Etika melamar kerja menjadi faktor yang sangat penting agar dapat lolos interview dan diterima di perusahaan tersebut. Meskipun seseorang memiliki segudang prestasi dengan skill cukup baik, namun apalah artinya jika sejak awal terlihat arogan dan tak beretika.

Justru sikap yang ramah, sopan, dan rendah hati seringkali menjadi daya tarik pimpinan perusahaan untuk meloloskan lamaran kerja orang tersebut. Etika menjadi bagian dari kecerdasan karakter seseorang yang akan menentukan kinerja.

Etika melamar kerja merupakan hal positif yang masuk ke dalam kriteria kelulusan. Memang persaingan di dunia pekerjaan sangat ketat.

Banyak sarjana muda dengan IPK cumlaude berlomba-lomba memasukkan CV ke perusahaan. Lowongan kerja yang terbatas membuat pihak kantor harus menaikkan standar kualifikasi pelamar.

Bukan hanya dibutuhkan seseorang yang mampu menyelesaikan pekerjaan kantor saja. Lebih dari itu, perusahaan juga menginginkan seseorang yang mampu bekerjasama sekaligus memimpin sebuah tim yang solid.

Di bawah ini 4 etika dalam melamar pekerjaan agar cita-cita menjadi bagian dari perusahaan tidak hanya sebatas angan saja.

1. Bersikap ramah dan berbusana sopan

Sebagaimana yang tertuang dalam pepatah Jawa “Ajining diri ana ing lathi, ajining raga ana ing busana”. Ungkapan ini memiliki makna “Harga diri itu bisa terlihat dari bagaimana ia berbicara, sedangkan busana yang dikenakan mencerminkan kondisi raganya”.

Oleh karena itu, jika Anda akan memasukkan CV ataupun panggilan interview, maka berbusanalah yang sopan dan sepantasnya.

Setelan celana dan blouse atau kemeja casual bisa menjadi pilihan terbaik. Berbicaralah dengan bahasa yang santun, jelas artikulasinya, dan tetap jaga rendah hati.

2. Surat lamaran atau CV dibuat dengan format resmi yang standar

Seringkali pelamar melebih-lebihkan format CV yang dikirim ke perusahaan. Jika memang Anda tidak bisa berbahasa inggris, sebaiknya jangan menggunakan form berbahasa inggris.

Perusahaan akan berasumsi bahwa yang bersangkutan fasih bahasa asingnya. Bagaimana jadinya jika Anda justru di interview menggunakan bahasa inggris.

Pastinya Anda akan gelagapan dan dijamin tidak akan lolos. Penggunaan font pada tulisan surat lamaran kerja sebaiknya yang standar saja seperti Times New Roman atau Arial. Jangan memakai font yang susah dibaca.

3. Hindari hal konyol saat interview

Seringkali seseorang merasa gugup saat dihadapkan dengan interview kerja. Perasaan tersebut sering memicu gerakan-gerakan spontan yang tidak enak dipandang.

Anda harus dapat mengatasi suasana saat itu dan bersikap lebih profesional. Saat interview, jangan memainkan jari, sering menggaruk-garuk kepala, memilin rambut, membuat lelucon berlebihan, atau sambil mengunyah permen. Etika melamar kerja harus memiliki body language yang baik agar Anda terlihat lebih dewasa.

4. Jangan datang terlambat untuk interview

Disiplin waktu menjadi faktor penting yang dinilai oleh pihak personalia. Apa jadinya jika Anda terlambat untuk datang. Rasa gugup, perasaan bersalah, grogi, dan gagal fokus alias ngeblank menjadi resiko yang muncul saat itu.

Usahakan untuk datang ke kantor 1 jam atau 30 menit sebelum wawancara berlangsung agar lebih rileks dan mempersiapkan kembali materinya.

Etika melamar kerja menjadi sebuah alat ukur awal apakah orang tersebut memiliki kecerdasan emosional dan sosial atau tidak. Sebagai calon karyawan, Anda harus berusaha semaksimal mungkin.

Mereka tidak mencari orang yang sekedar cerdas intelektualnya saja. Jiwa-jiwa kepemimpinan juga sangat dibutuhkan demi tercapainya visi dan misi perusahaan. Setelah Anda diterima, Anda bisa mengajukan surat pengunduran diri kerja di kantor lama Anda.

Cari Artikel di Sini