaitu:

  1. Balada: yaitu sajak sederhana tentang kisah rakyat jelata yang menyedihkan. Balada biasanya dibacakan dengan nyanyian ataupun dialog.
  2. Satire: yaitu puisi yang didalamnya terkandung sindiran dan kritis.  Puisi jenis ini sudah jarang ditemukan. Bahasa yang digunakan yaitu dalam bentuk ironi, parody, ataupun sarkasme.
  3. Elegy: yaitu syair atau yang disebut sebagai nyanyian yang biasa disampaikan saat berduka.
  4. Romansa: yaitu jenis puisi yang isinya curhatan dan juga kisah kasih.

Pengertian puisi di atas hanya sebagian saja karena masih banyak lagi penyair lain yang menjelaskan pengertian puisi.

Cari Artikel di Sini