Jika anda sudah mempunyai pekerjaan yang tetap, berpenghasilan tetap, dan hidup layak, maka sudah saatnya kini mewujudkan goals jangka panjang seperti halnya merencanakan pernikahan, membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah, membeli kendaraan dengan sistem kredit, ataupun melanjutkan pendidikan menggunakan tabungan pendidikan.

Satu hal yang tidak luput untuk diperhatikan adalah perihal investasi. Investasi menjadi satu hal yang begitu penting dan bisa menjadi satu tujuan yang anda capai terlebih dulu sebelum mencapai goals yang lainnya.

Dari sekian banyak produk investasi yang bisa anda pilih, setidaknya ada 7 macam investasi yang bisa anda pilih, yaitu tabungan, reksa dana, obligasi, saham, properti, emas, dan deposito. Masing masing produk investasi tersebut tentunya mempunyai keuntungan dan kekurangannya masing masing.

Maka dari itu, agar anda tidak jatuh pada lubang yang dalam, anda harus banyak mencari tahu dan mengumpulkan informasi terkait dengan produk investasi ini.

Dari ketujuh produk investasi tadi, obligasi merupakan salah satu bentuk investasi yang banyak disukai orang orang. Berdasarkan data yang ada pada Obligasi Negara Ritel, terdapat peningkatan jumlah pembelian obligasi yang dilakukan oleh para investor.

Dari tahun ke tahun jumlah ini semakin bertambah dihitung sejak pertama kali diterbitkannya obligasi pada tahun 2006 lalu. Hal ini membuktikan bahwa obligasi masih menjadi primadona investasi bagi sebagian orang.

Definisi Obligasi

Obligasi merupakan suatu istilah dalam lapangan pasar modal yang berarti sebuah surat pernyataan adanya utang dari penerbit obligasi kepada pihak yang memegang obligasi. Penerbit obligasi dapat dikatakan sebagai pihak yang mempunyai utang, sedangkan pemegang obligasi adalah pihak yang mempunyai piutang yang harus dibayarkan.

Dalam sebuah obligasi, terdapat ketentuan mengenai jatuh tempo pembayaran berikut besaran bunganya atau disebut sebagai kupon sebagai suatu kewajiban dari penerbit obligasi terhadap orang yang memegang obligasi. Jangka waktu yang ditentukan dalam obligasi biasanya antara satu hingga sepuluh tahun.

Obligasi diterbitkan dengan alasan untuk dijadikan salah satu upaya menghimpun dan mengumpulkan dana dari masyarakat yang nantinya dapat dipakai sebagai salah satu sumber dalam hal pendanaan. Dalam bisnis, obligasi diadakan guna memberikan dana segar agar sebuah usaha dapat tetap terus berjalan. Dari sisi Negara, obligasi ini dipandang sebagai sumber pendanaan yang dapat dipakai untuk pembiayaan defisit APBN.

Kelebihan Obligasi

Sebagai salah satu instrumen dalam investasi, obligasi mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah :

  1. Keuntungan yang didapat nantinya dapat berupa 2 jenis kupon, yaitu kupon tetap dan kupon mengambang.  Meskipun terdapat beberapa jenis obligasi yang mempunyai zero kupon.
  2. Keuntungan yang didapat diperoleh atas adanya selisih dari harga obligasi yang telah diperdagangkan terlebih dulu.
  3. Investasi yang aman karena terdapat jaminan dasar hukum yang jelas dalam Undang undang Nomor 19 Tahun 2008.
  4. Kupon dalam obligasi nilainya lebih besar dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga deposito.
  5. Terdapat fleksibilitas apabila akan diperdagangkan di pasar sekunder.
  6. Dapat dijadikan sebagai agunan atau jaminan.

Kelemahan Obligasi

Sebagai salah satu bentuk investasi, tentunya obligasi juga mempunyai beberapa kekurangan yang dapat menjadi perhatian anda, yaitu :

  1. Penerbit obligasi mempunyai risiko gagal bayar sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak.
  2. Obligasi sangat rentan atas perubahan suku bunga, kondisi politik, dan iklim ekonomi.
  3. Menjual obligasi yang belum jatuh tempo pada pasar sekunder malah akan menimbulkan berbagai kerugian dan efek negatif bagi sang investor karena harga jualnya akan sangat jauh lebih rendah dari harga belinya.

Jenis-Jenis Obligasi

Ditinjau dari subyek yang mengeluarkan, obligasi dapat dibagi menjadi :

  1. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
  2. Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah, dan
  3. Municipal Bond atau obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah yang digunakan sebagai dana talangan dalam sebuah proyek tertentu skala daerah.

Selain jenis obligasi biasa sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, dikenal juga obligasi konversi yaitu sebuah obligasi yang dapat ditukar dengan saham biasa dengan kisaran harga tertentu. Obligasi ini merupakan suatu hal yang sangat menarik bagi emiten karena dapat diarahkan pada investor guna peningkatan penjualan obligasi.

Obligasi juga dapat dibedakan menjadi :

  1. Obligasi fixed rate, yaitu obligasi yang memberikan bunga tetap.
  2. Obligasi floating rate, yaitu obligasi yang memberikan bunga mengambang disesuaikan dengan bunga yang ada di pasaran, dan
  3. Obligasi zero coupon, yaitu obligasi dengan bunga 0 % atau obligasi yang menawarkan satu kali aliran kas saja yang masuk saat jatuh tempo. Tentunya obligasi jenis ini dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan jenis obligasi sebelumnya.

Manfaat Investasi Obligasi

Ada beberapa manfaat jika anda melakukan investasi dengan obligasi, tentunya yang pertama anda akan mendapatkan bunga secara reguler maupun jatuh tempo dengan presentase tertentu, capital gain, hak klaim pertama saat emiten bangkrut atau dilikuidasi, serta konversi obligasi menajdi saham dengan harga tertentu.

Resiko Investasi Obligasi

Meskipun begitu anda tetap harus siap dengan berbagai risiko yang mungkin akan timbul jika memilih untuk berinvestasi dengan obligasi, diantaranya :

  1. Risiko gagal bayar
  2. Capital loss, ataupun
  3. Capability.

Cari Artikel di Sini