Pengertian dan Ruang Lingkup Kliirng

Pengertian kliring adalah sebuah istilah dalam perbankan dan keuangan yang menunjukkan adanya suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk melakukan transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Urgensi kliring dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan melesat begitu cepat dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi pelaksanaan aset transaksi.

RUANG LINGKUP KLIRING

Kegiatan kliring meliputi :

  1. Melaksanakan kegiatan kliring atas semua jenis transaksi bursa untuk produk ekuitas, derivatif, dan obligasi pada bursa efek Indonesia.
  2. Melaksanakan proses penentuan hak dan kewajiban anggota kliring yang timbul dalam transaksi bursa.
  3. Sistem kliring manual yang meliputi pelaksanaan perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring, serta pemilihan warkat yang dilakukan secara manual oleh peserta.

WARKAT YANG DIKLIRINGKAN

Warkat dapat dikliringkan ataupun diselesaikan di lembaga kliring merupakan warkat yang berasal dari dalam kota. Artinya, cek atau bilyet giro yang dikliringkan haruslah berasal dari kota ataupun wilayah kliring yang sama. Adapun jenis warkat yang bisa dikliringkan oleh bank melalui lembaga kliring adalah :

  1. Cek.
  2. Bilyet giro (BG).
  3. Wesel bank.
  4. Surat bukti penerimaan transfer dari luar kota, dan
  5. Lalu lintas giral (LLG) atau nota kredit.

MITRA PENGEMBANG SENTRAL

Kliring melibatkan lembaga keuangan yang mempunyai permodalan kuat yang dikenal dengan sebutan mitra pengimbang sentral (MPS) atau central counterparty. MPS menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun pembeli. Apabila terjadi kegagalan penyelesaian atas suatu transaksi, maka pelaku pasar akan menanggung sebuah risiko kredit yang distandarisasi oleh MPS.

NETTING

Mitra Pengembang Sentral (MPS) dapat melakukan netting transaksi penjualan dan juga pembelian harian seperti sekuriti selama pelaku pasar hanya mempunyai satu jenis mitra pengembang sentral atas sebuah perdagangan yang dilakukannya. Netting dikenal sebagai suatu manfaat dari adanya mitra pengembang sentral saat ini.

KLIRING SELAMA KRISIS KEUANGAN

Selama krisis keuangan, transaksi kliring berada pada luar penggunaan tradisional omzet internasional transaksi kompensasi dan mulai digunakan sebagai alat pembayaran intra-bank untuk tiap-tiap badan hukum yang memungkinkan adanya kompensasi kekurangan uang yang terjadi selama krisis keuangan. Untuk pertama kalinya penggunaan non tradisional tranksaksi kliring dilakukan oleh WIR Bank Swiss pada awal abad ke-20 lalu dan oleh lembaga keuangan Panama Standar Bank Eropa.

Cari Artikel di Sini



Leave a Reply

*

%d bloggers like this: