6 Strategi Untuk Dapat Mengelola Permintaan (part 1)

Strategi Mengelola Permintaan – sebelum kita membahas tentang strategi untuk mengelola permintaan kita flashback sebentar masalah-masalah yang dihadapi oleh jasa yaitu adanya permintaan yang berlebih daripada jasa yang tersedia. Untuk lebih mengerti lagi masalah yang dihadapi jasa silahkan klik disini.

Nah untuk menghadapi masalah itu semua maka diperlukan sebuah strategi untuk dapat mengelola permintaan jasa. Ini sangatlah penting dilakukan dikarenakan kepuasan konsumen sangatlah penting bagi penyedia perusahaan penyedia jasa. Untuk mengerti lagi tentang strategi mengelola permintaan mari kita perhatikan penjelasan berikut.

Dalam sebuah perusahaan jasa jika ingin mengendalikan variasi dari permintaan, maka perusahaan harus dapat menentukan faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan. Adapun sumber informasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah data penjualan historis, publikasi umum, dan survei pelanggan.

Baca Juga : Pengertian dan Macam-Macam Bank

Nah berikut yang dapat membantu anda dalam mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan.

1. Apakah permintaan tersebut mengikuti siklus tertentu yang dapat kita prediksi? Jika mengikuti siklus kita perlu mengidentifikasi lagi, apakah lamanya siklus tersebut satu hari (variasi menurut jam)? Satu minggu (variasi dalam hari)? Satu bulan (variasi dalam minggu)? Ataupun periode lainnya?

Seringkali berbagai macam siklus ini berlaku untuk suatu permintaan tertentu. Sebagai contohnya jasa angkuatn penumpang dapat bervariasi menurut jam dalam satu hari, hari dalam setiap minggu, dan musim setiap tahun. Nah itu sebabnya sangatlah penting untuk mengetahui apakah variasi tersebut mengikuti siklus ataupun tidak.

2. Kita juga harus mengetahui penyebab utama dari variasi siklikal tersebut. Entah itu jam kerja, tanggal pembayaran gaji, hari sekolah dan liburan, perubahan musim , ataupun faktor lainnya.

3. Yang terakhir kita juga harus mengetahui tingkat perubahan pemintaan itu secara acak atau tidak. Apabila secara acak, kita harus juga mengetahui penyebabnya :

  • Perubahan cuaca dari hari ke hari
  • Peristiwa yang berhubungan dengan kesehatan tidak dapat ditentukan secara pasti
  • Kecelakaan, kriminalitas tertentu dan juga bencana alam.

Apabila kita kaitan dengan situasi kapasitas terhadap permintaan, maka terdapat beberapa macam pendekatan yang dapat diterapkan untuk dapat mengelola permintaan (memperhalus fluktuasi permintaan), yaitu :

1. Tidak Melakukan Apapun

Dalam hal ini sebuah perusahaan jasa membiarkan tingkat permintaan seperti apa adanya, tanpa adanya usaha untuk dapat mengubahnya. Nah apabila dikaitkan dengan situasi kapasitas terhadap permintaan, dari tiga kemungkinan yang dapat terjadi :

  1. Situasi kapasitas tidak memadai ( adanya permintaan berlebih)
  2. Kapasitas memadai (permintaan memuaskan)
  3. Kapasitas berlebih (permintaan berkurang)

2. Mengurangi Permintaan

Nah untuk pendekatan yang kedua ini perusahaan akan mengurangi permintaan pada saat periode permintaan puncak. Pada saat permintaan yang melebihi kapasitas, kenaikan harga dapat menghasilkan laba yang besar bagi perusahaan.

Akan tetapi, perusahaan harus dengan mempertimbangkan dengan cermat elasitisitas harga terhadap jasa perusahaan yaitu seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap volume permintaan.

Karena setiap konsumen mempunyai tingkat sensitivitas terhadap barga yang berbeda-beda. Sebagai contoh para pelaku eksekutif dan juga pelaku bisnis akan cenderung membayar berapapun harga jasa yang ditawarkan, di bandingkan wisatawan lokal. Oleh sebab itu kita sering menjumpai bisnis penerbangan membedakan dua kelas yaitu ekonomi dan eksekutif.

Tarif eksekutif ini lebih mahal, namun ini sebanding dengan fasilitas yang diberikan oleh jasa penerbangan, seperti tempat duduk yang nyaman dan luas, pelayanan yang lebih personal, menu hidangan yang lebih bervariasi, dan juga fasilitas-fasilitas yang lainnya.

Baca Juga : Pengertian Manajemen

Perusahaan hendaknya dapat mendorong pemanfaatan jasa pada waktu atau kesempatan lain. Cara yang dapat ditempuh yaitu dengan, menggunakan insentif harga, sebagai contoh memberikan memberikan potongan harga pada waktu tertentu.

Cara lain yang dapat ditempuh yaitu dengan cara melakukan demarketing pada setiap periode sibuk. Yang dimaksud dengan demarketing ialah untuk mempertahankan goodwill pelanggan selama periode dimana permintaan tidak dapat terpenuhi semuanya.

Sebagai contoh penerapan strategi ini adalah menggunakan iklan yang akan mendorong konsumen untuk berbelanja lebih awal agar tidak berdesakan pada waktu menjelang lebaran. Iklan tersebut dapat disertai dengan potongan harga yang cukup menarik sehingga konsumen akan berminat membelinya.

Cari Artikel di Sini



Leave a Reply

*

%d bloggers like this: