Pengertian Manajemen Operasi, Tugas dan Ruang Lingkupnya

Manajemen Operasi – Pengertian manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi dimana memastikan pemeliharaan dan perkembangan produksi berajlan secara efektif dan efisien.

Jika sebelumnya kita telah mengenal tentang manajemen operasional, kali ini kita akan mencoba mengetahui apa itu manajemen operasi. Manajemen operasi ini berbeda dengan manajemen operasional, perbedaanya terletak pada lingkupnya.

Dalam manajemen operasi kita hanya berfokus pada proses produksi sedangkan pada manajemen operasional lebih luas lagi. Nah untuk lebih jauh kita akan bahas bersama dalam artikel ini. Mulai dari definisi hingga ruang lingkup dalam manajemen operasi. Selamat membaca.

Manajemen Operasi

Definisi Manajemen Operasi

Manajemen operasi menurut wikipedia.org adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi. Selain itu juga memastikan pemeliharaan dan perkembangan produksi berajlan secara efektif dan efisien. Jadi manajemen operasi ini sedikit berbeda dengan manajemen operasional.

Artikel Lain : 6 Profesi Menjanjikan Lulusan Akuntansi

Manajemen operasi memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dibandingkan dengan manajemen operasional. Jika manajemen operasional yang mengelola semua hal yang berkaitan pada operasional perusahaan, manajemen operasi hanya berfokus pada produksi saja.

Jadi jika kita gambarkan ada sebuah lingkaran besar dengan lingkaran-lingkaran yang lebih kecil didalamnya. Nah lingkaran besar tersebut adalah manajemen operasional dan lingkaran kecilnya merupakan bagian dari manajemen operasional yang salah satunya ialah manajemen operasi ini.

Tugas Tugas Manajemen Operasi

Karena lingkup yang sempit ini maka tugas dari seorang manajer operasi tidak terlalu jauh dari produksi dan juga manajemen operasional. Tugasnya meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengaturan dan pengelompokan dari tenaga kerja dan staff, bertanggung jawab sebagai pemimpin dan juga pengendali.

Artikel Lain : Dapatkan Rumah Melalui Marketing Sakti

Tanggung jawab lain dari manajer operasi ini adalah menghasilkan produk berupa barang atau jasa yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Selain itu ia bisa mengambil keputusan dalam bagian fungsi operasi dan juga sistem transformasi yang didasarkan dari fungsi operasional.

Fungsi lain manajemen operasi adalah sebagai pendukung proses produksi, penyedia jasa untuk mengelola kegiatan sebuah produksi di perusahaan. Sehingga produksi perusahaan bisa berjalan secara efektif dan efisien dan tentu saja mendatangkan keuntungan untuk perusahaan.

Ruang Lingkup Manajemen Operasi

Untuk ruang lingkupnya manajemen operasi memiliki dua ruang lingkup besar. Pertama pada perancangan sistem produksi dan operasi, kedua dalam pengoperasian sistem produksi dan operasi.

Artikel Lain :Memilih Jurusan Kuliah Akuntansi Dalam dan Luar Negeri

Pada lingkup perencanaan atau perancangan manajer operasi harus melakukan seleksi pada perancangan desain produk, perancangan proses dan peralatan. Manajer menentukan lokasi atau site perusahaan dan unit produksi yang paling tepat untuk beroperasi.

Rancangan lain yang perlu dibuat dalam manajemen operasi adalah rancangan tata letak, arus kerja dan juga tugas pekerjaan. Selain rancangan manajemen operasi juga diharuskan membuat strategi produksi dan operasi serta melakukan pemilihan kapasitas.

Sedangkan pada lingkup kedua yaitu pengoperasian sistem produksi dan operasi, manajemen operasi memiliki beberapa tugas. Tugas tersebut meliputi penyusunan rencana produk dan operasi, perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku, pemeliharaan mesin dan peralatan.

Artikel Lain : 11 Software Akuntansi Terbaik di Indonesia

Manajer juga harus menjaga dan melakukan pengendalian mutu dari setiap produk. Tentu saja akan sulit jika tidak disertai dengan manajemen tenaga kerja atau SDM yang baik.

Pengambilan Keputusan Manajemen Operasi

Manajemen operasi memegang peran penting terutama dalam penentuan langkah-langkah yang perlu diambil dalam kegiatan produksi. Keputusan ini harus dibuat sesuai dengan situasi yang dihadapai perusahaan, agar pada prosesnya tidak akan menimbulkan kerugian pada perusahaan.

Pengambilan keputusan manajemen operasi ini dibedakan menjadi lima macam yaitu keputusan proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja, dan mutu. PK (red: Pengambilan Keputusan) proses meliputi keputusan yang berkaitan dengan proses fisik dan fasilitas yang digunakan.

Artikel Lain : Pengertian Manajemen Konflik dan 6 Tekniknya

PK kapasitas yaitu keputusan yang berkaitan dengan kapasitas produksi seperti jumlah barang, waktu, dan tempat yang tepat. Untuk PK persediaan, keputusan yang keluar biasanya menentukan apa saja yang dipesan, berapa banyak, bagaimana kualitasnya dan kapan bahan baku dipesan.

Hal yang berkaitan dengan tenaga kerja, ditentukan dalam PK tenaga kerja. Mulai dari seleksi, recruitment, penggajian, PHK, pelatihan, supervise, kompensasi dan promosi terhadap karyawan, hingga penggunaan tenaga spesialis.

Keputusan untuk menentukan mutu produk yang dihasilkan, penetapan standar peralatan dan karyawan trampil, serta pengawasan produk dan jasa, merupakan bagian dari PK mutu. Jika keputusan yang diambil oleh pihak manajemen tepat, perusahaan akan semakin produktif dengan kualitas dan mutu yang terus membaik.

Artikel Lain : Pengertian Manajemen Risiko dan Kerangkanya

Nah itulah sedikit mengenai manajemen operasi yan erat kaitannya denga proses produksi sebuah perusahaan. Dengan pengelolaan yang baik, semua hal akan berjalan semakin baik juga. Karena itu mari kita belajar bersama untuk mengelola diri menjadi pribadi yang produktif dan terus berubah semakin baik.

Saya mohon maaf untuk kesalahan yang ada dalam tulisan. Apabila anda memiliki pertanyaan, kritik atau saran tentang tulisan ini, dapat anda sampaikan melalui kotak komentar yang tersedia. Saya cukupkan sekian, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat dan terima kasih. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: