Definisi Umum Periodisasi

Periodisasi adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sebuah sejarah dengan cara membagi peristiwa dalam beberapa babak, zaman, ataupun periode.

Periodisasi atau disebut juga sebagai pembabakan biasanya akan membagi peristiwa-peristiwa masa lampau yang sangat banyak macamnya menjadi bagian-bagian dan kelompok-kelompok sesuai dengan sifat, unit, maupun bentuknya hingga membentuk suatu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi memang sangat berkaitan erat dengan sejarah karena banyak digunakan untuk mengelompokkan peristiwa di masa lampau.

Tujuan Periodisasi

Periodisasi dalam sejarah mempunyai manfaat yang penting bukan saja bagi penulis sejarah, namun juga bagi para pembaca khususnya para siswa yang belajar sejarah. Cerita sejarah yang ditempatkan dalam setting waktu tertentu tentu akan mempermudah pembacanya serta menarik minat pembacanya untuk mencari tahu lebih dalam lagi terkait kronologi peristiwa tersebut.

Tujuan diadakannya periodisasi adalah :

  1. Untuk melakukan penyederhanaan.
  2. Untuk mempermudah klasifikasi dalam sebuah ilmu, khususnya sejarah.
  3. Untuk mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis sehingga lebih runtut dan tidak membingungkan.
  4. Untuk mempermudah mencari pengertian, dan
  5. Untuk memenuhi persyaratan sistematika dalam ilmu pengetahuan.

Contoh Periodisasi Sejarah

Dibawah ini terdapat contoh periodisasi yang terdapat dalam pembabakan sejarah Indonesia. Periodisasi ini banyak digunakan dalam mempelajari sejarah oleh seluruh siswa dan mahasiswa di Indonesia.

  1. Zaman prasejarah (era sebelum 400 masehi)
  2. Zaman pengaruh Hindu-Buddha (400 hingga 1500 masehi)
  3. Zaman pengaruh Islam (1500 hingga 1700 masehi)
  4. Zaman penjajahan dan kolonialisme (1700 hingga 1945)
  5. Zaman pergerakan nasional (1908 hingga 1928)
  6. Zaman pendudukan Jepang (1943 hingga 1945)
  7. Zaman mempertahankan kemerdekaan (1945 hingga 1949)
  8. Zaman RIS dan Demokrasi Liberal (1949 hingga 1959)
  9. Zaman Demokrasi terpimpin (1959 hingga 1966)
  10. Zaman Orde Baru (1966 hingga 1998), dan
  11. Zaman Reformasi.

Dari contoh periodisasi sejarah Indonesia tersebut tentunya tidak mutlak digunakan. Meskipun terdapat beberapa perbedaan, namun tidak terlalu dipersoalkan karena masing-masing sejarawan yang membahas tentunya mempunyai dasar dalam menyusun periodisasi. Pada dasarnya, setiap periodisasi yang disusun sejarawan adalah benar adanya karena memang digunakan untuk mempermudahkan dalam pemahaman perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Cari Artikel di Sini