Syarat dan Cara Membuat Nomor Wajib Pajak (NPWP)

Istilah Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP mungkin sudah tidak asing ditelinga anda semua. NPWP merupakan nomor yang diberikan pada Wajib Pajak baik itu orang perorangan atau badan usaha sebagai sebuah sarana yang digunakan untuk identitas dalam administrasi bidang perpajakan dimana NPWP ini nantinya akan digunakan sebagai sebuah tanda pengenal dan juga identitas dari Wajib Pajak yang bersangkutan dalam hal melaksanakan hak dan juga kewajibannya di bidang perpajakan.

NPWP tentu saja wajib dipunyai oleh WNI dan selalu digunakan saat melakukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan umum seperti halnya pengajuan kreidt, membuat paspor, dan lain sebagainya.

Pada artikel kali ini, kami akan sedikit memberikan ulasan kepada anda tentang NPWP pribadi yang dikhususkan bagi orang perorangan. Kartu NPWP Pribadi ini tidak ubahnya mirip dengan E-KTP yang pada dasarnya wajib dipunyai oleh WNI dengan syarat syarat tertentu. jika seseorang mempunyai Kartu NPWP, maka ia sudah dianggap dan resmi menjadi Wajib Pajak.

Bagi seseorang yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi Wajib Pajak namun tidak segera mendaftarkan diri guna memperoleh NPWP, maka dapat dikenakan sanksi sebagaimana aturannya telah tercantum dalam peraturan perundangan-undangan yang berlaku dalam bidang urusan perpajakan ini.

SYARAT MEMBUAT NPWP PRIBADI

Bagi orang perorangan, baik itu yang sudah ataupun belum berkeluarga, wajib mempunyai NPWP.  Kecuali bagi wanita kawin yang tidak mengadakan perjanjian berpisah harta dan berpisah penghasilan dengan si suami, maka tidak wajib mempunyai NPWP.

Di Indonesia batas PTKP untuk orang perseorangan adalah Rp 15.840.000 per tahun atau RP 1.320.000 per bulan. Jika penghasilan anda sudah melebihi batas tersebut, maka anda sudah diwajibkan untuk mendaftar diri memperoleh NPWP. Adapun dokumen yang harus disiapkan saat membuat NPWP pribadi diantaranya adalah :

  1. WP Pribadi tidak menjalankan sebuah usaha atau pekerjaannya bebas profesional
    1. Fotokopi E-KTP
    2. Fotokopi Paspor, Kitas, Kitap (bagi WNA)
  2. WP Pribadi menjalankan usaha ataupun pekerjaan bebas yang profesional
    1. Fotokopi E-KTP
    2. Fotokopi Paspor, Kitas Kitap (Bagi WNA)
    3. Fotokopi dokumen yang berkaitan dengan izin usaha yang resmi dan diterbitkan oleh pihak yang berwenang
    4. Surat pernyataan bahwa WP benar telah dan sedang menjalankan usaha ataupun mempunyai pekerjaan yang bebas ditandatangani diatas materai 6000
  3. WP Pribadi seorang wanita kawin yang menginginkan hak dan kewajiban di bidang pajaknya terpisah dari suami
    1. Fotokopi Kartu NPWP dari Suami
    2. Fotokopi KK atau Kartu Keluarga
    3. Fotokopi surat perjanjian pisah penghasilan dan/atau pisah harta, bisa juga surat pernyataan yang menghendaki adanya pemisahan kewajiban dan hak dalam bidang perpajakan

PROSEDUR MEMBUAT NPWP PRIBADI

Membuat NPWP Pribadi dapat anda lakukan dengan online ataupun offline. Jika online, maka cara yang anda lakukan adalah mengunjungi situs e-registration DJP melalui laman www.pajak.go.id atau langsung saja paste alamat ini di browser anda ereg.pajak.go.id/login.

Setelah itu klik bagian daftar dan isikan data pribadi anda. Aktivasi akun anda melalui pesan yang masuk ke dalam email kemudian lengkapi form pendaftaran yang diminta. Setelah itu anda diminta untuk menandatangani form registrasi WP dan melengkapi dokumen.

Kemudian seluruh dokumen yang dipersyaratan berikut formulir registrasi tadi harus anda antar ke KPP dimana anda berdomisili atau anda tinggal paling lambat 14 hari waktu kerja setelah formulir tersubmit. Anda juga tidak perlu repot datang ke KPP jika bisa memindai atau menyecan dokumen yang bersangkutan untuk di upload ke situs yang sudah disediakan. Langkah berikutnya adalah anda tinggal menunggu aktivasi dari pihak KPP yang dikirimkan melalui email ataupun kantor pos (untuk kartu NPWP nya).

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: