Cara Bangkit dari Kegagalan

Bangkit dari Kegagalan – Dari artikel yang sebelumnya kita telah mempelajari bahwa sesungguhnya kegagalan itu merupakan bagian dari kesuksesan itu sendiri, bila kita lupa silahkan klik disini. Memang benar ungkapan tersebut karena seiring berjalnnya waktu kegagalan itu akan menjadi kesuksesan.

Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang yang namanya ukuran dari bangkitnya seorang dalam keterpurukanya. Seharusnya kita memang tidak perlu menghitung berapa kali kita gagal akan tetapi kita harus menghitung berapa kali kita sanggup bangkit dari kegagalan tersebut.

Rosulullah pernah berpesan kepada umatnya, “seorang mukmin tidak akan jatuh pada lubang yang sama unu kedua kalinya.” Ini mumbuktikan bhwa ita haruslah berlajar dari kegagagln yang pernah kita alami.

Sudah dikatan dari awal bahwa kita tidak boleh mengukur seseorang itu dari berapa kali ia jatuh, akan tetapi ukurlah ia berapa kali ia sangguo untuk bangkit lagi. Seorang yang bangkit setelah mengalami jatu, itu menanakan bahwa orang tersebut bukan orang yang mudah putus asa.

Menyedihkan bila kita mendengar bahwa setalah mereka mengalami dua atau bahkan lebih jatuh, dan tetap untuk menetap di disitu dan pada akhirnya mereka mati sebagi orang yang sebenar benarnya gagal, etrsungkur tak berdaya, dan tak mampu lagi untuk bangkit.

Siap Untuk Gagal

gagal merupakan proses untuk meraih kesuksesan kita (image : google)

Orang yang disebut gagal adalah orang yang tidak mau menemukan jalan yang baru untuk dapat meraih tujuan kita. Karena pada mulanya kesuksean yang besar itu merupakn perulangan dari sukses yang kecil yang kita ulang-ulang. Ini sperti peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Seperti tokoh berikut ini yang tak mau menyerah, yaitu Abu Ishaq Asy Syairozi. Beliau merupakan seorang ahli fiqih bermazhab Syafi’i yang telah mempunai banyak karya yang telah terkenal serta bermanfaat. Beliau mengulangulang pelajarannya sebanyak 110 kali serta mengualangi qiyas sebanyak 1000 kali hingga badannya kurus ini dikarenakan beliau mempunyai citacita yang tinggi dan mempunyai tekad yang kuat.

Kita harus instropeksi diri, dan menayakan kepada diri kita sendiri apakah kita punya kualitas diri untuk dapat bangkit setelah kita terjatuh? Maka terdapatlah sebuah slogan yang mungkinbermanfaat bagi kita yang berbunyi

jadilah dirimu sendiri, janganlah kamu mengekor pada kesabaaran yang dimiliki orang lain.”

Itu saja yang dapat saya jabarkan mengenai ukuran dari kesuksesan adalah disaat kita mampu bangkit saat terjatuh. Terima kasih telah membaca artikel kami, sampai jumpa pada artikel yang lainnya.

Cari Artikel di Sini



Leave a Reply

*

%d bloggers like this: