Apa pengertian Globalisasi secara etimologi? Menurut etimologi, globalisasi berasal dari 2 kata dalam bahasa inggris, yaitu globe yang artinya dunia dan lization artinya proses.

Dari kata globe tersebutlah akhirnya muncul istilah globalisasi yang orang mengenalnya dengan arti sebuah proses mendunia. Setelah pengertian etimologi, terdapat pengertian terminologi yang lebih luas, yang mana akan dibahas di ulasan berikutnya.

Definisi Umum Globalisasi

Pengertian globalisasi merupakan proses di suatu masyarakat yang sebuah individu tidak lagi terikat dengan batas wilayah atau negara.

Jadi dalam globalisasi, sebuah individu atau masyarakat tidak hanya terikat oleh wilayah itu saja. sehingga terjadi perubahan-perubahan tertentu dalam suatu masyarakat. Secara simple nya globalisasi adalah mendunia. Setiap ahli juga mengartikan globalisasi dengan hal yang berbeda-beda.

Pengertian Globalisasi Secara Umum

Apa yang dimaksud globalisasi? Globalisasi secara umum memiliki arti suatu proses yang menyeluruh atau mendunia yang mana setiap individu tidak akan terikat oleh suatu batasan dari wilayah negara. Di sini dapat diartikan bahwa globalisasi itu sifatnya luas.

Setiap orang bisa bertukar pikiran, produk, pandangan, aspek kebudayaan, dan lainnya dalam lingkup dunia. Baik dengan individu lain dalam sebuah negara, maupun dengan negara lain yang lingkupnya internasional. Mereka dapat berkomunikasi maupun membagikan informasi kapanpun dan dimanapun baik dengan media cetak maupun media elektronik.

Pengertian Globalisasi Menurut Ahli

Ada beberapa definisi demokrasi yang diutarakan oleh para ahli. Simak daftarnya sebagai berikut:

1. Selo Soemardjan

Apa itu globalisasi? Menurut beliau, globalisasi adalah sebuah proses suatu sistem komunikasi dan organisasi antar masyarakat terbentuk di seluruh dunia.

2. John Huckle

John Huckle mengemukakan bahwa globalisasi adalah suatu proses yang bersamaan dengan kegiatan serta keputusan di sebuah belahan dunia, yang mana berganti menjadi konsekuensi yang signifikan bagi semua warga yang ada di daerah jauh sekalipun.

3. Emanuel Ritcher

Menurut Emanuel, definisi globalisasi adalah sebuah jaringan kerja yang bersifat global yang secara bersamaan saling menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpisah-pisah menjadi satu karena suatu ketergantungan.

4. Achmad Suparman

Achmad Suparman berpendapat bahwa globalisasi merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk membuat benda atau perilaku menjadi penanda atau karakteristik dan setiap orang di dunia ini tanpa adanya batasan wilayah.

5. Scholte

Scholte berpendapat bahwa, globalisasi adalah suatu proses terjadinya peningkatan suatu hubungan internasional. Artinya, semua negara dapat mempertahankan identitas daripada negaranya, tetapi tetap berdasarkan pada interaksi dengan negara satu dengan yang lainnya.

6. Lodge

Menurutnya, arti globalisasi yaitu suatu proses yang mana terjadi penempatan suatu masyarakat di dunia yang mana mereka dapat menjangkau satu sama lain atau saling terkoneksi dalam setiap aspek kehidupan yang dijalani oleh mereka, baik dalam beberapa aspek ekonomi, budaya, teknologi politik, maupun lingkungan nya.

Teori Globalisasi

Terdapat beberapa teori Globalisasi yang perlu kita ketahui. Teori tersebut telah dikemukakan oleh beberapa ahli tertentu. Salah satu teori yang terkenal adalah teori yang dinyatakan oleh Ahli Cochrane dan Pain. Mereka mengemukakan 3 pemeran utama yang memiliki peran penting dalam Globalisasi. Simak teori-teorinya sebagai berikut!

1. Teori Globalisasi (Para Globalis)

Para Globalis berpendapat bahwa Globalisasi dapat membawa sebuah konsekuensi yang terjadi secara langsung pada kehidupan manusia di dunia. Nantinya, mereka akan mendapatkan suatu serangan budaya homogen yang tersebar ke semua wilayah yang ada di dunia.

Masih terkait dengan hal ini,  para globalis yang memiliki pemikiran positif bahwa hal itu dapat membuat masyarakat di dunia mempunyai suatu pemikiran yang lebih terbuka (open minded). Mereka juga akan lebih toleran dalam menanggapi budaya yang berasal dari luar budaya di wilayahnya sendiri.

Sedangkan, para globalis yang berpikiran negatif akan memiliki anggapan bahwa hal tersebut dapat melunturkan budaya asli dari masyarakat itu. Mereka juga menganggap bahwa itu adalah bentuk upaya dari Negara adidaya yang ingin menjajah budaya lain.

2. Teori Globalisasi (Para Tradisionalis)

Orang-orang yang masih kental dengan jiwa tradisional nya akan beranggapan bahwa Globalisasi itu tidak sedang terjadi. Mereka juga menyatakan bahwa hal itu terjadi karena hasil dari perubahan yang sudah ada sejak dulu.

3. Teori Globalisasi (Para Transformalis)

Para transformalis merupakan orang yang berada di tengah antara pemikiran globalis dan tradisionalis. Mereka menganggap bahwa globalisasi memang sedang terjadi saat ini, namun mereka melebih-lebihkan.

4. Teori Globalisasi Lainnya

Teori ini disebutkan oleh ahli George Ritzer yang mengemukakan bahwa era Globalisasi itu ditandai dengan munculnya suatu perkembangan dalam bidang komunikasi. Contohnya seperti diciptakannya telepon, televisi , atau lainnya yang kemudian diakhiri dengan adanya kesadaran manusia secara global terhadap hal itu.

Contoh Globalisasi

Berikut adalah contoh-contoh dari adanya globalisasi:

1. Banyak sekali produk asing dijual di indonesia

Sekarang, kita sudah mudah untuk mencari produk-produk asing, karena banyak beredar di Indonesia. Banyak produk mulai dari alat elektronik, pakaian, hingga aneka makanan. Bukan suatu yang mengherankan, karena saat ini sudah banyak ditemukan produsen dari negara lain yang mendirikan pabrik di Indonesia untuk memenuhi target pasar.

2. Banyak sekali supermarket atau pasar swalayan yang berdiri di indonesia

Pasar tradisional dulunya merupakan satu satunya tempat masyarakat membeli kebutuhan pokok. Sekarang peran pasar ini sudah tergantikan oleh pasar swalayan yang disebut dengan supermarket. Sudah banyak sekali supermarket dibangun di Indonesia. Itu mengapa, jangan heran jika setiap berjalan melewati jarak 500 meter, kita akan menjumpai supermarket.

3. Tenaga Mesin Memiliki Peran Penting Dibandingkan Tenaga manusia

Dulunya, di dunia kerja di Indonesia, tenaga kerja manusia sangatlah dibutuhkan, apalagi di bidang produksi. Sekarang pekerjaan itu sudah digantikan oleh mesin-mesin yang lebih canggih dan dianggap efisien. Seperti halnya dalam panen, manusia sekarang ini sudah tidak perlu repot karena adanya mesin tersebut.

4. Adanya Jual beli online yang semakin berkembang

Kita berada di dunia digital dimana teknologi sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Seperti halnya belanja, manusia sudah tidak perlu ke mana-mana karena adanya toko online yang tersedia di internet, Mereka hanya perlu menggunakan gadget saja untuk memesan produk.

5. Penggunaan gadget sudah dianggap biasa

Di zaman ini, gadget sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat dunia. Bagaimana tidak? Dengan gadget, mereka dapat melakukan banyak hal seperti berkomunikasi, mencari informasi, mencari hiburan, berbelanja, hingga mencari pekerjaan.

Faktor Penyebab Globalisasi

Ada beberapa hal yang menyebabkan globalisasi. Faktor ini sangat mempengaruhi globalisasi di kehidupan masyarakat. Berikut ini penyebab globalisasi.

  1. Adanya perkembangan teknologi yang lebih maju. Sehingga membuat kemudahan dalam bermasyarakat dan hubungan antara dua negara.
  2. Ilmu pengetahuan yang lebih maju, terutama pada bidang transportasi sehingga kita bisa pergi ke suatu tempat dengan lebih mudah dan pengiriman barang dapat terjangkau.
  3. Adanya kerja sama ekonomi pada negara internasional membuat banyak kesepakatan yang terjadi.

Pengaruh Globalisasi

Walaupun globalisasi memiliki hal positif, ternyata pengaruhnya cukup besar bagi individu. Berikut adalah paparan dari pengaruh globalisasi:

1. Memiliki sifat yang individualis

Dulu sebelum adanya globalisasi, rakyat Indonesia selalu bekerja sama dan bergotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan. Sekarang di zaman yang serba modern ini, masyarakat cenderung memikirkan dirinya sendiri atau bersifat individualis khususnya masyarakat kota.

Suatu perubahan ini tentu tidak serta merta terjadi begitu saja, dampak globalisasi sudah dirasakan setelah lama kemunculan nya. Tentu, masyarakat yang sudah terpengaruh sikap individualis akan tidak peduli dengan lingkungannya.

2. Kurangnya sosialisasi suatu individu

Umumnya orang-orang yang bersikap individualis kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan luar karena kurangnya sosialisasi terhadap sesama. Individu tersebut akan memilih berdiam diri asyik dengan aktivitasnya dan menjadi orang yang anti sosial.

Tentu, perilaku kurang sosialisasi tersebut tidak akan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain karena mereka tidak peduli dengan norma masyarakat yang berlaku. Mereka akan memilih aktif di dunia maya dibandingkan dengan dunia nyata.

3. Melupakan budaya dan tradisi sendiri

Seperti yang diketahui, Indonesia memiliki berbagai macam suku yang memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Siapa yang akan melestarikan budaya dan tradisi ini jika bukan anak cucu bangsa? Sedangkan mereka sekarang ini seakan acuh dengan budaya dan tradisinya sendiri. Padahal mereka adalah generasi yang bertanggung jawab dengan eksistensi kebudayaan dan tradisi Indonesia.

Contoh dari mulai pudarnya budaya dan tradisi Indonesia akibat perkembangan globalisasi adalah tidak adanya pelajaran di sebagian sekolah di Indonesia yang mengajarkan tentang kebudayaan Indonesia seperti menyanyikan lagu-lagu daerah dan lainnya. Sekarang, generasi saat ini lebih tertarik dengan lagu-lagu barat yang menurut mereka lebih keren.

4. Perubahan Penampilan

Pengaruh globalisasi selanjutnya dapat dilihat dari adanya perubahan penampilan. Salah satu perubahan tersebut antara lain mengecat rambut dengan berbagai warna, mengenakan pakaian yang you can see, yang mana tidak sesuai dengan moral bangsa.

5. Hiburan anak mengalami pergeseran

Globalisasi sangat memberikan pengaruh besar bagi generasi bangsa saat ini. Dulu, anak-anak lebih aktif bermain bersama teman-temannya memainkan permainan tradisional. Sekarang, aktivitas tersebut sangatlah langka.

Anak-anak dan remaja zaman sekarang lebih suka bermain sendiri dengan gadget nya. Ini adalah hiburan baru bagi mereka yang sudah menghilangkan rasa kebersamaan dengan yang lainnya.

Dampak Globalisasi

Dari pengertian globalisasi, ada dampak yang bisa diberikan. Entah itu dampak positif dan dampak negatif. Berikut ini dampak dari adanya globalisasi.

Dampak positif globalisasi

  1. Bisa membuat taraf hidup masyarakat meningkat
  2. Membuat komunikasi antar daerah atau negara lebih mudah dan cepat,
  3. Pembangunan lebih meningkat
  4. Kemudahan dalam memperoleh informasi
  5. Membuat ekonomi lebih efektif, produktif dan efisien sehingga membantu kemajuan suatu negara
  6. Membantu meningkatkan pendapatan suatu negara, dengan banyaknya wisatawan yang datang.

Dampak Negatif Globalisasi

Selain memiliki dampak positif, globalisasi juga memiliki dampak negatif. Berikut ini dampaknya:

  1. Membuat sebagian orang timur meninggalkan adat ketimuran dan mulai kebaratan.
  2. Jumlah informasi yang diterima tidak terkendali, sehingga memunculkan banyak hoax.
  3. Kurangnya sikap gotong royong, solidaritas, kepedulian dan lainnya. lebih ke individual.
  4. Dalam bidang pertanian, mulai kekurangan tenaga kerja
  5. Perusahaan luar negeri lebih dominan dibandingkan perusahan dari dalam negeri.
  6. Budaya asli bangsa mulai terkikis.

Dari penjelasan diatas, kita jadi lebih paham tentang pengertian globalisasi, penyebab dan dampaknya. Sekian artikel kali ini, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Cari Artikel di Sini