Pengertian Akuntansi Keuangan adalah: Fungsi, Tujuan, Dasar

Akuntansi Keuangan menjadi bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan penyajian akuntansi keuangan suatu perusahaan kepada pihak lain. Laporan tersebut berbentuk neraca, rugi laba, arus kas, perubahan modal dan beberapa laporan lainnya. Prinsip utama dari akuntansi keuangan yaitu Aset = Liabilitas + Ekuitas.

Definisi Umum Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan dapat diartikan sebagai bidang dari akuntansi yang berfokus pada keuangan seperti laporan keuangan. Laporan keuangan ini akan banyak dimanfaatkan untuk berbagai pihak dengan tujuan yang berbeda-beda. Nah Akuntansi keuangan mencakup itu semua.

Akuntansi Keuangan akan memudahkan kita untuk mengurus laporan keuangan mulai dari tahap awal seperti pencatatan transaksi, aset, hutang, debit, kredit dan lainnya hingga ketahap analisa dalam bentuk laporan.

Pengertian Akuntansi Keuangan Menurut Para Ahli

Akuntansi Keuangan menjadi bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar seperti investor, pemasok, pemegang saham, dan pemerintah. Ada beberapa pengertian akuntansi keuangan menurut ahli yang bisa menjadi referensi Anda.

1. Niswonger, Fess dan Warrant (1999:10)

Niswonger, Fess dan Warrant merupakan salah satu ahli ekonomi yang menjelaskan mengenai akuntansi keuangan. Pengertian Akuntansi Keuangan menurut ketiga ahli tersebut adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan data kegiatan ekonomi suatu perusahaan. Laporan tersebut berguna untuk lembaga pemerintah, pemilik, kreditor, dan masyarakat dalam mengambil keputusan.

2. Donald E. Kieso Etal (2008:2)

Menurut Donald E Kieso, Akuntansi keuangan adalah proses yang berakhir pada pembuatan akuntansi keuangan menyangkut perusahaan secara menyeluruh. Laporan tersebut bisa digunakan oleh pihak-pihak internal atau pihak eksternal.

3. Martini (2012:8)

Menurut Martini, Akuntansi keuangan berorientasi pada pelaporan pihak eksternal. Banyak pihak eksternal dengan tujuan spesifik masing-masing. Pihak penyusun akuntansi keuangan menggunakan prinsip dan asumsi-asumsi dalam menyusun akuntansi keuangan tersebut. Oleh karena itu diperlukan standar akuntansi yang bisa dijadikan sebagai pedoman penyusun maupun pembaca akuntansi keuangan agar Manfaat Akuntansi Keuangan bisa terwujud.

4. Jogianto (1997:54)

Definisi Akuntansi Keuangan menurut Jogianto adalah penyajian suatu informasi yang relavan berupa laporan-laporan periodik atau berkala. Misalnya income statement, balance sheet, retained, earning, dan laporan perubahan modal yang berguna bagi pihak internal dan eksternal perusahaan. Pihak internal dari perusahaan yaitu pihak manajemen dan pihak eksternal yaitu sebagai dasar pengambilan keputusan.

5. Kieso & Weygant [intermediate Accounting, 2000:6]

Definisi Akuntansi Keuangan menurut kieso dan weygant adalah serangkaian proses yang berujung pada penyusunan laporan keuangan yang berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan untuk digunankan oleh pengguna laporan keuangan baik internal maupun eksternal perusahaan.

6. Sugiarto [Pengantar Akuntansi:2002]

Akuntansi Keuangan menurut sugiarto adalah bidang dalam akuntansi yang berfokus pada penyiapan laporan keuangan suatu perusahaan yang dilakukan secara berkala. Laporan ini sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang saham. Persamaan akuntansi yang digunakan adalah Aset = Ekuitas + Liabilitas yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

Artikel Terkait : Apa Fungsi Akutansi Manajemen?

Fungsi Akuntansi Keuangan

Fungsi utama dari akuntansi keuangan memberikan informasi terkait keuangan perseorangan, organisasi ataupun perusahaan. Informasi ini dapat digunakan untuk melihat keadaan keuangan dan apa saja yang telah terjadi didalamnya. Selain itu bagi pihak manajemen informasi ini sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Selain fungsi utama diatas ada juga beberapa fungsi dari akuntansi keuangan inii diantaranya adalah

  1. Pemegang saham, informasi dari akuntansi keuangan memungkinan mereka menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.
  2. Investor, akuntansi keuangan mampu membuat investor berpikir dalam penanaman modal yang akan dikeluarkan. Penanaman modal sangat rentan terhadap risiko, oleh karena itu mereka membutuhkan informasi data keuangan apakah dana yang diinvestasikan layak atau tidak.
  3. Supplier, informasi akuntansi keuangan berguna untuk penilaian mereka apakah tagihan penjualan mereka bisa dibayar oleh pihak perusahaan ketika jatuh tempo.
  4. Pemerintah, informasi akuntansi keuangan berguna untuk penetapan kebijakan pajak yang harus dibayar dan data statistik pendapatan nasional.

Tujuan Akuntansi Keuangan

Ada beberapa tujuan akuntansi keuangan menurut PS4K yaitu:

  1. Memberikan informasi dan data keuangan yang berguna untuk membantu para pengguna akuntansi keuangan untuk memprediksi potensi perusahaan tersebut dalam memperoleh laba yang akan mendatang.
  2. Memberikan informasi yang berkaitan dengan perubahan-perubahan yang ada pada sumber ekonomi dan kewajiban dari perusahaan
  3. Memberikan informasi keuangan mengenai modal, kewajiban dan sumber ekonomi perusahaan secara handal dan dapat dipercaya.
  4. Menyampaikan informasi lain yang relevan dengan akuntansi keuangan untuk dapat digunakan oleh pihak-pihak pengguna akuntansi keuangan.
akuntansi keuangan berfungsi sebagai alat analisa keadaan keuangan perusahaan (image: pengetahuansekitarku.blogspot.com)
akuntansi keuangan berfungsi sebagai alat analisa keadaan keuangan perusahaan (image: pengetahuansekitarku.blogspot.com)

Dasar Akuntansi Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Ada dasar-dasar Akuntansi Keuangan yang perlu anda ketahui untuk bisa memahami dan menguasai akuntansi. Sebelum mengetahui dari dasar akuntansi keuangan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai Makna Akuntansi Keuangan bagi berbagai pihak. Akuntansi disebut juga sebagai seni mencatat karena terdapat beragam dasar persamaan akuntansi yang sama.

1. Nama dan Nomor Akun

Dasar Akuntansi Keuangan yang pertama yaitu nama dan nomor akun. Akun berarti tempat menampung catatan aktivitas yang dibuat secara kronologis berdasarkan sistem urut tertentu. Urutan tersebut biasanya sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.

Kode akun merupakan nomor atau simbol tertentu yang telah melekat pada tiap-tiap akun. Kode akun  digunakan untuk memudahkan pengelompokan akun yang tercatat pada jurnal yang nantinya akan dimasukan ke dalam buku besar.

2. Konsep Debet dan kredit

Debet dan kredit merupakan dua konsep yang berlawanan namun saling seimbang. Debet adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk biaya dan aset. Kegunaan Akuntansi Keuangan konsep ini yaitu untuk mengetahui penambahan biaya atau aset. Jika ada biaya atau aset mengalami penambahan harus di debet di sebelah kiri.

Kredit adalah posisi akun yang saldonya normal untuk pendapatan, hutang, dan modal yang diletakkan disebelah kanan pada jurnal. Saldo kredit yaitu ketika akun pendapatan, hutang dan pendapatan mengalami penambahan haus di kredit atau ditambah di sebelah kanan. Ketika kredit mengalami pengurangan, maka ditulis di sebelah debet.

3. Jurnal

Jurnal menjadi salah satu Contoh Akuntansi Keuangan yang mudah dipahami. Jurnal yaitu lembar kerja yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi pada perusahaan. Penjumlahan merupakan proses mencatat transaksi-transaksi dari bukti-bukti yang ada ke dalam jurnal. Ada beberapa jenis jurnal yaitu :

  • Jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara lebih rinci. Jurnal dibuat untuk mencatat ketika terjadinya penyusutan aset tetap perusahaan. Ada kolom yang wajib terdapat pada jurnal umum adalah tanggal, nomor, akun, nomor referensi, kolom nominal debet dan kredit.
  • Jurnal Khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi khusus. Transaksi khusus tersebut berkaitan dengan pembelian dan penjualan perusahaan.
  • Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas adalah jurnal yang berkaitan dengan masuk keluarnya kas sebuah perusahaan.
  • Jurnal Penutup adalah Buku Akuntansi Keuangan yang disusun untuk menutup akun-akun pendapatan dan biaya (laba – rugi).
  • Jurnal Pembalik adalah jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi baru. Jurnal ini berguna untuk membalik akun jurnal penyesuaian tertentu. Fungsinya yaitu untuk menyesuaikan akun-akun yang telah dibuat jurnal penyesuaian pada akhir periode.

