6 Strategi Untuk Mengelola Permintaan (part 2)

Strategi Mengelola Permintaan – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas 3 strategi dalam mengelola permintaan, untuk yang strategi yan dahulu adalah tidak melakukan apapun, mengurangi permintaan dan apabila anda lupa dengan penjelasannya silahkan klik disini.

Nah selanjutnya akan membahas kelanjutan dari startegi mengelola permintaan. Silahkan perhatikan penjelasan berikut ini.

1.Meningkatkan Permintaan

Pada dasarnya pendekatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan permintaan pada saat terjadi kapasitas yang berlebihan. Harga yang ditawarkan dapat diturunkan secara selektif agar semua biaya relevan dapat tertutupi.

Disamping itu juga perusahaan hendaknya dapat memanfaatkan komunikasi dan distribuasi secara maksimal, serta menigkatkan variasi jasa sehingga pengguna jasa kan bertamabah. Untuk contohnya, agar dapat menaikkan tingkat huni suatu resort hotel semalam periode sepi, hotel tersebut dapat digunakan untuk tempat retret.

Yang menjadi masalah pada fasilatas jasa musiman adalah kapasitas yang berlebih. Sebagai contoh pemakaian telepon, taman hiburan, jasa angkutan umum, dan jasa-jasa yang lain. Dimana saat permintaan sepi, maka kapasitasnya akan berlebih, dapat pula ditingkatkan dengan menetapaka harga diferensial.

Berikut adalah penjelasan mengenai 3 cara mengelola permintaan, untuk yang 3 cara lainnya akan dibahas pada artikel selanjutnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua. Dan bisa sebagai referensi anda semua dalam mengembangkan bisnis anda semua.

2.Menyimpan Permintaan dengan Sistem Reservasi dan Janji

Pada umumnya pendekatan ini mempunyai tujuan utama untuk ‘menyimpan’ permintaan sampai pada saatnya kapasitanya memadai. Langkahnya dengan membuat suatu sistem reservasi, dimana konsumen akan dapat dilayani pada waktu tertentu.

Dengan cara tersebut konsumen tidakan akan mengantri lagi. Pada saat ini sistem ini banyak diterapkan pada perusahaan penerbangan, perhotelan, restoran, penyewaan mobil, dokter, bioskop dan masih banyak lagi.

Akan tetapi dalam praktiknya, suatu perusahaan akan menerima reservasi yang melebihi yang tesedia, ini digunakan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian dimana reservasi tersebut tidak digunakan konsumen. Akan tetapi ini menimbulkan resiko yang besar, yaitu apabila semua reservasi digunakan oleh konsumen secara bersamaan.

Untuk itu perusahan harus mengembalikan uang konsumen, memberikan ganti rugi, dan/atau mencarikan perusahaan pengganti jasa untuk konsumen yang telah memesan akan tetapi tidak terlayani. Misalkan saja penerbangan yang batal maka konsumen akan dicarikan ganti pada penerbanag berikutnya.

Dalam sistem reservasi ini, perusahaan harus dapat mempertimbangkan segmen pasar yang utama. Sedangkan untuk konsumen lainnya diarahkan pada saat waktu konsumsi ke periode tidak sibuk atau periode puncak selanjutnya.

3.Menyimpan Antrian Secara Formal

Untuk pendekatan yang kelima ini bertujuan agar dapat ‘menyimpan’ permintaan dengan cara mengembangkan sistem antrian secara formal. Perusahaan harus dapat menjaga kenyaman konsumen selama menanti gilirannya dilayani oleh perusahaan kita.

Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah upaya untuk dapat memprediksi secara akurat periode dan lamanya konsumen menunggu antriannya.

4.Mengembangkan Jasa atau Pelayanan Komplementer Selama Waktu Sibuk

Jasa komplementer ini disediakan untuk dapat memberikan alaternatif bagi konsumen yang sedang menunggu dilayani. Sebagai contoh adalah penggunaan ATM, penambahan bar pada restauran, dan juga di bioskop sering kita jumpai terdapat game di lobby nya.

Jasa komplementer ini dapat memberikan bebera manfaat bagi perusahaab dan juga konsumen. Pertama, kegelisahaan yang dirasakan pada konsumen disaat mereka menunggu untuk dilayani akan sedikit berkurang dikarenakan mereka mengisi waktu menunggu mereka dengan aktivitas lain. Kedua, perusahaan dapat memperoleh penghasilan / keuntungan tambahan. Ketiga, permintaan agregat terhadap jasa perusahan dapat lebih seragam ataupun merata.

Maka dapat disimpulkan bahwa dalam mengelola permintaan terdapat 6 strategi diantaranya, tidak melakukan apapun, mengurangi permintaan, meningkatkan permintaan, menyimpan permintaan dengan sistem resrvasi atau janji, menyimpan antrian secara formal, mengembangkan jasa atau pelayanan komplementer selama waktu sibuk.

Berikut adalah penjelasan tentang strategi untuk mengelola permintaan. Semoga artikel tersebut bermanfaat bagi anda semua dalam menambah wawasan, dan juga pengembangan bisnis anda.

Cari Artikel di Sini



Leave a Reply

*

%d bloggers like this: