Pengertian Manajemen Kinerja adalah: Tujuan, Proses, dll Lengkap!

Pada artikel mengenai manajemen organisasi, agar organisasi tersebut dapat berkembang diperlukan kerja sama dari setiap anggotanya. Karena tim terbaik adalah mereka yang bisa bisa bekerja sama dan memiliki kinerja yang produktif.

Nah untuk mendapatkan kinerja yang maksimal dari karyawan, ada yang namanya manajemen kinerja. Apa itu manajemen kinerja dan bagaimana proses manajemen kinerja?. Dalam artikel ini akan kita bahas bersama manajemen kinerja. Selamat memebaca.

Manajemen kinerja merupakan salah satu kegiatan manajerial yang memiliki tujuan memastikan bahwa sasaran organisasi telah dicapai secara konsisten menggunakan beberapa cara yang efektif dan efisien. Manajemen kinerja juga diartikan sebagai kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memastikan tujuan organisasi mampu dicapai secara konsiten menggunakan prose sperencanaa, pelaksanaan, penilaian kinerja, dan evaluasi perangkat kinerja organisasi tertentu.

Dalam beberapa makalah manajemen kinerja disebutkan bahwa manajemen kinerja tidak tidak hanya berhubungan dengan kinerja karyawan secara personal tetapi kinerja yang terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan secara keseluruhan.

Dengan begitu dapat dipastikan bahwa manajemen kinerja selalu berhubungan dengan proses serta hasil kerja yang berdasarkan pada tujuan strategis sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan tersebut yaitu kepuasan konsumen dan juga kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi.

Definisi Manajemen Kinerja

Seperti yang dikutip melalui hrcouncil.ca, manajemen kinerja adalah proses dimana mana manajer dan karyawan bekerja sama untuk merencanakan, memantau dan meninjau sasaran kerja karyawan dan kontribusi secara keseluruhan untuk organisasi.

Artikel Lain : Tips Mencari Kerja Online & 12 Situs Lowongan Kerja Online Terbaik

Tidak hanya sekedar review kinerja tahunan, manajemen kinerja adalah proses yang berkesinambungan. Proses tersebut dimulai dari menetapkan tujuan, menilai kemajuan, memberikan pembinaan dan umpan balik pada karyawan agar mereka memenuhi.

Pertimbangan Manajemen Kinerja

Sebelum kita memulai pengembangan sistem manajemen kinerja yang efektif, kita harus mempertimbangkan beberapa hal. Tujuannya agar manajemen dapat berjalan secara mulus dan berikut ini penjelasannya.

Hal yang perlu kita pertimbangakan pertama kali adalah bagaimana perencanaan tugas dan job deskripsi yang jelas. Gunanya agar pekerjaan karyawan bisa lebih terarah dan tidak semrawut. Selain itu perlu dilakukan juga pengawasan yang efektif sehingga proses dapat terkawal dari awal hingga akhir.

Artikel Lain : 3 Tempat Belajar Kursus Internet Marketing Gratis & Berbayar

Orientasi yang menyeluruh dan memberikan pelatihan pada karyawan juga perlu dipertimbangkan agar tidak hanya kerja sama yang meningkat tapi juga kemampuan masing-masing karyawan. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah lingkungan kerja yang positif dan mendukung suasana kerja.

Tujuan Manajemen Kinerja

1. Tujuan Strategi

Tujuan strategik sangat berhubungan dengan berbagai kegiatan karyawan dengan tujuan organisasi. pelaksanaan strategi ini membutuhkan penjelasan yang tepat mengenai hasil yang menjadi target, perilaku, pengembangan pengukuran serta sistem umpan bagi kinerja pegawai.

2. Tujuan Administratif

Tujuan manajemen kinerja yang satu ini selalu berhubungan dengan evaluasi kerja guna memenuhi keperluan keputusan administratif, promosi, pengkajian, serta pemutusan hubungan kerja dan lain sebagainya.

3. Tujuan Pengembangan

Maksud dari tujuan pengembangan adalah untuk melakukan pengembangan kapasitas pegawai yang memiliki potensi di bidang kerjanya, penempatan pegawai dalam posisi yang tepat dan memberikan pelatihan bagi pegawai atau karyawan yang memiliki kinerja kurang maksimal.

Siklus dan Proses Manajemen Kinerja

Seperti yang disebutkan diatas, manajemen kinerja merupakan proses yang berkesinambungan dari perencanaan, pemantauan dan meninjau kinerja karyawan. Nah ketiga langkah tadi bila digabungkan akan membentuk sebuah siklus yang membangun proses manajemen kinerja.

1. Fase Satu Perencanaan

Tahap perencanaan merupakan upaya kolaborasi yang melibatkan manajer dan karyawan di mana mereka akan menentukan berbagai hal yang dapat membantu kinerja. Hal yang dilakukan pada fase perencanaan adalah menetapkan tujuan dan memenuhi kriteria SMART.

Artikel Lain : Just Change your Mind! Be Better! Be Positive!

a. Menetapkan tujuan dan pengukuran

Seringkali bagian yang paling sulit dari tahap perencanaan adalah menemukan bahasa yang tepat dan jelas untuk menggambarkan tujuan kinerja dan langkah-langkah atau indikator keberhasilan. Manajer perlu memastikan bahwa tujuan adalah representasi yang baik dari berbagai tugas yang dilakukan oleh karyawan.

b. Tujuan dan Indikator Harus SMART

Penyusunan rencana ini juga harus memenuhi kriteria yaitu kriteria SMART. Apa itu SMART? Ini adalah akronim dari Specific (Spesifik), Measureable (Terukur), Attainable (Tercapai), Realistic (Realistis), dan Time-Bound (Dibatasi Waktu).

  1. Specific (Spesifik)
    Manajer harus menentukan dengan jelas apa yang harus dilakukan, kapan harus dilakukan, bagaimana mencapainya dan berapa banyak yang akan dicapai.
  2. Measureable (Terukur)
    Manajer harus sering bertanya Berapa banyak? Berapa banyak? Bagaimana saya akan tahu kapan itu dilakukan? Hal ini nantinya akan berdampak baik pada beberapa tindakan harus diambil, misalnya, kuantitas, kualitas, kerangka waktu dan biaya.
  3. Attainable (Tercapai)
    Manajer harus bisa memastikan kalau rencana yang dibuat memiliki jalan masuk akal untuk dicapai dan peluang yang layak untuk bisa tercapai.
  4. Realistic (Realistis)
    Kebutuhan tujuan harus sesuai dengan tingkat kompleksitas dengan pengalaman dan kemampuan karyawan sehingga tidak ada hambatan bagi karyawan untuk mencapai tujuan tersebut.
  5. Time-Bound (Dibatasi Waktu)
    Manjer harus menentukan tentang kerangka waktu yang jelas kapan tujuan kinerja yang harus dicapai. Biasanya kebanyakan kasus tujuan itu akan selesai pada akhir periode penilaian kinerja.

2. Fase Dua Pemantauan

Untuk sistem manajemen kinerja efektif, kemajuan karyawan dan kinerja harus terus dipantau. Memantau kinerja sehari-hari tidak berarti mengawasi setiap aspek bagaimana karyawan melaksanakan kegiatan yang ditugaskan dan tugas.

a. Pembinaan Kontinue

Manajemen kinerja juga memerlukan pembinaan karyawan untuk mengatasi masalah dan isu-isu yang berkaitan dengan kinerja sehingga ada kontribusi positif bagi organisasi. Coaching berarti memberikan arahan, bimbingan, dan dukungan yang diperlukan pada kegiatan yang ditugaskan dan tugas.

Artikel Lain : Pembahasan Lengkap Manajemen Forum

b. Memberikan Feedback

Umpan balik yang positif itu seperti mengatakan kepada seseorang tentang kinerja mereka yang baik. Manajer harus memberikan umpan balik pada waktu yang tepat, spesifik dan juga sering. Pengakuan untuk kinerja yang efektif adalah motivasi yang sangat kuat.

3. Fase Tiga Peninjauan

Penilaian kinerja atau rapat penilaian adalah kesempatan untuk meninjau, meringkas dan menyoroti kinerja karyawan selama periode ulasan.Penilaian diri adalah bagian standar dari kebanyakan penilaian kinerja.

Dengan menggunakan rencana kinerja dan bentuk penilaian sebagai panduan, karyawan dapat menilai kinerja mereka dalam persiapan untuk rapat penilaian. Proses ini dapat mengidentifikasi kesenjangan antara karyawan dan dapat memungkinkan untuk lebih mendalam mendiskusikan poin kinerja tersebut selama pertemuan.

Artikel Lain : Privacy Policy

Manajer harus meninjau catatan manajemen kinerja mereka dan dokumentasi yang dihasilkan sepanjang tahun agar lebih efektif menilai kinerja karyawan. Hanya masalah yang telah dibahas dengan karyawan harus menjadi bagian dari dokumentasi penilaian dan pertemuan.

Manajemen kinerja merupakan salah satu sistem manajemen yang sangat penting untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja karyawan sehingga memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Manajemen kinerja juga membutuhkan kerjasama yang baik antara pegawai dan pemimpin untuk mendiskusikan masalah yang ada sehingga akan didapatkan kesepakatan bersama. Nah jika anda masih bingung dengan sistem manajemen kinerja, anda bisa download buku manajemen kinerja yang banyak beredar dipasaran.

Nah itulah tadi sekilas tentang manajemen kinerja beserta tiga fase pelaksanaannya. Tiga fase ini merupakan siklus yang harus dilakukan secara berulang untuk terus menigkatkan kinerja karyawannya. Saya mohon maaf untuk kesalahan yang ada, semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: