BPJS Ketenagakerjaan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Bagi Anda yang bekerja di Indonesia terutama di perusahaan maupun pemerintahan, tentu memiliki BPJS Ketenagakerjaan ini. BPJS Ketenagakerjaan dulunya bernama Jamsostek, kemudian pada tahun 2014 menjadi BPJS.

Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan dulunya dikenal sebagai Jamsostek merupakan program perlindungan sosial ekonomi bagi tenaga kerja dari negara. Perusahaan wajib mengikutsertakan tenaga kerja dalam program BPJS ketenagakerjaan ini.  Program ini diatur dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 mengenai Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

BPJS Ketenagakerjaan adalah jaminan kesehatan dan pensiun yang wajib dimiliki oleh siapapun yang sudah bekerja lebih dari enam bulan. Bekerja entah dalam sektor formal maupun informal. Program kesehatan ini diharapkan dapat diterapkan secara universal di seluruh Indonesia.

BPJS kependekan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan badan hukum yang bertanggung jawab dalam mengurus penjaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan wajib dimiliki oleh semua pekerja yang menerima upah atau gaji.

BPJS hadir dengan tujuan untuk melindungi warga Indonesia dalam jangka panjang dari resiko kesehatan dan sosial ekonomi. Keberadaan BPJS Ketenagakerjaan berperan dalam menyediakan jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan kematian dan jaminan hari tua.

BPJS Ketenagakerjaan lebih fokus kepada para tenaga kerja dan semua pegawai, baik pegawai negeri maupun swasta. Anda akan memperoleh banyak keuntungan untuk memproteksi diri atau melindungi dari resiko-resiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau. Pembiayaan dilakukan oleh pengusaha dan tenaga kerja sebagai alternatif dari asuransi kesehatan.

Resiko sosial ekonomi tersebut ditanggung oleh Program Jamsostek atau sekarang disebut BPJS. Resiko tersebut meliputi peristiwa kecelakaan, hamil, bersalin, sakit, cacat. Hari tua dan meninggal dunia. Pendaftaran BPJS sekarang lebih praktis yaitu dapat dilakukan secara online. Sehingga Anda tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS dan menunggu antrian.

Program BPJS Ketenagakerjaan

1. Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Salah satu Program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) yang perlu Anda bayarkan setiap bulannya sebesar 5,7% dari gaji atau upah. 3,7% total iuran tersebut akan dibayar oleh perusahaan dimana Anda bekerja. Sedangkan 2% harus Anda bayar sendiri. Manfaat dari program ini yaitu uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannyaa.

Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus jika peserta BPJS mencapai usia pensiun atau mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia. Usia Pensiun yang dimaksud juga meliputi usia peserta yang mengundurkan diri, tidak aktif bekerja, terkena PHK maupun meninggalkan negara Indonesia untuk selamanya.

Menurut PP No. 46 Tahun 2006, JHT dapat diklaim ketika usia kepesertaan telah mencapai 10 tahun dan minimal usia peserta 56 tahun. Kemudian peraturan tersebut diganti dengan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016.

2. Program Jaminan Kematian (JKM)

Program selanjutnya yaitu Program Jaminan Kematian yaitu program yang diperuntukkan bagi ahli waris peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Peserta JKM meliputi pegawai atau karyawan suatu perusahaan dengan iuran sebesar 0.3% dari total gaji yang diterima. Namun jika Anda bukan seorang penerima upah, Anda perlu membayar sebesar Rp. 6.800 saja.

Jumlah jaminan yang akan diberikan yaitu sebesar 24 juta. Jumlah tersebut terdiri dari 16,2 juta sebagai santuan kematian, 3 juta sebagai biaya pemakaman, 3 juta sebagai santunan berkala dan 4,8 juta yang dibayarkan sekaligus. Selain itu peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki masa iruan paling sedikit 5 tahun,  maka akan diberikan uang jaminan sebanyak 12 juta.

3. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program Jaminan Kecelakaan Kerja ini akan memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang dialami ketika mulai berangkat kerja hingga kembali ke rumah. Kecelakaan juga meliputi penyakit yang diakibatkan karena hubungan kerja.

Program JKK sangat penting dimiliki oleh para pekerja agar dapat menimimalisir hilangnya penghasilan akibat resiko sosial. Misalnya terjadi cacat atau kematian. JKK menjadi solusi tepat untuk memproteksi Anda. Semakin tinggi resiko kecelakaan ketika bekerja, maka akan semakin tinggi pula iuran yang harus dibayarkan.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan pada program JKK yaitu sebesar 1.74% hingga 0.24% sesuai dengan kelompok usaha. Iuran sepenuhnya dibayarkan oleh pihak perusahaan. Manfaat memilih program JKK yaitu mendapatkan pelayanan kesehatan, santunan berupa uang, rehabilitasi, program kembali bekerja, dan masih banyak lagi.

4. Program Bukan Penerima Upah

Program Bukan Penerima Upah dikhususkan bagi pekerja yang melakukan kegiatan usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan. Pekerja mandiri tersebut meliputi petani, sopir, dokter, pedagang keliling, dan lain-lain. Nilai iuran yang diperlukan hanya 1% saja untuk jaminan kecelakaan kerja.

5. Program untuk Sektor Jasa Konstruksi

Potensi biaya yang cukup tinggi, kini para pekerja konstruksi dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut berlaku untuk seluruh pekerja harian lepas, tenaga borongan atau tenaga kerja yang terikat kerja tertentu. Jaminan sosial pada program ini merupakan kombinasi antara Jaminan Kematian dan Jaminan keselamatan dengan jumlah iuran 0,24% dari total proyek.

6. Program Jaminan Pensiun

Adanya program Jaminan Pensiun berfungsi sebagai tameng atau pertahanan derajat kehidupan layak bagi setiap peserta atau ahli warisnya. Program ini akan memberikan jaminan setelah pemegang memasuki pensiun, meninggal dunia maupun cacat total.

Manfaat dari program yaitu berupa sejumlah uang dibayarkan setiap bulannya kepada peserta setelah memasuki usia pensiun, mengalami cacat tetap total. Jika peserta meninggal, maka yang akan mendapatkannya adalah ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Banyak manfaat yang akan Anda dapatkan ketika memiliki BPJS Ketenagakerjaan. BPJS akan memberikan penjaminan untuk kecelakaan kerja yang mencakup biaya pelayanan kesehatan atau biaya perawatan. Tidak hanya itu, pihak jaminan sosial ini juga memberikan santunan dalam bentuk uang termasuk biaya pengangkutan, santunan kecacatan, biaya pemakaman, santunan sementara ketika tidak sanggup bekerja.

BPJS juga menyediakan jaminan kematian yang disebabkan meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Jaminan kematian akan dibayarkan kepada ahli waris. Seperti biaya pemakaman, santunan sekaligus, dan santunan berkala BPJS juga memberikan beasiswa yang diberikan kepada peserta minimal 5 tahun.

Manfaat lain yang dapat Anda dapatkan ketika memiliki BPJS Ketenagakerjaan yaitu jaminan hari tua. Pihak-pihak yang berhak menerima manfaat hari tua yaitu janda atau duda, anak, cucu mertua, saudara kandung dan pihak dalam wasiat. Jika peserta BPJS tidak memiliki ahli waris, maka manfaat tersebut akan dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan.

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan kartu pemeliharaan kesehatan atau KPK. Kartu tersebut dapat dibawa ketika berobat baik ke dokter umum, rumah sakit maupun puskesmas terdekat. Adanya KPK berguna untuk lebih menjamin kesehatan tenaga kerja. Sehingga tenaga kerja dapat berobat kapan saja ketika tubuh mengalami gangguan.

Syarat Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi ketika akan mendaftarkan pekerja pada perusahaan Anda sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Syarat Daftar BPJS Ketenagakerjaan yang harus dipenuhi oleh perusahaan yaitu SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), NPWP Perusahaan, Akta Perdangan Perusahaan. Ketiga dokumen tersebut harus ada asli dan fotokopinya. Selain itu, ada dokumen lain yang harus dipenuhi yaitu fotokopi KTP, KK dan pas foto berwarna ukuran 2 x 3.

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Jika syarat-syarat yang dibutuhkan telah terpenuhi, Anda dapat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan secara online. Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan yaitu membuka website resmi BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian klik tombol “Daftarkan Saya” yang terletak pada bagian paling atas.

Setelah itu, Anda akan mendapatkan pertanyaan “Ingin mendaftar Sebagai”. Pilih bagian “Perusahaan (Pemberi Kerja)”. Setelah itu, masukan email perusahaan yang valid pada laman registrasi perusahaan.

Tunggu hingga ada pesan masuk mengenai pemberitahuan dari BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian anda tinggal membawa syarat-syarat tersebut ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda.

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Dengan teknologi yang semakin hari semakin maju ini juga memberikan pengaruh positif pada layanan masyarakat yang satu ini. Anda akan semakin dipermudah dalam klaim BPJS Ketenagakerjaan.  Ada dua Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan yaitu dengan cara offline dan online.

Penganjuan klaim BPJS Ketenagaan secara offline yaitu dengan mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda. Sedangkan mengajukan klaim secara online yaitu dengan via situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi meksipun anda mengklaim secara online, Anda harus memberikan persyaratan yang diperlukan dalam bentuk fotokopian atau asli.

Syarat-syarat yang harus Anda lengkapi untuk mengajukan klaim yaitu :

  1. Fotokopi buku tabungan sebanyak 1 lembar dan buku tabungan asli
  2. Surat keterangan dari tempat Anda bekerja yang berisi mengenai pengajuan klaim, bisa 10% atau 30%
  3. Fotokopi Kartu Keluarga beserta aslinya
  4. Fotokopi kartu BPJS  beserta aslinya
  5. Pengajuan Klaim yang sudah Anda isi dengan lengkap
  6. Fotokopi dan aslinya KTP. Jika belum mempunyai KTP, Anda dapat menggantinya dengan Surat Keterangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai pengganti e-KTP

Selain syarat-syarat diatas, ada beberapa ketentuan lain yang juga harus dipenuhi:

  1. Wajib menyerahkan NPWP asli dan fotokopiannya ketika mengajukan klaim lebih dari 50 juta rupiah
  2. Tidak memiliki tunggakan sama sekali
  3. Identitas pada setiap dokumen tidak boleh berbeda. Jika berbeda, maka Anda harus menyerahkan surat keterangan dari kelurahan tempat tinggal Anda
  4. Pemberian kuasa untuk klaim BPJS harus tertera dalam kartu keluarga
  5. Jika pencairan dana sebesar 30%, maka wajib menyerahkan dokumen tambahan. Seperti booking fee, Surat Perintah Penyaluran Dana Realisasi KPR, akad kredit yang dikeluarkan oleh bank, dan SP3K.

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan? Mungkin banyak orang yang masih kebingungan mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Terkadang ada juga yang tidak tahu menahu mengenai penggunaan BPJS. Anda dapat mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan beberapa cara yang mudah.

1. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Lewat SMS

Salah satunya yaitu Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Lewat SMS. Pertama Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu pada layanan SMS BPJS Ketenagakerjaan. Formatnya yaitu ketikkan DAFTAR(spasi)SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir (DD-MM-YYYY)#Nomor Peserta#Email(jika ada). Kemudian kirim ke 2725.

Jika pendaftaran SMS seperti format tersebut berhasil, Anda dapat mengirim pesan untuk mengetahui berapa saldo BPJS Ketenagakerjaan. Caranya yaitu ketikan SALDO <nomor pesetakemduian kirim ke 2757.

2. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Di Website

Cara lain yang dpat dilakukan yaitu dengan menggunakan website resmi BPJS Ketenagakerjaan. Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Di Website yaitu dengan membuka halaman resminya terlebih dahulu.

Kemudian geser kebawah dan pilih “Layanan Peserta Tenaga Kerja”. Kemudian klik tombol masuk dan pilih BPJSTKU. Buat akun pada bagan tersebut sehingga anda dapat login untuk mengetahui besaran saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda.

3. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Di BPJSTKU

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan di BPJSTKU yaitu Anda harus menginstal aplikasinya terlebih dahulu. Anda dapat mengunduh atau menginstal aplikasi BPJSTKU di play store, apk pure, mobomarket, app store atau sejenisnya. Setelah berhasil terinstal, buat akun terlebih dahulu atau menggunakan akun gmail.

Cara membuat akun dengan bantuan akun gmail yaitu memasukan alamat email dan passwordnya ketika proses pembuatan akun. Kode verifikasi akun BPJS Ketenagakerjaan akan dikirim ke email milik Anda. Kemudian masukan kode verifikasi dan masukan Pin Aktivasi email dan Pin Akun.

Setelah itu, masukan data-data yang dibutuhkan untuk melengkapi akun BPJSTKU. Misalnya nama sesuai KTP, tanggal lahir, KTP, Nomor KPJ, dan nomor handphone.

Anda juga perlu mengisi kode verifikasi dimana kode tersebut akan dikirimkan melalui SMS. Setelah itu, Anda Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Di Mobiledengan akun tersebut dan mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda.

4. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Di Kantor BPJS

Cara selanjutnya yaitu mengecek BPJS Ketenagakerjaan secara offline. Anda dapat Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Di Kantor BPJS. Anda hanya perlu mendatangi BPJS terdekat maupun kantor BPJS dimana Anda membuatnya dahulu.

Anda cukup membawa kartu BPJS dan memberikannya pada petugas untuk meminta pengecekan saldo. Petugas akan membantu And alam mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda.

Cara Mengurus Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Hilang

Ada banyak hal yang terkadang tidak kita inginkan. Misalnya saja kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda hilang entah dimana. Namun Anda tidak perlu bingung, karena anda dapat membuatnya lagi dengan mudah dan cepat. Caranya pertama kali yang harus dilakukan yaitu mendatangi kantor polisi terdekat untuk meminta Surat Keterangan Kehilangan.

Setelah itu, minta surat pengantar dari HRD tempat Anda bekerja. Surat tersebut berguna untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar karyawan yang aktif bekerja di perusahaan tersebut. Setelah mendapatkan kedua surat tersebut, datangi kantor BPJS terdekat dari lokasi Anda. Anda dapat mendatangi petugas pada bagian pelayanan.

Setelah itu, berikan kedua surat tersebut beserta dokumen pendukung lainnya. Jika dokumen sudah lengkap, pihak BPJS akan melakukan verifikasi dokumen dan memulai proses pembuatan kartu BPJS Ketenagakerjaan baru.

Dokumen tambahan yang dibutuhkan untuk mengurus kartu BPJS yang hilang yaitu fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Nah, Kartu BPJS siap untuk dicetak. Pembuatan kartu ini biasanya dibutuhkan waktu kurang lebih 1 x 24 jam saja.

BPJS Ketenagakerjaan wajib Anda punya untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin akan terjadi. Ada beberapa program pilihan yang akan menjawab seluruh permasalahan Anda. Manfaat memiliki kartu ini memang tidak dapat dilihat dalam waktu yang singkat. Namun Anda akan merasakan berbagai kemanfaatan tersebut setelah hitungan bertahun-tahun.

Cari Artikel di Sini