4. Pemostingan Jurnal ke Buku Besar

Buku besar sering disebut juga Ledger adalah kumpulan transaksi suatu akun. Teknik dari Konsep Akuntansi Keuangan yang satu ini adalan setelah semua transaksi tercatat ke dalam jurnal, maka dilakukan posting atau pemindahan jurnal ke dalam buku besar. Pemasukan tersebut disesuaikan dengan tiap-tiap nama akun yang ada. Satu nama akun akan mempunyai satu buku besar.

Setiap transaksi yang terkait dengan satu jenis akun akan dimasukkan ke dalam satu buku besar. Misalnya transaksi-transaksi kas dimasukan ke dalam buku besar kas hingga seluruh transaksi dari jurnal sudah dipindahkan ke dalam buku besar. Semua akun pada buku besar akan memiliki nilai saldo masing-masing yang akan dimasukkan ke dalam neraca.

5. Membuat Neraca Percobaan

Neraca percobaan sebenarnya sama seperti neraca biasanya. Pembuatan neraca percobaan perlu diaplikasikan untuk mengetahui dan menyimpan informasi apakah pencatatan telah akurat dan benar sesuai debet dan kreditnya.

Jika pencatatan sudah sesuai, nilai nominal pada sisi debet tentu akan sama dengan nilai nominal pada sisi kredit. Ketika keduanya telah sesuai, maka disebut dengan balance atau seimbang. Jika terjadi ketidakseimbangan pada Objek Akuntansi Keuangan, maka neraca yang dibuat masih salah.

6. Penyajian Laporan keuangan

Penyajian laporan keuangan merupakan salah satu Profesi Akuntansi Keuangan. Penyajian laporan keuangan bisa dibuat ketika dalam neraca percobaan yang sebelumnya dibuat sudah seimbang. Penyajian ini menjadi proses terakhir dalam dasar akuntansi. Karena laporan merupakan output dari serangkaian proses akuntansi yang sudah dilakukan.

Laporan keuangan adalah catatan informasi kekurangan sebuah perusahaan pada satu. Periode tertentu yang menggambarkan aktifitas atau kinerja suatu perusahaan atau entitas usaha dimana disajikan dalam bentuk mata uang tertentu. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas.

Akuntansi Keuangan menjadi salah satu bagian penting dari sebuah usaha atau perusahaan. Melalui akuntansi keuangan, perusahaan akan mengetahui apakah usaha yang telah dilakukan mendapat untung atau rugi. Jika mendapatkan keuntungan, tentu usaha yang dilakukan sudah benar dan bisa dilanjutkan. Jika masih terjadi kerugian, maka perusahaan bisa mengoreksi diri bagian apa yang masih dirasa kurang.

Strandarisasi Akuntansi Keuangan

Karena akuntansi keuangan berisi informasi keadaan keuangan sebuah perusahaan maka apa yang disajikan harus jelas, tepat dan benar. Untuk itu perlu dalam pembuatannya, Laporan keuangan harus memenuhi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau PSAK.

Baca juga : contoh laporan keuangan bank

PSAK ini berisi tentang petunjuk dan prosedur akuntansi yang mencakup peraturan terkait standar pencatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Semua aturan ini mengacu pada teori-teori penafsiran dan penalaran mendalam yang dilakukan lkatan Akuntan Indonesia. Sehingga setiap laporan keuangan memilki standar untuk bisa digunakan dan diterima.

Nah itulah tadi beberapa hal mengenai akuntansi keuangan yang ternyata sangat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana keadaan keuangan sebuah perusahaan hanya dari laporan keuangan yang dibuat sesuai standar. Semoga Pengertian Akuntansi Keuangan ini dapat bermanfaat, terima kasih.

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: