Manajemen keuangan menjadi hal krusial dalam menjalankan sebuah bisnis. Mengelola uang secara bijak dan cermat merupakan suatu keharusan. Mengingat kelangsungan perusahaan dipengaruhi oleh keuangan yang baik.

Bisa dikatakan uang menjadi ujung tombak sebuah perusahaan. Pencatatan antara pemasukan dan pengeluaran hendaknya lebih terperinci dan terkontrol agar tidak mengakibatkan kebangkrutan. Untuk itu diperlukanlah manajemen keuangan untuk mengaturnya.

Belajar mengenai manajemen tidak hanya bagi para pebisnis saja, melainkan bagi ibu rumah tangga. Nampak sederhana, namun mengatur keuangan keluarga tak kalah peliknya. Untuk itu dibutuhkan cara terbaik untuk mengaturnya agar saat akhir bulan tiba ibu tidak kebingungan.

Nah, untuk belajar tidak terbatas pada buku manajemen keuangan, akan tetapi membaca manajemen keuangan pdf pun tak ada salahnya. Mari simak penjelasan lebih lengkap mengenai materi manajemen keuanganberikut ini.

Definisi Umum Manajemen Keuangan

Pengertian manajemen keuangan adalah upaya yang dilakukan untuk mengatur keluar masuknya uang dan bagaimana pemanfaatannya secara efektif agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai

Dalam sebuah manajemen pasti terdapat prinsip-prinsip yang harus kita perhatikan. Begitupun dengan manajemen keuangan sendiri, kita juga telah membahas tentang pengetahuan dasar dari manajemen keuangan bila lupa silahkan klik disini.

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Ahli

Apa itu manajemen keuangan? Ada banyak ahli yang mendefinisikan manajemen keuangan yang erat kaitannya dengan keberlangsungan bisnis. Berikut pengertian manajemen keuangan menurut para ahli:

1. Sutrisno

Sutrisno menyatakan bahwa manajemen keuangan merupakan aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan usaha-usaha dalam memperoleh dana dengan biaya yang murah. Menggunakan dan mengalokasikan dana secara efisien.

2. Liefman

Liefman mengemukakan bahwa manajemen keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang kemudian menggunakannya untuk memperoleh aktiva

3. James Van Home

James Van Home, menyatakan bahwa manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan proses perolehan dan pendanaan. Kemudian pengelolaan aktiva dengan tujuan secara menyeluruh.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen keuangan atau financial management merupakan semua kegiatan yang dilakukan untuk mengatur keluar masuknya uang perusahaan.

Berkaitan dengan bagaimana cara memperoleh, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola keuangan tersebut agar mendapatkan laba sebanyak-banyaknya dengan meminimalkan biaya yang dikeluarkan.

Dengan kata lain manajemen keuangan adalah suatu manajemen yang bertujuan untuk mengelola dana ataupun asset perusahaan. Dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu mencapai tujuan utama perusahaan, yakni memperoleh profit.

Definisi Aksioma Manajemen Keuangan

Pengertian aksioma manajemen keuangan adalah pernyataan-pernyataan yang berlandaskan pada kenyataan dan biasanya sesuai dengan keadaan manajemen keuangan.

Aksioma yang dimaksudkan dalam hal ini merupakan suatu pernyataan yang mempunyai dasar kebenaran/sudah terbukti kebenarannya.

Sedangkan manajemen keuangan menurut Liefman adalah usaha untuk menyediakan uang serta menggunakan uang agar mendapatkan atau memperoleh aktiva.

Dalam hal ini terdapat 10 aksioma dalam manajemen keuangan seperti kutipan dari muhammadyamin.com, ke-10 aksioma ini sangatlah penting untuk kita pelajari untuk mengerti tentang manajemen keuangan yang baik.

Perbedaan Akuntansi Manajemen Dan Akuntansi Keuangan

Keberadaan akuntansi begitu penting dalam menyajikan informasi keuangan guna pengambilan keputusan. Ilmu akuntansi ini dibedakan menjadi 2 macam, yakni Akuntansi Keuangan dan Akuntansi manajemen.

Perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen bisa dilihat dari sisi pengguna laporan keuangan serta tujuannya.  Ruang lingkup informasi, rentang waktu, focus dari informasi keuangan, dan kriteria bagi informasi akuntansi. Perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan yang terakhir terletak pada sifat dari informasi keuangan.

Tujuan Manajemen Keuangan

Setelah tahu apa itu manajemen keuangan, lantas apakah tujuan manajemen keuangan itu sendiri? Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Menaikan taraf keuntungan dalam jangka panjang dan memberikan nilai tambah pada aset yang dimiliki perusahaan, terlebih para pemegang saham.
  2. Menjaga dengan baik arus kas agar tidak terjadi over budgetyang akan merugikan perusahaan. Hal itu karena setiap hari pasti ada dana yang dikeluarkan, baik untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji, ataupun pembayaran lainnya. Sehingga perlu adanya pengawasan dari manajer keuangan.
  3. Mengetahui pemasukan sehingga dapat memastikan pasokan dana yang tersedia secara teratur dan memadai.
  4. Memanfaatkan dana secara optimal dengan biaya yang paling rendah atau minimum.
  5. Memastikan keamanan investasi sehingga tingkat pengembalian dana investasi dapat memadai.
  6. Merencanakan struktur modal yang baik, sehingga antara hutang dan modal itu sendiri dapat seimbang.
  7. Meningkatkan efisiensi dengan menyalurkan dana secara tepat pada seluruh aspek perusahaan
  8. Mengurangi resiko operasional dan biaya modal

Fungsi Manajemen Keuangan

Keuangan menjadi hal paling riskan bagi kehidupan suatu perusahaan. Bagi anda yang sedang menjalankan bisnis, pastikan anda mengetahui fungsi dari pengelolaan uang secara tepat. Hal ini penting karena berkaitan dengan finansial perusahaan. Mewujudkan kemampuan perusahaan dalam bertahan agar tidak terjadi krisis. Nah berikut ini merupakan penjelasan singkat tentang masing masing fungsi dari manajemen keuangan.

1. Rancangan Keuangan

Planning (Perencanaan) Keuangan, yaitu pembuatan rancangan pemasukan serta pengeluaran serta kegiatan yang lain-lain dalam periode waktu tertentu meliputi arus kas serta laba rugi perusahaan.

Seluruh kegiatan perusahaan harus direncanakan dengan baik sehingga dapat memangkas anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan. Sebaiknya alokasikan dana untuk hal-hal yang dapat meningkatkan keuntungan.

2. Penganggaran

Budgetting (Anggaran), merupakan tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail-detail dari pengeluaran serta pemasukkan yang ada. Menyusun rencana penerimaan dana dan pengalokasian anggaran biaya secara efektif dan efisien. Memaksimalkan dana yang dimiliki.

3. Pengendalian

Controlling (Pengendalian), kegiatan untuk mengevalusi serta perbaiakan atas semua sistem yang berjalan selama ini serta keungan yang ada pada perusahaan. Lakukan pengawasan dan evaluasi keuangan secara berkala agar dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk perbaikan kegiatan selanjutnya.

4. Audit

Auditing (Pemeriksaan Keuangan). Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan agar tidak terjadi penyimpangan dan sesuai dengan kaidah standar akuntansi.

5. Lapor

Reporting (Pelaporan). Menyajikan laporan informasi terkait kondisi keuangan perusahaan sekaligus analisa rasio.

6. Mengelola

Pengelolaan keuangan, mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan agar dapat memaksimalkan dana yang telah ada dengan jalan apapun.

7. Mencari Dana

Pencarian keuangan, kegiatan untuk mengekplor semua potensi yang ada serta mancari sumber dana yang telah ada untuk operasional (menjalankan) kegiatan yang ada dalam perusahaan.

8. Menyimpan

Penyimpanan keuangan, kegiatan untuk mengumpulkan dana perusahaan yang mana dana tersebut disimpan secara aman.

dasar manajemen keuangan

ide yang kecil bila dikumpulkan akan menjadi ide yang besar (image : google)

Adapun definisi dari manajemen keuangan adalah tugasserta tanggungtawab dari manjer keuangan. Dalam hal ini tugas manajer keuangan dapat berupa pembagian deviden (laba), pembiyaan kegiatan perusahaan, tentang investasi.

Prinsip dan Aksioma Manajemen Keuangan

Menurut arekpinter.wordpress.com, terdapat 10 prinsip dalam manajemen keuangan. Nah berikut ini prinsipnya:

1. The Risk-Return Trade Off

Kita pasti berpikiran sama bahwa kita tak mau mengambil resiko tambahan, akan tetapi bila kita mendapat hasil tambahan mungkin kita berpikir dua kali untuk itu.

Pada dasarnya setiap investor akan menuntut return yang seminimal mungkin agar ia mau untuk menunda konsumsinya sekarang agar dapat menggunakan uangnya untuk sebuah investasi. Karena return yang minimal ini lebih besar dari nilai inflasi yang telah diantisipasi.

Adapun hubungan dari risk dan return adalah

  1. High risk and high expected return
  2. Low risk and low expected return

Nah hubungan dari risk-return dalam hal ini merupakan sebuah konsep kunci dalam perhitungan saham, bond, serta hal lainnya.

2. Time Value of Money

Nilai dari 1 juta yang kita terima saat ini lebih tinggi dari pada nilai 1 juta yang akan datang. Mengapa demikian? Karena 1 juta saat ini dapat kita investasikan sehingga akan mendapat interst (bunga) sehingga nilainya lebih dari 1 juta yang akan datang.

Bila kita menerima benefit yang lebih besar dari cost maka dapat dikatakan proyek investasinya tersebut menciptakan nilai.

3. Cash-Not Profit-Is King

Untuk mengukur value kita harus menggunakan cash flows bukannya accounting profit. Accounting profit biasanya dicatat pada saat profit itu dihasilkan, bukan saat uang tunai berada ditangan.

Sedangkan untuk cash inflows serta cash outflows merupakan catatan mengenai keluar masuknya uang dari sebuah perusahaan. (Baca : Contoh Laporan Keuangan)

4. Incremental Cash Flows

Merupakan selisih antara arus kas yang ada pada saat proyek investasi dijalankan versus dengan arus kas pada saat proyek investasi tersebut tidak dijalankan.

5. The Curse of Competitive Market

Mengapa proyek investasi sulit menghasilkan keuntungan besar? Jawabannya adalah pada saat sebuah investasi mendapat keuntungan besar maka akan membuat investor lain ikut dalam bidang tersebut sehingga menurunkan profit kearah required rate of return.

6.Efficient Capital Market

Capital market merupakan semua institusi yang memberikan fasilitas lengkap terhadap transaksi instrumen keuangan dalam jangka panjang. Adapun implikasi dari pasar modal yang efisien, yaitu:

  1. Price is right. Harga saham yang ada mencerminkan informasi publik tentang value perusahaan yang bersangkutan.
  2. Manipulasi earning, dengan jalan kita mengubah motode akutansi tidak akan mengubah harga saham perusahaan.

7. The Agency Problem

Agency problem ini muncul akibat adanya pemisahan antara manajemen perusahaan dengan kepemilikan perusahaan. Karena biasanya manajemen perusahaan dipegang oleh profesional.

Sehingga keputusan yang diambil oleh manajer tidak sama dengan keinginan dari pemilik perusahaan. Hal ini karena manajer memberikan keputusan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.

Berikut ini dua faktor yang dapat mencegah adanya agency problem.

  1. Market forces, salah satu kekutan pasar adalah major shareholders. Investor pada perusahaan besar dapat menekan manajer agar dapat memprhatikan kepentingan dari shareholders, mengancam agar dapat menggunakan hak voting yang mereka punya.
  2. Threat of takeover, ancaman untk pengambil alihan perusahaan oleh perusahaan lainnya.

8. Pajak membuat keputusan bisnis bias

Sebagai warga negara yang baik tentunya kita dituntut untuk membayar pajak dengan taat. Nah, tetapi kadang kala karena jumlah pajak yang terlalu banyak membuat perusahaan berpikir 2x untuk tertip membayar pajak. Karena itulah terkadang mereka membutuhkan akuntan pajak supaya bisa membayar pajak seminimal mungkin tanpa menyalahi aturan.

Hal ini cukup penting, karena besar kecilnya pajak yang harus dibayarkan juga mempengaruhi strategi perusahaan terutama strategi penetapan harga produk yang akan dijual ke pasar.

9. All Risk Is Not Equal

Resiko itu tidak sama besarnya, ada juga beberapa resiko yang dapat didiversifikasi ada juga yang tidak. Adapun yang perlu kita ketahui tentang resiko, yaitu:

  • Proses diversifikasi ini dapat mengurasi besarnya resiko yang ada.
  • Resiko proyek investasi dapat berubah, hal ini berhubungan dengan perhitungan resiko investasi yang berdiri sendiri ataupun menghitung resiko investasi bersama dengan adanya proyek lain yang mana telah diambil oelh perusahaan.

10. Perilaku beretika adalah melakukan hal yang benar dan dilema etika dalam manajemen keuangan ada di mana-mana

Dikatan perilaku beretika adalah saat kita melakukan sesuatu hal yang benar. Tapi apa yang menjadi patokan dalam “melakukan hal yang benar” itu?

Konsep benar atau salah merupakan konsep normatif, dalam sebuah masyarakat pastilah mempunyai ‘set of value’ (nilai-nilai) yang mana mereka percayai sebagai ‘melakukan hal yang benar’.

Ethical error (kesalahan etika) akan mematikan karir seseorang serta peluang pada waktu yang akan datang. Mengapa demikian? Jawabannya ada dua, yaitu:

  1. Perilaku yang tak beretika akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari pihak lainnya. Tanpa adanya kepercayaan ini akan mengakibatkan bisnis tidak akan berjalan secara lancar.
  2. Hal yang terburuknya adalah hilangnya kepercayaan publik ada standar setika bisnis tersebut.

Nah yang penting juga tanggungjawab sosial. Tanggungjawab sosial perusahaan merupakan perusahaan memiliki tanggungjawab kepada masyarakat lebih jauh memaksimumkan shareholders’ wealth.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Dalam mengelola keuangan perusahaan, seorang manajer keuangan hendaknya paham akan ruang lingkup dari bidang yang dikerjakannya. Baik itu manajemen keuangan internasional maupun manajemen keuangan syariah, keduanya berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang ingin diraihnya. Adapun ruang lingkup manajemen keuangan terdiri dari 3 macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Keputusan pendanaan, terdiri atas segala kebijakanmanajemen dalam mencari dana perusahaan. Misalnya kebijakan menerbitkan obligasi dan hutang jangka pendek atau panjang. Dana ini dapat bersumber dari internal perusahaan ataupun dari eksternal.
  2. Keputusan investasi, mencakup kebijakan investasi atau penanaman modal pada aktiva tetap (fixed assets) maupun aktiva finansial. Aktiva tetap dapat berupa gedung, tanah, peralatan, mesin, dan lainnya. Sedangkan untuk aktiva finansial berupa surat berharga seperti saham dan obligasi.
  3. Keputusan pengelolaan aset, mencakup kebijakan dalam mengelola aset yang dimiliki secara efisien.

Pentingnya Manajemen Keuangan

Tidak hanya pelaku bisnis yang berminat mempelajari menajemen keuangan. Pada kenyataannya berbagai elemen masyarakat, terlebih ibu rumah tangga tertarik untuk mendalaminya. Banyak orang yang beranggapan bahwa mengelola uang adalah perkara yang mudah, namun tidaklah demikian. Dari situlah kita dapat menggunakannya sebagai bahan makalah manajemen keuangan,skripsi manajemen keuangan maupun tesis manajemen keuangan.

Terkadang sebagai mahasiswa ekonomi semester akhir, anda kebingungan bukan mengambil tema dan judul yang ingin dibahas? Nah, bagi anda yang tengah mencari inspirasi mengenaijudul skripsi manajemen keuangan ataupun contoh skripsi manajemen keuangan. Berikut ini contoh judul skripsi manajemen keuangan yang dapat membantu anda dalam membuat skripsi manajemen keuangan pdf.

  1. Analisis Kinerja Keuangan Pada PT POS Indonesia
  2. Pengaruh Implementasi Asset Liability Management (ALMA) terhadap Resiko Modal pada Bank BTN
  3. Analisis Sektor Pariwisata Daerah Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Magelang

Kegiatan Manajer Keuangan

Maka dapat disimpulkann bahwa tugas dari manajer keuangan adalah merencanakan agar dapat mamaksimalkan nilai dari perusahaan. Adapun 4 aspek yang menyangkut dengan kegiatan yang dilakukan oleh manajer kauangan.

  1. Perencanan serta peramalan, dalam hal ini manajer kuanagn harus dapt berkoordinasi dnegan manajer lainnya yang ikut bertanggungjawab dengan perencanaan perusahaan.
  2. Yang manan seorang manajer harus dapat memfokuskan serta memusatkan perhatiannya terhadap keputusan investasi serta pembiaaynaan dan juga yang beraitan dengan hal tersebut.
  3. Seorang najer kuanagn harus dapat berkoordinasi dengan baik dengan manajer yang lain agar perusahaan bergerak (beroperasi) secara efisien.
  4. Yang manyangkut masalah penggunaan pasar uang serta pasar modal, seorang manajer keuangan akan menghubungkan perusahaannya dengan pasar keuangan, yang mana dana tersebut dapat diperoleh serta serta surat berharga dari perusahaan dapat diperdagangkan.

Nah dari ke-4 aspek tersebut dpat disimpulkan bahwa tuga pokok dari manajer keuangan yang berkaitan dengan keputusan investasi serta pembiayaan dalam perusahaan.

Yang mana dalam menjalankan fungsinya, tuga manajer keuangan akan berhubungan langsung dengan keputusan poko dari perusahaan serta berpengaruh terhadap nilai yang ada pada perusahaan.

Nah berikut ini merupakan fungsi pokok dari manajemen keuangan, yaitu :

  1. Investment Decision, merupakan keputusan yang berhubungan denga aktiva yang kan dikelola oleh perusahaan.
  2. Financing Decision, merupakan keputusan yang berhubungan dengan sumber dana yang kaan diperlukan serta penetapan perimbangan pembelanjaan yang terbaik bagi perusahaan.
  3. Assets Management Decision, merupakan lkeputusan yang mana berkaitan dengan penggunaan sertab pengelolaan aktiva.

Sedangkan tugas dasar dari manajer keuangan secara umum adalah:

  1. untuk mendapatkan sumber dana bagi perusahaan.
  2. Menggunakan dana perusahaan untuk operasional
  3. Untuk membagikan laba perusahaan terhadap pemegang saham

Pastilah manajer keuangan mempunyai sebuah tujuan, yaitu agar dapat mengelola dana dari perusahaan secara umumnya adalah agar dapat memaksimalkannilai dari perusahaan. Yang mana bila suatu saat nanti perusahaan akan dijual harganya akan ditetapkan setinggi mungkin.

Itulah sedikit penjelasan tentang manajemen keuangan. Secara garis besar manajemen keuangan perusahaan berguna untuk memudahkan pengelolaan keuangan. Untuk menyusun laporan keuangan, ada baiknya anda menggunakan system yang telah terintegrasi dan handal.

Pemakaian software akuntansi online salah satunya. Yang harus anda lakukan adalah menginput transaksi-transaksi dalam jurnal. Fitur-fitur yang ada secara otomatis akan masuk dalam laporan keuangan yang diperlukan. Bahkan memungkinkan anda untuk mengubah dan menyimpannya dalam jurnal manajemen keuangan pdf. Semoga bermanfaat.

Cari Artikel di Sini