Saat ini dapat dikatakan bahwa pengguna program jaminan sosial BPJS Kesehatan semakin besar jumlahnya. Layanan ini memang khusus dikeluarkan oleh Pemerintah agar mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh asuransi kesehatan. Namun begitu, terdapat beberapa prosedur dan ketentuan berikut syarat yang diberlakukan sehingga menjadi suatu hal yang menjadi ganjalan di masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang tidak paham dan akhirnya acuh terhadap hal tersebut sehingga saat membutuhkan BPJS Kesehatan akan menuai kesulitan.

Kurangnya pemahaman dalam masyarakat terkait layanan BPJS Kesehatan ini tentunya akan menimbulkan masalah yang berlarut larut, baik itu dalam prosedur pengruusan ataupun prosedur lainnya yang seakan berbelit belit. Pemerintah sebenarnya sudah banyak melakukan upaya agar dapat memebrikan pelayanan dan informasi tentang layanan jaminan sosial ini secara maksimal. Namun, sinergi yang kurang antara pihak Pemerintah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat membuat pemahaman di masyarakat ini senantiasa missed dan tidak tercapai.

Kondisi pasien yang akan menggunakan layanan BPJS Kesehatan sudah pasti berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap kondisi tersebut tentunya sudah mendapat pengaturan tersendiri dari pihak BPJS Kesehatan. Salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh masyarakat dan banyak dipertanyakan adalah layanan kesehatan bagi ibu hamil. Seringkali terjadi salah paham dalam penggunaan layanan untuk ibu hamil melalui BPJS Kesehatan. Adapun fase penanganan untuk ibu hamil yang dicover oleh BPJS Kesehatan adalah :

1. LAYANAN PADA MASA KEHAMILAN TERTENTU

Masa kehamilan adalah masa yang cukup panjang bagi kaum wanita. Berbagai macam hal harus terus dijaga baik itu kesehatan dan keselamatan ibu dan janinnya. Seorang ibu hamil sebaiknya mendaftarkan diri pada layanan BPJS Kesehatan jauh jauh hari agar memperoleh asuransi kesehatan yang cukup. Layanan ibu hamil yang dicover oleh BPJS Kesehatan selama masa kehamilan ini adalah berupa pemeriksaan rutin baik itu di Faskes tingkat pertama di puskesmas, klinik, ataupun faskes lainnya yang terdaftar, maka dapat digunakan pada faskes tingkat kedua memakai surat rujukan.

2. USG

USG yang ditanggung BPJS Kesehatan adalah jika selama masa kehamilan, kandungan mengalami masalah kehamilan yang serius dan berisiko bagi kesehatan dan keselamatan bayi dan ibu. Dalam kondisi tersebut, BPJS akan menaggung setiap biaya yang dibutuhkan untuk USG. Namun, bila tindakan USG dilakukan tidak dengan keadaan tersebut, maka biaya tidak akan dicover oleh BPJS Kesehatan.

3. PERSALINAN

Hal ini sama dengan fasilitas pemeriksaan yang telah disebutkan pada poin pertama. BPJS Kesehatan dapat mengcover biaya persalinan yang dilakukan di faskes tingkat pertama. Namun jika seorang ibu hamil berada dalam keadaan darurat dan kritis dimana persalinannya berisiko, dapat dirujuk ke faskes tingkat dua atau rumah sakit dengan menggunakan surat rujukan.

4. OPERASI CAESAR

Operasi caesar yang dicover oleh BPJS Kesehatan adalah selama operasi tersebut dilakukan berdasarkan rujukan dokter yang menangani pemeriksaan dan persalinan ibu hamil yang bersangkutan. Jadi semua biaya dapat dicover oleh BPJS Kesehatan selama ada rekomendasi dari dokter untuk melakukan caesar. Jika tidak, maka biaya tidak akan dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan anda diharuskan untuk membayar sendiri seluruh biaya operasi caesar tersebut.

Terdapat beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menggunakan layanan BPJS Kesehatan untuk ibu hamil ini. untuk itu, agar anda tidak salah langkah ada baiknya untuk berkonsultasi pada customer service yang ada pada tiap tiap kantor BPJS Kesehatan yang ada di Kabupaten atau Kota tempat anda tinggal.

Cari Artikel di Sini