Definisi Umum Ekonomi Syari’ah

Pengertian Ekonomi syariah adalah salah satu dari sekian banyak cabang ilmu pengetahuan yang berupaya memandang, menganalisis, dan menyelesaikan masalah-masalah ekonomi dengan cara-cara yang dianut dalam Islam berdasarkan ajaran agama Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Ekonomi syariah sendiri mempunyai dua hal pokok yang menjadi landasan hukumnya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah dimana kedua landasan tersebut secara konsep dan prinsip adalah tetap dan tidak dapat diubah-ubah.

Tujuan Ekonomi Syari’ah

Tujuan adanya ilmu ekonomi syariah tentu saja sejalan dengan tujuan dari syariat Islam (Maqashid asy syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat melalui sebuah tata kehidupan yang baik dan terhormat. Setidaknya terdapat tiga sasaran hukum Islam yang menunjukkan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmatan lil ‘alamin, yaitu :

  1. Penyucian jiwa agar setiap umat muslim dapat menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan juga lingkungannya.
  2. Tegaknya keadilan dalam sebuah lingkup masyarakat yang mencakup bidang hukum dan muamalah.
  3. Tercapainya maslahah dengan lima jaminan dasar yaitu keselamatan keyakinan agama, keselamatan jiwa, keselamatan akal, keselamatan keluarga dan keturunan, serta keselamatan harta benda.
  4. Pemenuhan kebutuhan dasar bagi manusia berupa sandang, pangan, papan, kesehatan, dan juga pendidikan.
  5. Memberikan kesamaan kesempatan bagi setiap individu.
  6. Mencegah terjadinya suatu pemusatan kekayaan dan meminimalisir ketimpangan dana distribusi pendapatan dan kekayaan di masyarakat.
  7. Memastikan untuk setiap orang diberi kebebasan mematuhi nilai-nilai moral.
  8. Memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Prinsip Ekonomi Syari’ah

Pelaksanaan ekonomi syariah setidaknya menganut beberapa prinsip berikut :

  1. Berbagai sumber daya dilihat sebagai pemberian dan titipan dari Alloh SWT.
  2. Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batasan tertentu.
  3. Kekuatan penggerak utama Ekonomi Syariah adalah adanya kerjasama.
  4. Ekonomi syariah menolak adanya akumulasi kekayaan yang hanya dikuasai beberapa orang saja.
  5. Ekonomi syariah menjamin kepemilikan masyarakat dan digukan untuk kepentingan banyak orang.
  6. Seorang muslim haruslah takut kepada Alloh SWT dan hari akhir.
  7. Zakat harus dibayarkan atas suatu kekayaan yang memenuhi nisab.
  8. Islam melarang riba dalam berbagai bentuk.

Manfaat Ekonomi Syari’ah

Pengamalan ekonomi syariah mendatangkan banyak manfaat seperti mewujudkan integritas muslim yang kaffah, mendapatkan keuntungan dunia maupun akhirat, mengandung unsur ibadah sehingga menambah pahala, mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat, dan juga secara tidak langsung mendukung gerakan amar ma’ruf nahi munkar karena dana yang terkumpul pada lembaga keuangan syariah hanya dapat digunakan untuk usaha-usaha ataupun proyek yang halal.

Perbedaan Ekonomi Islam dengan Konvensional

Dalam mempelajari Ekonomi Islam, tentunya tidak lepas dari perbandingan dengan Ekonomi Konvensional. Meskipun obyeknya sama-sama manusia sosial, namun dalam Ekonomi Islam lebih religius. Dalam ilmu Ekonomi Islam, masalah ditangani dengan menentukan prioritas. Sedangkan dalam ilmu ekonomi konvensional, masalah ditangani sesuai dengan keinginan individu.

Dalam ilmu Ekonomi Islam, pilihan alternatif kebutuhan ditentukan dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan dalam ilmu Ekonomi Konvensional, pilihan alternatif kebutuhan dituntun oleh kepentingan individu yang mencerminkan egoisme. Sistem pertukaran dalam Ekonomi Islam dituntun oleh etika yang Islami, sedangkan dalam Ekonomi Konvensional dituntun oleh kekuatan pasar.

Berdasarkan perbedaan tersebut, dapat diketahui bahwa Ekonomi Islam tidak hanya fokus mempelajari individu sosial, namun juga mempelajari bakat religius mereka. Perbedaan timbul dikarenakan adanya prinsip bahwa Ilmu Ekonomi Islam dikendalikan menggunakan nilai-nilai dasar dalam Islam, sedangkan ekonomi konvensional mayoritas dikendalikan oleh kepentingan individu.

Cari Artikel di Sini