Definisi Pajak Secara Umum

Pengertian pajak secara umum adalah suatu pungutan yang wajib dibayar oleh masyarakat dalam sebuah negara dan akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat pemerintah.

Apa yang dimaksud pajak secara sederhana? Jadi, pajak adalah sebuah biaya yang dibebankan ke rakyat dan akan diberikan oleh rakyat lagi. Pajak memberikan banyak manfaat untuk suatu negara. Sebagai seorang rakyat yang baik, kita harus selalu membayar pajak dengan rutin. Dana pajak digunakan untuk membangun berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat umum.

Untuk lebih mengetahui lebih dalam apa itu pajak, mari kita simak lebih lanjut definisi pajakmenurut para ahli dan  arti pajak dari sisi etimologis dalam uraian di bawah ini.

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

1. Rochmat Soemitro

Pengertian pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro .SH,”Pajak merupakan iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang – undang ( yang dapat di paksakan ) dengan tiada mendapat jasa timbal balik ( kontra prestasi ) yang langsung dapat di tunjukkan dan yang di gunakan untuk membayar pengeluaran umum.”

2. Charles E. McLure

Sementara menurut ahli yang lain yakni Charles E. McLure, “Pajak adalah kewajiban finansial atau retribusi yang dikenakan terhadap wajib pajak, bisa berupa orang pribadi atau badan usaha oleh negara atau institusi yang fungsinya setara dengan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai macam pengeluaran publik.”

3. Rifhi Siddiq

Pajak menurut Rifhi Siddiq merupakan,”Iuran yang dipaksakan pemerintahan suatu negara dalam periode tertentu kepada wajib pajak yang bersifat wajib dan harus dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara dan bentuk balas jasanya tidak langsung.”

4. Soeparman

Definisi pajak menurut Dr. Soeparman Soemahamidjaya adalah, “Pajak adalah iuran wajib bagi warga atau masyarakat, baik itu dapat berupa uang ataupun barang yang dipungut oleh penguasa dengan menurut berbagai norma hukum yang berlaku untuk menutup biaya produksi barang dan juga jasa guna meraih kesejahteraan masyarakat.”

Pengertian Pajak Menurut Etimologi

Dalam bahasa Arab, pajak dikenal dengan istilah dharibah. Menurut etimologi dari bahasa Arab, dharibah memang memiliki banyak arti, namun para ulama sepakat bahwa dharibah merujuk kepada harta yang dipungut sebagai kewajiban.

Fungsi Pajak

Pajak memiliki fungsi yang banyak sekali bagi rakyat dan pemerintah itu sendiri. Pajakmenjadi sumber pendapatan utama bagi sebuah negara. Berikut ini beberapa fungsi pajak yang harus anda ketahui:

1. Fungsi Mengatur

Pajak berfungsi untuk mengatur keberlangsungan sebuah negara dalam berbagai bidang. Terutama dalam sektor ekonomi dan sosial. Misalnya, pajak dapat digunakan untuk membuat laju inflasi melambat. Mengatur pajak ekspor barang, pajak pertambahan nilai dan masih banyak lainnya.

2. Fungsi Anggaran

Pajak berfungsi sebagai sumber pemasukan utama dari suatu negara. Semua dana yang terkumpul dari pajak akan masuk ke kas negara dan digunakan untuk pembangunan nasional. Alokasi dari pajak dapat dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur, sarana dan prasarana, belanja negara serta biaya operasional dalam menjalankan tugas-tugas negara.

3. Fungsi Stabilisasi

Pajak berfungsi untuk menstabilkan keadaan dan kondisi perekonomian suatu negara. Tentu saja melalui pengolahan pajak yang efisien dan efektif. Misalnya dalam menstabilkan inflasi uang dengan mengatur banyaknya uang yang beredar di masyarakat.

4. Fungsi Pemerataan

Pajak juga berfungsi sebagai pemerataan yang membantu pendapatan dan pembagian ke masyarakat. Pemasukan dari pajak dapat dialokasikan untuk pembangunan berskala nasional dan membuka lapangan pekerjaan yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Jenis Pajak di Indonesia

Dari pengertian pajak, kita bisa memahami tentang jenis-jenis pajak. Jenis pajak juga dibagi berdasarkan beberapa hal.

1. Jenis Pajak Menurut Sifat

Berdasarkan sifat, pajak dibagi menjadi pajak langsung (direct tax)dan pajak tidak langsung (indirect tax). Pajak langsung adalah jenis pajak yang diwajibkan berkala terhadap individu atau badan usaha sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku. Pajak langsung ditanggung sendiri oleh wajib pajak. Contoh pajak langsung adalah pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan.

Pajak tidak langsung adalah pajak yang diwajibkan atas suatu perbuatan. Pajak ini dapat dialihkan ke pihak lain dan dibebankan tanpa surat penetapan pajak. Contoh dari pajak tidak langsung adalah cukai, pajak penjualan dan pajak pertambahan nilai.

2. Jenis Pajak Menurut Instansi

Berdasarkan instansi pemungut, pajak dibagi menjadi pajak daerah dan pajak pusat. Pajak pusat atau pajak negara adalah pajak yang dipungut oleh instansi pusat yakni negara. Contoh pajak yang termasuk dalam pajak pusat atau pajak negara adalah pajak tambahan nilai barang dan jasa dari penjualan barang mewah serta pajak penghasilan.

Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Contoh pajak derah adalah pajak pemotongan hewan, pajak rekreasi atau hiburan, pajak kendaraan dan bermotor serta pajak papan reklame.

2. Jenis Pajak Menurut Objek dan Subjek

Jenis pajak berdasarkan objektifnya atau subjektifnya. Setiap warga negara pasti dibebankan dengan pajak atas apa yang ia miliki. Oleh karena itu, kita harus membayar pajak dengan tertib dan tepat.

Pajak subjektif adalah pajak yang bersumber kepada subjeknya (wajib pajak). Contoh pajak subjektif adalah pajak bumi dan bangunan serta pajak penghasilan.

Pajak objektif adalah pajak yang dipungut dengan konsentrasi kepada objek tanpa memperhatikan wajib pajak. Contoh dari pajak objektif adalah pajak cukai dan penjualan.

Manfaat Pajak

Seperti telah diuraikan sebelumnya, pajak adalah pemasukan utama bagi sebuah negara. Pajak  dibebankan kepada masyarakat, dikelola oleh pemerintah dan pada akhirnya dana dari pajak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Berikut beberapa manfaat pajak yang dapat menyadarkan kita betapa pentingnya membayar pajak sebagai sebuah kewajiban bagi warga negara.

1. Memperkuat sektor pertahanan, ketertiban dan keamanan.

Pajak mampu menjadi sumber pendapatan untuk membangun serta memperkuat sektor pertahanan, ketertiban dan keamanan. Dana pajak dapat dialokasikan untuk pengadaan maupun penggantian kendaraan tempur, pengembangan dan pembaruan fasilitas pertahanan, sarana serta prasarana demi pertahanan sektor darat, laut dan udara.

2. Membangun sektor ekonomi.

Sektor ekonomi merupakan salah satu sektor yang paling krusial bagi hajat hidup orang banyak. Sektor ini menentukan mobilitas dan perputaran pendapatan nasional. Dana pajak dapat digunakan untuk membangun atau modernisasi jalur kereta api, jalan, bendungan, embung LRT, jembatan, pelabuhan, bandara, irigasi, satelit multifungsi, BTS dan jaringan tulang punggung serat optik nasional.

3. Mengembangkan kualitas pendidikan.

Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tentunya kualitas pendidikan sangat perlu diperhatikan. Dari olahan pendapatan melalui pajak, peningkatan kualitas pendidikan dapat diimplementasikan melalui bantuan beasiswa , bantuan operasional sekolah, tunjangan profesi guru serta pembangunan serta perbaikan fasilitas, sarana dan prasarana terkait pendidikan.

4. Memberikan bantuan sosial.

Anggaran melalui pajak tentunya mampu memberikan manfaat dalam sektor social, contohnya bantuan tunai bersyarat, bantuan social pangan berupa bantuan sosial rastra, dan bantuan pangan non-tunai, bantuan kelompok usaha ekonomi produktif di wilayah pedewasaan bagi keluarga kurang mampu dan perlindungan sosial untuk balita terlantar, anak jalanan, anak berhadapan hukum dan anak yang mendapat perlindungan khusus.

5. Memenuhi kepentingan agama dan meningkatkan sektor pariwisata, kesehatan serta perlindungan hidup.

Selain berbagai sektor diatas, dana pajak juga berkontribusi bagi pemenuhan hal-hal penting dalam bidang agama, pariwisata, kesehatan dan perlindungan hidup.

Dalam bidang agama, alokasi anggaran pajak dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji dan umrah, pengembangan asrama haji, pembinaan petugas haji professional, penyaluran tunjangan keagamaan non Islam, serta pemberdayaan lembaga sosial keagamaan dan kualitas rumah ibadah.

Wajib Pajak

Definisi wajib pajak adalah individu perseorangan atau badan mencakup pembayar, pemotong, dan pemungut yang memiliki hak dan kewajiban dalam hal perpajakan sesuai dengan ketetapan mengenai peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Sementara Nomor Pokok Wajib Pajak atau yang lebih biasa kita kenal dengan sebutan NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak yang digunakan sebagai tanda identitas wajib pajak dalam memenuhi hak serta kewajibannya.

NPWP bersifat tidak berubah meskipun wajib pajak pindah tempat tinggal atau mengalami pemindahan tempat terdaftar. NPWP dapat diberikan kepada wajib pajak jika individu perseorangan atau badan telah melengkapi persyaratan subjektif dan objektif  merujuk kepada peraturan perundang-undangan mengenai perpajakan.

Dari ulasan mengenai jenis-jenis pajak diatas, kita dapat mengetahui bahwa pajak dapat dibedakan menjadi berbagai macam jenis pajak yang harus dibayar. Ada pajak penghasilan, pajak kekayaan, pajak kendaraan bermotor, bea cukai, pajak impor dan masih banyak lainnya. Setiap warga negara pasti dibebankan pajak atas apa yang dia miliki. Oleh karena itu kita harus membayar pajak dengan baik dan tepat.

Pengertian pajak sebagai suatu kewajiban tentunya harus dipatuhi oleh setiap warga negara. Pungutan ini bersifat memaksa namun manfaatnya pada akhirnya adalah  untuk kesejahteraan penduduk.

Meskipun terkadang manfaat pajak tidak langsung dirasakan oleh masyarakat, namun pembangunan nasional yang mayoritas dibiayai dari sektor pajak adalah bukti bahwa alokasi dana dari anggaran pajak sanggup untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kualitas berbagai sektor penting nasional.

Jadi, sebagai warga negara Indonesia yang baik, jangan lupa untuk membayar pajak ya! Sekian artikel tentang pengertian, fungsi, jenis,manfaat pajak serta wajib pajak. Semoga bermanfaat.

Cari Artikel di Sini