Pengertian Umum Reksadana, Hukum, dan Jenis-Jenisnya

Pengertian reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya digunakan dengan tujuan investasi dalam sebuah portofolio efek oleh seorang Manajer Investasi. Reksadana merupakan padanan kata dari mutual fund yang secara harfiah mempunyai makna, reksa adalah wadah dan dana adalah (kumpulan) uang. Di Indonesia, Reksadana diatur secara jelas dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1955, khususnya pada Bab IV.

BENTUK HUKUM REKSADANA

Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1955 khususnya Pasal 18 ayat (1), bentuk hukum reksadana di Indonesia ada dua macam, yaitu Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang dilakoni oleh PT Reksadana dan Reksadana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).

Reksadana berbentuk perseroan dari sisi bentuk hukum tidak jauh beda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan mencolok dapat anda lihat dari jenis usahanya yang melakukan pengelolaan portofolio investasi. Sedangkan Reksadana berbentuk KIK diawali dengan pembuatan kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian yang juga mengikat Pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak tersebut, Manajer Investasi diberikan wewenang untuk mengelola portofolio efek, sedangkan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.

KARAKTERISTIK REKSADANA

Berdasar karakteristiknya, reksadana dapat dibedakan menjadi reksadana terbuka dan reksadana tertutup. Reksadana terbuka dapat dijual kembali pada Perusahaan Manajemen Investasi yang menerbitkannya tanpa melalui perdagangan di Bursa Efek. Sedangkan reksadana tertutup tidak dapat dijual kembali pada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya dan hanya dapat dijual kembali kepada investor lain melalui sebuah mekanisme perdagangan yang ada di Bursa Efek.

JENIS-JENIS REKSADANA

1. Reksadana Campuran

Reksadana yang melakukan investasi dalam sebuah Efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang yang perbandingannya tidak termasuk reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

2. Reksadana Pasar Uang

Reksadana yang hanya melakukan investasi kepada efek yang bersifat utang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana yang melakukan investasi minimal 80% dari aktivanya dalam sebuah bentuk efek yang bersifat utang.

4. Reksadana Saham

Reksadana yang melakukan investasi minimal 80% dari aktivanya dalam sebuah efek yang bersifat ekuitas.

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: