Definisi Manajemen Bisnis

Pengertian dari manajemen bisnis atau manajemen usaha adalah segala cara pengaturan untuk menyeluruh untuk menjalankan usaha bisnis secara profesional serta dapat menghasilkan tujuan yang diimpikan.

Manajamen bisnis ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan usaha/bisnis yang telah diimpikan dan ditetapkan oleh perusahaan. (Baca : Fungsi Manajemen)

Manajemen ini dilakukan agar bisnis tidak berantakan, sembarangan, teratur, memenuhi target, serta untuk antisipasi resiko yang ada. Ingat, salah satu fungsi utama manajemen adalah untuk mengatur sesuatu yang belum teratur.

Pada awal membangun bisnis, kita harus menetapkan langkah-langkah apa yang akan dijalankan dengan profesional. Mengapa harus profesional? Ya supaya memperbesar peluang tujuan yang ingin dicapai itu bisa terwujud. Langkah-langkah tersebut ditulis dalam bentuk perencanaan bisnis atau business plan.

Acuan Manajemen Bisnis

Dengan perencanaan bisnis yang bagus, maka otomatis manajemen perusahaanpun semakin baik dan efektif. Efeknya apa? Income perusahaan meningkat. Hal ini berlaku baik di usaha menengah ataupun level corporate.

Adapun patokan pokok dari manajemen bisnis, yaitu:

1. Manajemen Produksi

Manajemen produksi ialah perencanaan yang berhubungan dengan ketersediaan bahan baku atau produk jadi yang siap untuk dijual. Hal ini menyangkut proses produksi hingga menghasilkan produk yang diminati pelanggan.

manajemen bisnis

posisi sebagai manajer punya tanggungjawab lebih (image : google)

2. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah cabang manajemen yang khusus untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Mengapa hal ini penting?

Dalam sebuah bisnis dan usaha, pendapatan itu menjadi acuan utama apakah perusahaan itu sehat apa tidak. Jika tidak ada pemasukan yang berarti bagaimana perusahaan bisa bertahan dan berkembang?

Karena itulah, manajemen pemasaran itu sangat penting untuk sebuah perusahaan. Didalam manajemen pemasaran itu ada strategi pemasaran, riset kompetitor, evaluasi pasar, dll. Semuanya itu bisa diolah secara efektif dengan menggunakan manajemen bisnis yang tepat.

3. Manajemen Distribusi

Hal ini merupakan peran pendukung bagi manajemen pemasaran, mengapa demikian? Dikutip dari rajapresentasi.com Pemasaran bisa berjalan dengan lancar, bila distribusinya tidak ada masalah, begitu juga sebaliknya jika distribusi macet maka marketingnya juga terganggu.

Nah dengan begitu penyaluran suatu produk terhadap pelanggan itu tergantung dengan pola distribusi yang telah dibuat oleh perusahaan.

4. Manajemen Finansial

Ini menyangkut dengan keterbukaan serta pengelolaan dari perputaran uang perusahaan. Dalam tahap ini, manajemen finansial itu sangat penting. Karena bagian keuangan ini juga memegang peranan untuk memajukan perusahaan setingkat dengan bagian pemasaran.

Manajemen pemasaran berfungsi untuk mendapatkan uang, sedangkan manajemen finansial berfungsi untuk mengatur uang yang masuk dan keluar perusahaan.

Dengan adanya manajemen keuangan yang baik, maka perusahaan dapat mengatur dan mendistribusikan uang perusahaan dengan efektif dan tepat. Tidak tumpang tindih, sehingga pemasukan naik serta pengeluaran dapat dimanage dengan baik.

Hal ini sering dilupakan oleh perusahaan amatir, mereka tidak terlalu memperhatikan arus kas mereka. Mereka hanya fokus pada pemasukan saja, padahal menghitung pemasukan dan pengeluaran serta menganalisisnya itu sangat penting guna menciptakan keadaan keuangan perusahaan yang sehat.

Karena itulah, jika Anda ingin memiliki perusahaan yang maju, tidak usah besar-besar maka jangan pernah lupa untuk memanajemen keuangan Anda. Karena inti dari manajemen bisnis adalah bisa mengatur keuangan dengan tepat, kemudian mengatur strategi marketing yang sesuai dengan tipe perusahaan.

5. Manajemen Produk

Untuk awal memanajemen produk adalah hal terpenting, mengapa? Simple, karena produk inilah hal yang kita jual kepada konsumen. Jika tidak di manajemen dengan baik maka bagaimana cara kita bisa menjualnya dengan baik kepada konsumen? Lalu bagaimana cara memanajemen produk yang kita miliki?

Pengalaman saya pada saat awal membangun bisnis online adalah membuat list yang super lengkap, karena saya bukan produsen maka kita mengambil produk-produk dari beberapa supplier. Kita list barang-barang dari supplier, kita buat daftar harga sebelum dan sesudah kita naikkan. Yang jadi pertanyaannya adalah apakah itu benar?

Baca Juga : 4 Peluang Usaha Sampingan Berdasarkan Hobi yang Menjanjikan

Apa yang saya lakukan mungkin sudah sangat tepat, tetapi FAKTANYA kurang tepat. Kenapa? Simple, karena saya pada saat itu belum membutuhkan sistem manajemen yang kompleks seperti itu.

Saya terlalu menghabiskan waktu untuk membuat daftar yang selengkap-lengkapnya, dan saya melupakan 1 hal yaitu PEMASARAN. Sebaik apapun manajemen yang kita buat kalau pemasarannya belum jalan ya menjadi USELESS.

Karena itulah, saran saya jika Anda sedang memulai bisnis terutama anak-anak muda jangan terlalu mengambil pusing untuk membuat manajemen bisnis yang kompleks.

Cukup membuat manajemen yang sederhana saja, karena apa? Karena, diawal bisnis kita berkembang hal yang terpenting adalah mengembangkan produk bukan mengembangkan manajemennya.

6. Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam melakukan bisnis manusia atau orang-orang yang terlibat didalamnya memang adalah yang terpenting, mustahil bisnis ada jika manusia tak ada. Karena itulah, saat awal-awal memulai bisnis atau membuat usaha maka membuat manajemen orang-orang yang ada didalamnya itu penting.

Lalu bagaimana cara memanajemennya?  Memanajemen manusia itu butuh seni tingkat tinggi, kenapa? Simple! Karena sifat setiap orang itu berbeda, karakternya berbeda, karena itulah perlakuan terhadap masing-masing orang juga berbeda.

Penting kiranya Anda menjadi seorang Leader yang baik, yang mampu meningkatkan hasrat bagi anggota Anda untuk senantiasa menuruti instruksi yang Anda berikan. Mereka mentaati, menghormati, bukan karena takut tetapi karena memang itu seharusnya.

Untuk awal-awal membangun bisnis, penting kiranya menentukan siapa yang menjadi leader.  Karena  apa? Jika tidak dipilih leader dari awal, maka roda perputaran bisnis tidak akan mungkin bisa berjalan lancar.

Karena pastinya usaha dari setiap anggota itu berbeda-beda, karena itulah perlu seseorang yang mampu mengontrol kinerja, agar tetap bisa berjalan pada jalur yang benar. Saya sendiri pada saat menulis artikel ini berstatus sebagai UI/UX Designer di sebuah software house yang cukup besar di Indonesia.

Tetapi, diluar pekerjaan utama tersebut, saya juga kuliah di jurusan Matematika di sebuah universitas di Jogja, dan juga membangun sebuah start-up company dengan 4 orang teman saya. Mengapa saya melakukan itu semua? Mengapa tidak fokus pada 1 hal saja? Jawabannya simple! Karena saya ingin belajar!

Di kampus saya diajarkan untuk menyelesaikan sebuah problem dengan cara yang sistematis karena saya kuliah di jurusan matematika. Disitu, saya belajar cara tracing atau “menelanjangi” sebuah masalah sampai sedetail-detailnya, hal ini sangat penting jika diterapkan dalam bisnis, organisasi, atau menyelesaikan masalah apapun / problem solving.

Karena memahami suatu masalah dengan lebih detil akan memudahkan kita untuk menyelesaikannya.

Lalu untuk apa saya juga bekerja? Mengapa tidak fokus di start-up saja? Simple! Karena, saya ingin belajar mengelola perusahaan besar! Ilmu yang saya dapatkan di perusahaan tentu saja tidak akan saya dapatkan di kampus, begitu juga sebaliknya.

Sebab itulah saya ingin belajar bagaimana merekrut karyawan, mengelola karyawan, menentukan besarnya gaji, menentukan harga jual sebuah produk, dan itu semua saya terapkan di start-up yang saya bangun sekarang. Karena itulah saya menjalani 2 hal tersebut (kuliah dan kerja) secara bersamaan, karena itu benar-benar bisa memotong waktu yang saya butuhkan untuk belajar.

Jadi, untuk bisa mengelola manusia tentunya Anda harus memili leader skill. Anda harus bisa membangkitkan semangat bekerja anggota Anda, Anda harus bisa menjadi teman sekaligus pemimpin yang disegani bukan ditakuti.

Hal ini memang membutuhkan proses yang sangat panjang, karena itulah jangan pernah berhenti untuk belajar. Apalagi jika Anda masih berumur 20an tahun, jangan sok idealis untuk tidak mau jadi karyawan, mumpung masih muda lakukan apapun yang perlu dilakukan.

Menjadi karyawan tidak buruk, karena menjadi karyawan kita juga bisa “belajar” mengelola perusahaan, selain kita belajar kita juga dibayar. Enak bukan? Jadi nunggu apalagi?

Tips Manajemen Bisnis

Akan tetapi perlu ingat bahwa kita telah melakukan semuanya kita kan sukses, pasti ada saja halangan yang ada. Misalkan saja tertipu oleh partner. Nah berikut ini merupkan prinsip yang mampu untuk mendukung kemajuan dlam perusahaan :

1. Perencanaan yang matang

Baiasanya orang menganggap bahwa untuk mendirikan perusahaan memerlukan modal yang banyk, tapi perlu diingat bahwa modal besar bukan jaminan kita sukses. Kan tetapi jaminan yang tepat adalah perencanaan usaha yang baik.

Dengan begitu kan terjadi efisiensi dalam modal yang diperlukan. Pada saat ini sudah ada teknologi yang mendukung dalam percepatan perencanaan perusahaan atau yang sering disebut Enterprise Resource Planning (ERP).

2. SDM yang Berkualitas, Loyal, dan Sejahtera

Karena manusia merupak kebutuhan pokok dari perusahaan maka SDM yang baik akan mejadi roda penggerak untuk kesuksesan dalam perusahaan. Yang perlu dilakukan juga adalah loyalitas karyawan.

Artikel Lain : 10 Cara Praktis Manajemen Usaha

Dengan begitu harus terjadi hubungan emosional dari karyawan serta perusahaan maka akan menciptakan kolaborasi yang manaklukkan untuk kesuksesasan.

Akan tetapi kita juga perlu memperhatikan kebutuhan dari pegawai, bila pegawai tealh memberikan loyalitas, SDM yang baik maka perusahaan perlu memperhatkan timbal balik kepada mereka dengan memberikan yang pantas bagi mereka.

manajemen bisnis

ilustrasi manajer merupakan penyalur ide bawahan (image : google)

3. Manager yang Terbuka, Tegas, dan Demokrat

Dengan kepemimpinan yang baik akan membuat peran bagi perusahaan. Pemimpin bagaikan nahkoda kapal akan mentukan jalan kapal yang. Nahkoda akan memberikan jalan untuk menghadapi bagai yang ada dalam lautan begitu pula dengan manager.

Akan tetapi manager juga perlu menjaga hubungan yang baik dengan semua bawahannya. Agar semua dapat tercapai dengan tujuan dari perusahaan.

4. Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Mendukung

Kita tahu bahwa karyawan hampir seharian menghabiskan waktunya dikantor, maka diperlukan sebuah lngkunagn kerja yang nyaman dan mendukung untuk dapat memaksimalkan kinerja mereka.

Sehingga karyawan menganggap kantor tempat yang nyaman kedua setelah rumah mereka. Sehingga karyawan dapat maksimal selam merek bekerja dalam kantor.

Artikel Lain : Kunci Keberhasian EO, Manajemen Sitematis

5. Terbuka dan Selalu Belajar

Suatu perusahaan harus dapat belajar serta terbuka akan perkembangan yang ada. Karena setiap tahunnya pasti ada kemajuan teknologi yang ada diluar perushaan. Jika perusahaan menutup diri dan tak mau belajar itu adalah kesalahan terbesarnya dan akan membuat malapetaka baginya.

6. Manajemen Proses Bisnis

Dalam menghadapi iklim kompetisi produk yang berkualitas tidak lah cukup akan tetapi diperlukan kecepatan pelayanan beserta harga yang murah. Hal ini kan menyangkut dengn strategi bisnis itu sendiri.

Dengan manjemen bisnis yang baik akan mandukung barang yag berkualitas, murah menjadi favorit bagi konsumen.

Cari Artikel di Sini