Sebagai warga Indonesia, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan NPWP/ NPWP Pribadi. NPWP diberikan oleh Ditjen Pajak untuk perusahaan dan perorangan. NPWP sebagai identitas resmi yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi perpajakan. Misalnya untuk perhitungan, setor dan lapor pajak.

Apa Itu NPWP?

NPWP/ NPWP Pribadi wajib dimiliki bagi Anda yang memiliki penghasilan di Indonesia. Nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak ini sebagai sarana yang akan mempermudah dalam hal administrasi perpajakan. NPWP dapat dimiliki oleh perorangan maupun badan usaha. NPWP terdiri dari 15 digit angka dimana angka-angka tersebut menjadi kode unik yang tentunya akan menjadi rahasia NPWP Anda.

Apa Itu NPWP? NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. NPWP dijadikan sebagai salah satu program administrasi perpajakan atau acuan dalam membayar pajak. NPWP terkadang juga digunakan sebagai persyaratan umum seperti pengadaan kredit, paspor dan lain-lain.

Apa Itu NPWP Pribadi?

Apa Itu NPWP Pribadi? NPWP Pribadi kependekan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. NPWP Pribadi yaitu nomor yang diberikan kepada WP (Wajib Pajak) yang digunakan untuk tanda pengenal. NPWP pribadi juga berguna sebagai identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

NPWP Pribadi dimiliki oleh setiap orang atau individu yang memiliki penghasilan di Indonesia. Apapun pekerjaan yang Anda lakukan di Indonesia dengan memperoleh penghasilan, tentu Anda wajib pajak. Misalnya sebagai karyawan, pemilik bisnis, wiraswasta, entrepreneur dan investor. Perbedaan dari setiap pembayaran wajib pajak terletak pada besaran pajak yang harus dibayarkan.

Perbedaan NPWP Pribadi Dengan Perusahaan

NPWP dibagi menjadi dua jenis yaitu NPWP Badan dan NPWP Pribadi. Jika Anda melihat dari fisik atau wujud kartunya, kedua NPWP ini sama. Perbedaan NPWP Pribadi Dengan Perusahaan terletak pada data-data tambahan yang tersimpan pada databasekantor pajak.

Database kantor pajak misalnya nama wajib pajak, alamat, jenis usaha, pemilik perusahaan, dan nomor akta. Selain itu, database juga menyimpan berupa jenis usaha dan cabangnya, harta yang dimiliki dan informasi lain yang terdapat pada perusahaan tersebut.

Fungsi NPWP Pribadi

NPWP mempunyai banyak fungsi yang berguna untuk membantu segala urusan Anda. Fungsi NPWP Pribadi berfungsi untuk mempermudah administrasi pajak. Seperti halnya keberadaan KTP untuk mempermudah administrasi kependudukan. Adanya NPWP Pribadi mampu mempermudah kalkulasi dan data Anda tidak akan tertukar.

Fungsi NPWP Pribadi sebagai alat administrasi perpajakan meliputi NPWP sebagai alat identifikasi administrasi perpajakan. NPWP sebagai tanda pengenal identitas Wajib Pajak (WP) untuk mengurus hak dan kewajiban terkait perpajakan.

Fungsi NPWP Pribadi juga berguna sebagai alat pengurusan perizinan. NPWP dapat membantu Anda dalam pengajuan kredit bank khususnya kredit konsumtif. Anda juga dapat melakukan pembuatan pembukaan rekening di bank baik rekening biasa maupun rekening koran. Bagi Anda yang membutuhkan paspor, NPWP juga berguna untuk membantu proses pembuatan paspor ketika Anda ingin berlibur ke luar negeri.

NPWP Pribadi juga akan menguntungkan anda dalam pelayanan pajak. Jika Anda membayar pajak namun kelebihan, maka kelebihan pajak tersebut akan dikembalikan. Anda juga akan mendapatkan pengurangan pembayaran pajak. Tidak hanya itu, Anda juga dapat melakukan penyetoran dan pelaporan pajak.

Nomor NPWP Pribadi

contoh npwp pribadi

contoh npwp pribadi (mambodjumbo.blogspot.com)

NPWP terbaru yang diterbitkan oleh Ditjen Pajak yaitu NPWP tahun 2016. Sedangkan NPWP sebelumnya yaitu pada tahun 2014. Kedua Npwp ini sama saja, hanya perbedaannya terletak pada NIK dan tanggal terdaftar.

Memahami Nomor NPWP Pribadi sebenarnya cukup mudah, karena letaknya teratur dan mudah dipahami. NPWP terdiri dari 15 digit angka sebagai kode unik dimana kode tersebut berfungsi untuk menjamin data perpajakan. Sehingga tidak akan terjadi tertukarnya data.

Contoh NPWP 58.325.798.7-321.000. Dua digit pertama yaitu 58 menunjukan identitas wajib pajak. Angka 01 sampai 03 sebagai kode Wajib Pajak Badan atau Perusahaan. Angka 04 dan 06 sebagai kode Wajib Pajak Pengusaha. Angka 05 sebagai kode wajib Pajak Karyawan dan 07 sampai 09 sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi.

Enam digit setelah dua digit pertama misalnya 325.798 menjadi bagian nomor registrasi. Angka tersebut merupakan nomor urut peserta/pelapor pajak oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak kepada KPP (Kantor Pelayanan Pajak). Kemudian satu digit setelahnya, contohnya 7 sebagai alat pengaman untuk menghindari adanya pemalsuan atau kesalahan pada NPWP.

Selanjutnya yaitu tiga digit setelahnya 321 yang merupakan kode Kantor Pelayanan Pajak (KPP).  Anda dapat mengecek angka pada NPWP Anda untuk mengetahui nomor tersebut dikeluarkan oleh KPP daerah mana. Angka 321 pada NPWP menandakan bahwa NPWP dikeluarkan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Metro daerah Lampung.

Pada bagian belakang sendiri yaitu tiga digit misalnya 000 menandakan status wajib pajak. 000 berarti pusat atau tunggal. 00x seperti 001, 002, 003 dan seterusnya berarti menandakan cabang. Angka akhir menunjukan urutan cabang. 001 menandakan cabang kesatu atau pertama, 002 menandakan cabang kedua, dan seterusnya.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi untuk membuat NPWP Pribadi. Syarat Membuat NPWP Pribadi bagi karyawan atau pekerjaan kantoran yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) dengan bukti berapa fotokopi KTP, jika Warga Negara Asing (WNA) maka dibutuhkan fotokopi paspor atau kartu izin tinggal. Syarat selanjutnya yaitu Surat keterangan kerja dari perusahaan, membawa surat keputusan bagi pegawai negeri, dan mengisi formulir pengajuan NPWP.

Bagi para wirausaha, syarat yang harus dipenuhi yaitu fotokopi KTP bagi WNI dan paspor bagi WNA, Surat Keterangan Usaha, dan surat pernyataan yang sudah ditandatangani diatas materai 6000. Isi surat pernyataan tersebut berisi bahwa Wajib Pajak benar-benar memiliki pekerja bebas atau usaha sendiri.

Selain kedua pekerjaan tersebut, NPWP juga dibuatkan bagi wanita yang sudah menikah. NPWP ini dibuat ketika penghasilan sang istri lebih besar dari suaminya. Istri dapat mengajukan NPWP secara terpisah dari suaminya.

Syarat yang dibutuhkan untuk mengajukan NPWP yaitu fotokopi NPWP suami, KTP, Kartu keluarga, dan surat keterangan dari perusahaan. Selain itu, Anda juga harus memberikan surat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan yang sudah disepakati kedua belah pihak. Syarat yang terakhir yaitu mengisi formulir pengajuan NPWP.

Cara Membuat NPWP Pribadi

Cara Membuat NPWP Pribadi? Membuat NPWP bisa dilakukan dengan cara offline danonline. Membuat NPWP secara Offline yaitu dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak secara langsung. Ketika Anda ingin mendaftarkan diri secara online, maka Anda cukup mengakses melalui halaman resmi kantor perpajakan.

Membuat NPWP Pribadi Online

Membuat NPWP Pribadi Online sangat praktis sehingga Anda dapat dengan mudah membuatnya sendiri. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu masuk ke halaman resmi NPWP yaitu ereg.pajak.go.id. Pilih menu daftar pada bagian bawah dan masukan alamat email yang masih aktif. Alamat email berguna untuk melakukan verifikasi.

Kemudian buka link verifikasi yang sudah dikirimkan ke email Anda. Lakukan pengisian data diri secara lengkap. Jika data diri tidak lengkap, Anda tidak dapat melangkah ke proses selanjutnya. Jika proses pengisian data diri selesai, Anda harus membuka email lagi dan masuk pada link verifikasi selanjutnya.

Jika Anda sudah sampai pada link verifikasi tersebut, Anda akan masuk pada sistem e-registrasi kemudian pilih pengajuan NPWP. Ikuti langkah demi langkah dan pastikan data yang Anda masukan benar. Jika ada data yang kurang atau salah, pengajuan NPWP Anda pastinya akan ditolak.

Jika formulir pengisian NPWP sudah selesai, sistem akan merekomendasikan Kantor Pelayanan Pajak terdekat untuk mengurus pengajuan NPWP Anda. Selanjutnya klik menu token untuk mendapatkan kode unik. Kode tersebut sebagai syarat pengajuan NPWP. Kemudian klik kirim pengajuan.

Proses pengajuan NPWP sudah selesai. Anda harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan informasi apakah NPWP Anda ditolak atau diterima. Konfirmasi diterima atau tidaknya akan dikirim melalui email yang sudah dimasukan sebelumnya. Jika status pengajuan NPWP sukses, maka akan dikirim melalui pos ke alamat yang telah terlampir.

Membuat NPWP Pribadi Di Kantor Pajak

Ada dua cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat NPWP. Anda dapat membuat NPWP pribadi dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau membuat NPWP secara online. Membuat NPWP Pribadi Di Kantor Pajakmelalui KPP yaitu menyiapkan persyaratan yang telah difotokopi.

Datangi KPP terdekat sesuai dengan alamat KTP Anda dengan membawa segala persyaratannya. Jika KTP tidak sesuai dengan domisili Anda harus melampirkan surat keterangan tinggal dari kelurahan.  Kemudian isi formulir pengajuan NPWP dan dan menyerahkan berkas ke petugas pendaftaran. Tetapi jika dirasa terlalu ribet, Anda dapat memanfaatkan jaringan internet untuk membuat NPWP pribadi secara online.

Banyak manfaat yang akan Anda dapatkan ketika memiliki NPWP/ NPWP Pribadi. Sebagai warga negara berpenghasilan yang taat, tentunya wajib memiliki NPWP. Pajak menjadi pemasukan utama dari negara sebagai titik acuan dalam pembuatan APBN.

Cari Artikel di Sini