Profil Yasa Singgih, Pengusaha Muda yang Penuh Inspirasi

Salah satu alternatif mendapatkan penghasilan adalah dengan menjadi penguasa. Disini tak ada batasan apapun untuk menjalankannya dan memperoleh kesuksesan.  Salah satu contoh yang memulai sejak remaja adalah Yasa Paramita Singgih. Jatuh bangun dalam menjalankan usaha telah dia rasakan saat remaja.

Tuntutan Hidup Menjadikan Mandiri

Keadaan ayahnya yang menderita sakit jantung, ketika dia masih kelas tiga SMP. Ia pun mulai berfikir tentang masa depannya dan dia pun tak mau membebani kedua orang tuanya. Karena hal itu ia berfikir bagaimana agar mendapatkan penghasilan secara mandiri, yang paling tidakmencukupi uang jajan dan membeli buku tanpa harus meminta orang tuanya.

Keinginan tersebut membuat Yasa melamar pekerjaan sebagai MC di sebuah acara. Pada saat itu dia dapat mengisi sampai 3 acara dalam akhir pekan dengan gaji Rp. 350.000,00 per acaranya.

Dari pengalaman mendapatkan uang dari MC membuat Yasa Singgih semakin semangat hidup mandiri. Dan sejak memasuki bangku SMA, ia mulai terjun ke dunia bisnis dengan skala yang masih kecil yakni dengan jual beli online.

Dengan memanfaatka BBM untuk menjual produk kaosnya yang dia usung dengan merk Men’s Republic. Dan modal awal yang dimiliki adalah nekat dan keberanian. Karena saat itu Yasa btak mengetahui seluk-beluk kaos maupun desain. Dan yang dimiliki adalah dia bia membeli kaos di pasar untuk dijual lagi lewat online.

Keinginan untuk menekuni bisnis kaos ini semakin  kuat, dan pada tahun 2012 mendorong dia untuk membuka bisnis baru yakni kafe kecil yang kemudian diberi nama Ini Teh Kopi yang terletak di Kawasan Kebun Jeruk. Dan baru sekitar 6 bulan telah berhasil membuka cabang di Mall Ambassador Jakarta Selatan.

Akan tetapi bisnis baru tersebut mengalami kerugian, hal ini disebabkan oleh kalkulasi yang tak matang. Ditambah lagi dia dapat membagi waktu antara sekolah dengan bisnisninya. Kerugian tersebut membuat keuntungan dari menjual koas untuk menutupi kerugian dari bisnis kafenya.

Akhirnya pada tahunn 2013 dia memutuskan menutup kafenya, bahkan bisnis kaosnya juga ikut ditutup. Hal tersebut dikarenakan tak ada modal untuk membeli barang dan ditambah lagi ada Ujian Nasional sehingga dia ingin fokus sekolah dulu.

Bangkit Dengan Konsep Bisnis yang Lebih Baik

Walaupun pernah mengalami kegagalan tak membuat Yasa Singgih kapok, malah membuatnya bertambah semangat lagi untuk berbisnis. Dan selepas UN, ia kembali ke dunia bisnis dengan konsep yang lebih jelas dengan dilengkapi bisnis plan yang sudah tertata rapi. Dia masih mengusung merk Men’s Republic yang menjual segala kelengkapan pria. Untuk awalnya dia menjual sepatu kasual untuk pria, tapi seiring berkembangnya bisnisnya dia punn merampah ke beragam jenis produk.

Yasa Singgih mampu mengoptimalkan segala kelebihannya dan media sosial untuk menawarkan segala produk-produknya. Sekarang ini dia telah menerima hasil kerja kerasnya yakni dengan memperoleh omzet bisa mencapai ratusan juta rupiah.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: