Definisi Umum Sudut Pandang

Pengertian Sudut pandang adalah sebuah metode yang dipakai oleh penulis cerita dalam menempatkan dirinya atau darimana penulis memandang cerita pada karangan yang telah ia tulis.

Sudut pandang dibuat oleh penulis sebagai satu dari sekian banyak siasat penyampaian cerita, maka dari itu sudut pandang dapat mempengaruhi jalannya penyajian sebuah cerita atau karangan yang ditulis oleh penulis.

Jenis Sudut Pandang Dalam Cerita

Sudut pandang dalam sebuah cerita biasanya terdiri dari 4 jenis, yaitu sudut pandang orang pertama pelaku utama, sudut pandang orang pertama pelaku sampingan, sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang orang ketiga pengamat. Berikut ini merupakan penjelasannya :

1. Sudut Pandang Orang Pertama

Sudut pandang orang pertama pelaku utama biasanya dicerminkan dari penggunaan kata aku atau saya. Selain itu, dalam sebuah cerita penulis seolah-olah akan terlibat langsung dalam cerita tersebut sebagai tokoh utamanya. Kebanyakan novel atau cerita pendek menggunakan sudut pandang ini karena penulis serasa lebih mendalami dan menyatu dengan ceritanya.

2. Sudut Pandang Orang Kedua

Dusut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan dicerminkan dari gaya penulis yang seolah olah bercerita, namun bukan sebagai pelaku utama atau tokoh utamanya. Contoh dari penggunaan sudut pandang ini adalah :

“ibuku merupakan sosok yang sangat aku kagumi. Beliay bekerja keras untuk membiayai kehidupan kami sekeluarga. Terkadang aku merasa iba padanya karena harus banting tulang demi anak-anaknya. Meskipun sibuk menafkahi, namun ibu tetap meluangkan waktu untuk memperhatikan anak-anaknya.”

3. Sudut Pandang Orang Ketiga

Sudut pandang orang ketiga serba tahu biasanya dicerminkan dari penggunaan kata ganti dia, ia, atau nama pelaku yang ada dalam sebuah cerita yang ditulis oleh penulis. Penulis seolah-olah tahu dan paham akan seluk beluk tokoh cerita tersebut kemudian menuangkannya dalam cerita dengan alur yang menarik.

4. Sudut Pandang Orang Keempat

Sudut pandang orang keempat biasanya dicerminkan dari penggunaan kata ganti “dia” pada cerita yang mempunyai maksud terbatas. Penulis akan menggambarkan apa yang dialami dan juga dirasakan oleh tokoh utamanya saja meskipun dalam cerita tersebut terdapat banyak tokoh lainnya. Tokoh utama dari cerita tersebut akan terlihat lebih menonjol dan dominan, sedangkan tokoh lain tidak mempunyai kesempatan untuk menunjukkan sosoknya.

Cari Artikel di Sini