Contoh dan Jenis-jenis Manajemen

Dari definisi serta penjabaran yang telah diuraikan diartikel sebelumnya, kita tahu bahwa inti dari manajemen ialah mengatur orang lain supaya tujuan yang telah ditentukan bisa tercapai dengan lebih cepat dan efisien.

Jika tidak ada manajemen yang baik maka tentu sangat sulit agar bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan. Karena itulah dalam ilmu manajemen, hal-hal yang perlu diatur (obyek) manajemen itu seperti sumber daya manusianya, waktu, tenaga, alat, dan semua hal yang bisa membantu pencapaian tujuan.

Dalam penerapannya, ada banyak macam-macam manajemen yang bisa digunakan tergantung pada tujuan maupun kondisi di lapangannya, adapun jenis-jenis manajemen antara lain :

1. Manajemen Marketing / Manajemen Pemasaran

(gambar : ilmuakuntansi.web.id)

Pengertian manajemen marketing atau pemasaran adalah seni atau cara-cara yang perlu dilakukan untuk mencapai segala target dan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, dengan memanfaatkan, memaksimalkan serta mempretimbangan sumber daya dan peluang yang ada. Kemudian setelah dilakukan maka diukur apakah strategi tersebut efektif atau tidak.

Manajemen ini sangat penting diperhatikan terutama pada perusahaan, baik skala kecil maupun besar. Setiap definisi marketing dan pemasaran harus menguasai manajemen pemasaran ini terutama kepala marketingnya.

Karena, marketing adalah ujung tombak kehidupan perusahaan. Jika marketingnya lemah maka pendapatan yang masuk tentu akan minimal, jika pendapatan minimal otomatis keadaan keuangan perusahaan akan melemah.

2. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Manajemen K3)

Manajemen K3
Manajemen K3 adalah penerapan manajemen yang sangat penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan pekerja (gsb.stanford.edu)

Pengertian atau definisi manajemen keselamatan & kesehatan kerja (Manajemen K3) adalah manajemen yang diaplikasikan / diterapkan pada lingkungan kerja, mulai dari struktur organisasi, dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan di lapangan, prosedural, maupun segala sumber daya yang diperlukan guna untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, ideal, efisien dan tentunya aman.

Manajemen K3 ini sangat penting diterapkan terutama di lingkungan kerja yang membutuhkan keterampilan dan kehati-hatian yang tinggi, misalkan di proyek bangunan, pertambangan, laboratorium, pabrik, dll.

Jika tidak diterapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang baik maka akan sangat mudah terjadinya kecelakaan dan ketidak efisien pekerjaan, baik dari level pekerja hingga direktur utama.

Apabila manajemen k3 diterapkan dengan baik di perusahaan, maka tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya akan lebih mudah dicapai, karena sudah ditentukan SOP dan blueprintnya sehingga apabila terjadi pergantian karyawan ataupun direksi tidak terlalu berpengaruh pada produktivitas kerja.

Jika tidak ada SOP yang telah ditentukan, maka jika ada karyawan baru, direksi baru otomatis semuanya harus mengulang dari awal. Dan ini tidak baik untuk perusahaan, karena sangat tidak efisien.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Manajemen SDM
Manajemen Sumber Daya Manusia (Gambar : projectsgeek.com)

Pengertian manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) ialah salah satu cabang ilmu manajemen yang secara spesifik mempelajari hubungan / relasi / networking antar manusia baik secara personal maupun secara organisasi / tempat kerja (obyek utamanya adalah manusia) supaya setiap orang bisa melakukan kerja sama yang efisien dan efektif sehingga tujuan yang ditetapkan bisa dicapai dengan baik.

Manajemen SDM ini biasa ditemukan disebuah organisasi, lembaga, maupun perusahaan baik skala kecil maupun besar seperti lembaga pemerintahan maupun perusahaan multi nasional.

Manajemen SDM sangat penting untuk dipelajari, karena jika dalam sebuah organisasi terdapat hubungan yang kurang harmonis dari setiap manusia yang ada didalamnya maka roda kegiatan organisasi tersebut tentu tidak bisa berputar dengan efisien, hal ini akan berdampak pada tujuan organisasi yang sulit untuk dicapai.

4. Manajemen Diri dan Emosi

Cara Manajemen Diri
Tips Manajemen Diri Menulis Visi dan Misi (klipfolio.com)

Pengertian atau definisi manajemen emosi / manajemen diri adalah sebuah seni atau cara untuk mengendalikan emosi yang terdapat pada diri manusia, supaya emosi tersebut dapat disalurkan dengan baik sehingga bisa menyelesaikan suatu masalah dengan lebih cepat, efisien dan lebih baik.

Manajemen emosi ini sangatlah penting untuk dimiliki jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Karena, hampir mustahil seseorang bisa mencapai derajat yang tinggi baik dari segi keilmuan maupun harta jika tidak memiliki manajemen diri yang baik.

Misal jika Anda boros dalam mengatur keuangan, maka mustahil bisa cepat kaya. Salah satu syarat biar cepat kaya adalah memanajemen keuangan pemasukan dan pengeluaran dengan baik. Untuk bisa memanajemen keuangan dengan baik, diperlukan manajemen emosi yang baik juga.


Salah satu contohnya adalah dengan tidak terlalu tergiur membeli barang-barang yang bersifat konsumtif. Belilah barang yang memang diperlukan, jangan menuruti gengsi ataupun gaya hidup. Karena ini tidak akan ada habisnya.

5. Manajemen Organisasi

Fungsi Penting Manajemen Organisasi

Organisasi tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya sebuah manajemen yang benar (Tonex Training)

Definisi / pengertian manajemen organisasi adalah cabang ilmu manajemen yang fokus mempelajari proses pengorganisasian dari proses perencanaan hingga pelaksanaan dan pengendalian (kontrol), serta memimpin setiap sumber daya yang ada pada suatu organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam suatu organisasi, baik organisasi profit maupun non profit pastilah memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Mustahil tujuan tersebut bisa dicapai jika tidak ada manajemen organisasi yang baik dalam organisasi tersebut.

Manajemen organisasi ini berkaitan erat dengan manajemen sumber daya manusia. Karena dalam organisasi obyek utamanya adalah manusia-manusia yang ada didalamnya.

Jadi, fokus pada manajemen organisasi ini pada manusianya, kemudian baru pada elemen-elemen pendukungnya.

6. Manajemen Laboratorium

Manajemen Laboratorium

Manajemen Laboratorium (Gambar : www.bnl.gov)

Pengertian dari manajemen laboratorium adalah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk menggerakkan orang-orang yang ada dalam laboratorium tersebut (pimpinan hingga pengguna lab) supaya bisa mengelola dan memanfaatkan laboratorium sesuai dengan SOP / standard yang telah ditentukan.

Setiap laboratorium yang baik pasti memiliki manajemen laboratorium yang efektif pula. Mulai dari tingkatan pimpinan, penanggung jawab lab, hingga pengguna lab sehingga keselamatan saat menggunakan laboratorium lebih terjamin.

Hal ini sangat penting, apalagi jika laboratorium kimia. Jika tidak ada SOP yang benar, maka bisa-bisa keselamatan pengguna lab tidak terjamin yang berakibat pada kecelakaan kerja.

7. Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas) / Public Relation

manajemen humas

bentuk dari manajemen humas (image : rainbowshine999.blogspot.com)

Definisi manajemen hubungan masyarakat / humas / PR adalah cabang ilmu manajemen yang mempelajari tentang proses / usaha yang bertujuan untuk membangun serta mempertahankan reputrasi, komunikasi maupun citra yang baik serta bermanfaat antara suatu perusahaan/organisasi dengan masyarakat setempat.

Setiap organisasi maupun perusahaan pasti punya divisi humas, ini penting karena divisi ini yang mengatur komunikasi dari pihak eksternal dengan internal perusahaan. Jadi, perlu adanya manajemen PR yang efisien supaya tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik dan efisien.

8. Manajemen Keuangan

Jenis Manajemen Keuangan
Klasifikasi dalam Manajemen Keuangan / Financial (businessjargons.com)

Definisi manajemen keuangan ialah salah satu cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk mengatur dan mempelajari arus keuangan (cashflow) organisasi/perusahan / personal supaya arus keuangannya stabil dan besar pengeluaran tidak lebih besar daripada pendapatan.

Manajemen keuangan ini sangatlah penting karena jika tidak ada manajemen keuangan yang baik maka kesehatan keuangan organisasi / perusahaan akan tidak sehat.

Jika tidak sehat maka umur dari perusahaan tidak akan bertahan lama, karena walau bagaimanapun profit / income adalah nyawa dari suatu perusahaan. Tanpa adanya uang yang masuk maka perusahaan tidak bisa menggaji karyawaran dan membayar tagihan-tagihan lainnya.

9. Manajemen Persediaan

Definisi manajemen persediaan ialah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk menjaga stok barang dari sebuah perusahaan / badan usaha supaya stok yang tersedia aman.

Manajemen persediaan ini hampir sama dengan manajemen gudang, hal ini sangat penting terutama bagi perusahaan dalam skala besar.

Setiap arus barang yang masuk dan keluar dari gudang harus dicatat supaya stok barang yang ada aman. Karena, jika tidak ada manajemen stok yang baik maka pencatatan barangnya akan buruk, dan ini akan sangat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

10. Manajemen Kewirausahaan / Bisnis


Unsplash/Firza Pratama

Pengertian manjemen kewirausahaan adalah cabang ilmu manajemen untuk mengelola suatu bisnis dan usaha agar bisnis tersebut kondisi keuangannya stabil dan atau naik yang berefek pada kesejahteraan karyawan, dalam manajemen bisnis diperlukan kemampuan untuk manajemen sumber daya manusia, manajemen emosi, keuangan, pemasaran dan manajemen persediaan.

Suatu perusahaan tidak akan berkembang jika pihak manajemennya buruk, karena jika pihak manajemennya tidak  efektif maka roda organisasi internal perusahaan akan tidak sehat. Dan ini bisa berdampak pada semua divisi perusahaan, yang apabila tidak bisa diantisipasi maka perusahaan bisa terancam bangkrut.

11. Manajemen Resiko

Resiko ada itu bukan untuk dihindari, tapi dinikmati. Anggap saja itu rintangan sama seperti saat bermain game, kalau tidak ada rintangannya tidak seru

Definisi manajemen risiko adalah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk melakukan pendekatan yang terstruktur sesuai dengan metodologi untuk mengelola ketidakpastian / resiko yang berkaitan erat dengan ancaman baik dari internal maupun eksternal.

Manajemen resiko ini penting terutama dalam perusahaan yang memiliki resiko kerja tinggi, seperti pertambangan, transportasi udara, proyek pembangunan, dll. Supaya resiko yang ada bisa diminimalisir.


Leave a Comment