Pada suatu hari, seekor kancil akan dilepaskan ke hutan setelah sekian lama berada dikebun binatang. Ia dibawa didalam kandang selama beberapa hari karena jauhnya tempat. Sesampai di hutan si kancil di pasangkan kamera untuk memantau kegiatannya selama berada di hutan.

Di jam-jam pertama kancil hanya berdiam diri melihat-lihat sekitarnya. Beberapa jam selanjutnya, ia mulai berkeliling lingkungan mencari makanan. Di malam hari ia masih terjaga memperhatikan lingkungannya berjaga-jaga dari serangan pemangsa yang mungkin menyergapnya. Keesokan harinya, si kancil sudah beraktifitas seperti saat ia berada dikebun binatang.

Bagaimana menurut anda cerita kancil tadi? Setelah sekian lama berada di zona nyaman nya, kebun binatang, ia harus dilepas ke hutan yang sama sekali belum ia kenal.

Lalu apa yang dilakukan nya? iya pertama dia mengamati lingkungan sekitarnya kemudian mengenali apa saja yang ada disekitarnya. Makanan, tempat aman dan pemangsa yang mungkin ada. Dia mengenal dan mengetahui lingkungannya sehingga bisa beraktifitas dengan tenang seperti biasanya.

Dalam dunia marketing pun begitu, agar dapat melakukan pemasaran dengan baik kita harus mengenal lingkungan sekitar kita. Mulai dari tempat kita bekerja, hingga apa saja yang dapat mempengaruhi kerja kita dalam jangka panjang. Nah semua itu ada dalam marketing environment dan dalam artikel ini akan dijelaskan singkat mengenai marketing environment serta apa saja yang ada didalamnya. selamat membaca semoga dapat bermanfaat.

Definisi Marketing Environment

Kata environment dalam bahasa Indonesia berarti lingkungan jadi bisa kita artikan kalau marketing environment itu lingkungan pemasaran. Dengan kata lain, lingkungan sekitar kita dalam melakukan aktifitas pemasaran itu termasuk marketing environment.

Berdasarkan businessdictionary.com marketing environment adalah kumpulan pengaruh non-marketing yang berdampak pada keberhasilan seorang manajer marketing dalam membentuk dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang diinginkan.

Dari pengertian diatas ada beberapa kata penting yang perlu diperhatikan yaitu : pengaruh non-marketing juga membentuk dan menjaga hubungan. Pengaruh non-marketing disini berarti segala sesuatu yang bukan bagian dari pemasaran tetapi dapat mempengaruhi proses pemasaran seperti inflasi, pekerja, politik dan lain sebagainya. Sedangkan membentuk dan menjaga hubungan adalah tujuan dari mengetahui marketing environment.

Pembagian Lingkungan Pemasaran

pembagian lingkungan pemasaran - sumber gambar : conceptdraw.com

pembagian lingkungan pemasaran – sumber gambar : conceptdraw.com

Seperti yang dikutip dari situs learnmarketing.net marketing environment atau lingkungan pemasaran secara umum terbagi menjadi 2 yaitu internal environment dan eksternal environment, semua lingkungan tersebut sangat mempengaruhi pada proses pemasaran yang anda lakukan.

1. Internal environment

Ialah lingkungan yang berawal dari diri anda atau perusahaan anda. Mulai dari pekerja, kebijakan perusahaan, struktur perusahaan, aset pokok dan lain sebagainya. Semua faktor yang berada dalam lingkungan ini dapat dikontrol dan diatur sedemikian hingga sesuai dengan keadaan.

2. Eksternal environment

Dari katanya dapat diketahui bahwa lingkungan ini dipengaruhi dari luar anda. Karena pengaruh luar ini sangat banyak sehingga dilakukan generalisasi dan dikenalah istilah micro environment dan macro environment.

3. Micro Environment

Terdiri dari faktor-faktor yang berkitan secara langsung dengan anda dan memberikan efek dalam jangka waktu pendek. Biasanya faktor tersebut berinteraksi secara langsung atau berada pada industri yang sama.

Seperti misalnya pelanggan dan supplier, bahkan pesaing pun juga termasuk dalam lingkungan ini karena akan berpengaruh langsung dengan kita. Beberapa faktor ini dapat dikontrol dan beberapa diantaranya tidak.

4. Macro Environment

terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi anda dalam jangka waktu panjang. Pada umumnya faktor ini tidak berinteraksi secara langsung dengan anda. Kebanyakan faktor ini berlingkup nasional ataupun global yang mempengaruhi industri.

Lingkungan makro ini termasuk didalamnya hukum, ekonomi seperti inflasi dan juga  teknologi seperti internet. Macro environment ini tidak dapat dikontrol tapi masih dapat mempengaruhi industri anda.

Nah itulah informasi singkat mengenai marketing environment. Anda tidak perlu terlalu memikirkan 3 kategori mana yang faktor tersebut yang sesuai. tapi sebaiknya anda dapat mengetahui secara tepat setiap faktor yang membangun lingkungan dan merencanakan bagaimana untuk mengatur faktor tersebut agar mendapatkan keuntungan. Sekian semoga dapat bermanfaat.

Cari Artikel di Sini