Pengertian Akuntansi Pendidikan adalah: Tugas, Makna, Syarat, Kode Etik

Rate this post

Akuntansi pendidikan merupakan sebuah bidang yang terkhusus pada akuntansi yang sebagian besar kegiatannya mengarah ke bidang pendidikan, yakni dalam kegiatan belajar mengajar akuntansi maupun segi-segi lainnya yang masih berkaitan dengan masalah pendidikan. Hal ini perlu ditelusuri lagi karena membahas mengenai akuntansi pendidikan tentu bukan hal yang singkat. Banyak hal  masih berkaitan lainnya yang perlu ditelusuri dan dibahas secara lebih mendetail.

Hal lain yang masih berkaitan dengan akuntansi pendidikan ini adalah akuntan pendidik. Jika akuntansi pendidikan merupakan sebuah bidang, maka akuntan pendidikan merupakan salah satu dari dari jenis profesi akuntan yang ada di Indonesia. Adapun profesi akuntan di Indonesia selain daripada akuntan pendidik adalah akuntan pemerintah, akuntan public, akuntan manajemen perusahaan, dan lain sebagainya.

Definisi Umum Akuntansi Pendidik

Adapun pengertian akuntansi pendidik secara lebih lengkap adalah profesi akuntansi yang memberikan jasa berupa layanan pendidikan akuntansi kepada pihak masyarakat melalui  lembaga pendidik yang ada agar bisa menghasilkan para akuntan yang terampil dan juga professional.

Tugas Akuntan Pendidik

Mengenai tugas yang harus dilakukan oleh seorang akuntan pendidik, maka sudah seharusnya diketahui secara jelas. Beberapa tugasnya adalah sebagai berikut:

  1. Harus bisa melakukan transfer of knowledgekepada para didikannya.
  2. Mempunyai tingkat pendidik yang tinggi dan menguasai pengetahuan bisnis dan juga akuntansi serta teknologi dan informasi.
  3. Mampu mengembangkan pengetahuannya melalui penelitian.

Sedangkan dari definisi akuntan pendidik sendiri, diartikan bahwa ia merupakan sebuah profesi akuntansi yang tugasnya memberikan jasa pelayanan di bidang pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui lembaga lembaga pendidikan yang ada guna menciptakan para akuntan yang terampil serta profesional di bidangnya.

Bisa dikatakan bahwa saat ini, profesi akuntan pendidik memang benar-benar dibutuhkan guna kemajuan profesi akuntansi sebab untuk mewujudkan dan mencetak calon calon akuntan yang handal akan bergantung pada usaha yang ada di tangan mereka.

Pengertian Akuntansi Pendidik Menurut Ahli

Adapun pengertian akuntansi pendidikan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Soemarsono

Menurut Soemarsono:2004, “akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas di dalam dunia pendidikan akuntansi seperti mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian pada bidang akuntansi.

2. Ikatan Akuntan Indonesia

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, “akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, mengajar, melakukan penelitian pengembangan akuntansi, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di suatu perguruan tinggi.

3. Restuningdiah

Menurut Restuningdiah, “akuntan pendidik adalah profesi akuntan yang memberikan jasa berupa pelayanan pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui berbagai lembaga pendidikan yang ada, yang bertujuan untuk melahirkan akuntan-akuntan yang terampil dan profesional.

Makna dan Kode Etik Akuntansi Pendidik

Mengenai makna akuntansi pendidik, memang harus diketahui bahwa ada syarat yang harus dipenuhi. Adapun beberapa persyaratan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Memperoleh pendidikan sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi sebuah Perguruan Tinggi yang telah diakui menghasilkan gelar Akuntan maupun  Universitas swasta yang sudah berafiliasi dengan satu perguruan tinggi yang telah mempunyai hak untuk memberikan gelar Akuntan.
  2. Mengikuti UNA (Ujian Nasional Akuntansi) yang biasanya oleh diselenggarakan konsorsium pendidikan tinggi ilmu ekonomi yang telah didirikan sesuai Surat Keputusan Menteri RI pada tahun 1976.

Syarat Akuntan Pendidik

Selain syarat, ada beberapa hal yang memang harus dikuasai oleh seorang akuntan pendidik. Adapun hal-hal yang dimaksud adalah:

  1. Dapat melakukan alih pengetahuan atau yang biasa disebut dengan transfer of knowledge mengenai  akuntansi kepada murid maupun mahasiswanya.
  2. Memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan  menguasai pengetahuan bisnis dan juga akuntansi, serta teknologi informasi.
  3. Bisa melakukan pengembangan pengetahuan dengan cara melakukan penelitian.

Supaya bisa  menjadi pemain yang baik maka kita harus bisa memahami aturan aturan yang harus memang diharuskan untuk dipatuhi. Demikian halnya dengan seorang akuntan. Supaya Bisa menjadi akuntan yang baik, maka para akuntan harus bisa mematuhi aturan-aturan dan persyaratan yang dapat mengklasifikasikannya menjadi i seorang akuntan yang profesional.

Profesi Guru Akuntan

Terkait dengan profesi guru akuntan, maka hal yang perlu diketahui adalah tentang kode etik yang berlaku. Terdapat kode etik yang memang harus dipatuhi oleh para akuntan.

Dengan adanya kode etik tersebut, maka para akuntan tidak hanya diwajibkan mempunyai kemampuan hardskill terkait akuntansi tetapi juga para akuntan dituntut untuk mempunyai perilaku yang baik dan bermoral terkait dengan pekerjaan yang mereka jalani. Adapun instansi yang berwenang terhadap para akuntan di masing-masing Negara tidaklah sama.

Maka dari itu setiap akuntan akan mempunyai kode etiknya masing-masing bergantung pada instansi berwenang yang ada di negaranya. Tetapi, pada dasarnya kode etik profesi akan mengarahkan perilaku para pekerjanya supaya bisa menunjukkan moral yang baik. Contohnya para akuntan Indonesia yang akan mengikuti kode etik akuntan yang disusun oleh IAI.

Secara teoritis, Kode etik profesi akuntansi ini bisa diartikan sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan juga perbuatan dalam melaksanakan tugas dalam kehidupan sehari-hari dalam sebuah profesi akuntansi. Mari simak beberapa kode etik yang berlaku.

Kode Perilaku Profesional

Adapun kode etik yang pertama adalah kode perilaku yang disusun untuk mengarahkan para akuntan supaya melakukan tindakan yang dinilai baik dan juga bermoral. Tujuannya ialah mendapatkan penilaian bahwa para akuntan telah bersikap secara profesional. Penilaian atas profesionalitas ini akan mencakup karakter yang terdapat dalam diri pekerja.

Penilaian terhadap profesionalitas tentu berbeda antar jenis pekerjaan, sebab  setiap pekerjaan mempunyai  hal yang berbeda guna  dipenuhi satu sama lainnya. Contohnya seorang psikolog dilarang untuk menceritakan kondisi kejiwaan pasiennya. Di sisi lain, seorang akuntan harus akan menyajikan data tanpa dipengaruhi masalah pribadi supaya  informasi yang disajikan tidak menyesatkan dan juga tidak menimbulkan kerugian bagi pengguna.

Prinsip-Prinsip Etika Meliputi IFAC, AICPA, IAI

Dalam pembahasan mengenai akuntansi pendidikan juga dibahas mengenai kode etik yang berupa prinsip dan juga etika yang disusun oleh masing-masing instansi akan berbeda satu sama lainnya. Dalam hal ini akan dibahas tentang standar dan juga prinsip yang ditentukan oleh IFAC, AICPA, dan IAI.

Perlu yang diketahui dalam Kode Etik Akuntan Profesional 2001 yang telah dibuat oleh IFAC disebutkan bahwa, dengan adanya tanggung jawab kepada  publik maka profesionalitas harus sudah dimiliki sebab  profesionalitas bisa membentuk kepercayaan publik.

Kode Etik Prinsip-prinsip Dasar Akuntan Profesional  IFAC 2005 – Section 100.4

Seorang akuntan profesional dan juga dosen akuntansidiharuskan untuk mematuhi prinsip-prinsip dasar berikut:

1. Integritas

Harus mempunyai Integritas yang berarti bahwa seorang akuntan profesional harus bisa tegas dan jujur dalam semua keterlibatannya dalam hubungan profesional dan juga bisnis.

2. Objektivitas

Harus bisa Objektivitas, dimana seorang akuntan profesional seharusnya tidak membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, maupun pengaruh yang berlebihan dari orang lain guna mengesampingkan penilaian professional maupun bisnis.

3. Kompeten

Harus bisa mempunyai kompetensi profesional dan juga kesungguhan dimana seorang akuntan profesional mempunyai tugas yang terjadi secara berkesinambungan guna senantiasa menjaga pengetahuan dan juga skil professional pada tingkat yang diperlukan agar bisa memastikan bahwa klien maupun atasan menerima jasa profesional yang kompeten berdasarkan pada perkembangan terkini dalam praktik, legislasi dan juga teknis. Seorang akuntan profesional tentu harus bertindak tekun dan sesuai dengan standar teknis.

4. Dapat Dipercaya

Harus bisa menjaga kerahasiaan, dimana seorang akuntan profesional harus bisa menghormati kerahasiaan informasi yang bisa diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis profesional dan tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga, tanpa adanya otorisasi yang tepat dan spesifik kecuali adanya hak hukum maupun profesional tentang kewajiban untuk mengungkapkan hal tersebut.

Informasi rahasia tersebut tentu diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional memang seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi para akuntan profesional maupun pihak ketiga.

5. Profesional

Harus berperilaku profesional, dimana seorang akuntan profesional haruslah patuh pada hukum dan juga peraturan-peraturan terkait dan juga seharusnya bisa menghindari tindakan yang bisa saja mendiskreditkan profesi.

Ikhtisar Kode Etik AICPA

Mengenai tanggung Jawab ini ditekankan bahwa dalam melaksanakan tanggung jawab mereka sebagai professional, anggota haruslah bisa menerapkan penilaian yang profesional dan juga moral yang sensitif dalam segala kegiatan yang dilakukan.

Mengenai kepentingan umum ditekankan bahwa anggota harus bisa menerima kewajiban mereka dalam bertindak dengan cara yang bisa melayani menghormati kepercayaan publik, kepentingan publik, dan bisa menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme.

Mengenai integritas, ditekankan bahwa untuk mempertahankan dan juga memperoleh kepercayaan masyarakat, anggota haruslah melakukan semua tanggung jawabnya secara profesional dengan integritas yang tinggi. Maka tidak heran jika gaji akuntan pendidik memang lumayan tinggi karena banyaknya persyaratan serta tanggung jawab yang harus dilakukan.

Itulah informasi tentang akuntansi pendidikan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan.

Cari Artikel di Sini



Leave a Comment

*

%d bloggers like this: