Cara Lengkap Mengurus Sertifikat Tanah Beserta Biayanya

Bila anda memiliki hak atas tanah dan bangunan, anda harus memiliki bukti autentik yang berbentuk sertifikat. Dalam PP Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, sertifikat adalah surat tanda bukti hak atas tanah dan bangunan. Sertifikat tersebut dibuat dan dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dikutip dari cermati.com, sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN di cetak 2 rangkap. Satu rangkap disimpan di kantor BPN sebagai buku tanah, dan yang satunya dipegang orang sebagai tanda bukti kepemilikan atas tanah dan bangunan.

Membuat sertifikat tanah

a. Menyiapkan Dokumen

Dokumen yang digunakan untuk mengurus sertifikat tanah antara lain :

  1. Sertifikat asli hak guna bangunan (SHGB).
  2. Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
  4. SPPT PBB.
  5. Surat pernyataan kepemilikan lahan.

Apabila ingin membuat sertifikat dari tanah yang berasal dari warisan yang belum disahkan dalam sertifikat. Maka perlu menyiapkan dokumen sebagai berikut :

  1. Akta jua beli tanah;
  2. Fotocopy KTP dan KK;
  3. Fotocopy girik yang dimiliki;
  4. Dokumen dari kelurahan, seperti surat keterangan tidak sengketa, riwayat tanah dan keterangan tanah secara sporadik.

b. Datang ke kantor BPN

Anda datang ke kantor BPN tempat tanah itu berada, misalnya tanah tersebut berada di kota Yogyakarta maka anda harus datang ke BPN kota Yogyakarta. Di kantor BPN anda membeli formulir pendaftaran. Anda akan diberi map dengan warna kuning dan biru. Kemudian anda akan menentukan tanggal pengukuran dengan petugas pengukur tanah.

c. Penerbitan Sertifikat Tanah Hak Milik

Setelah melakukan pengukuran tanah, anda akan diberi data surat ukur tanah. Setelah data diserahkan ke kantor BPN, anda harus menunggu dikeluarkannya surat keputusan. Setelah keputusan dari BPN keluar, anda akan dikenakan BEA perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) dan menunggu sertifikat anda diterbitkan.

Mengurus sertifikat tanah girik

Tanah warisan atau yang lebih kita kenal dengan istilah tanah girik adalah tanah yang belum memiliki sertifikat resmi dan perlu didaftarkan agar mendapatkan perlindungan hukum saat terjadi sengketa.

a. Mengurus ke kelurahan setempat

Ada beberapa dokumen untuk mengurus tanah girik pada saat ke kelurahan antara lain :

  1. Surat keterangan tidak sengketa.
  2. Surat keterangan Riwayat Tanah.
  3. Surat Keterangan penguasaan tanah secara sporadik.

b. Mengurus ke Kantor Pertanahan

Setelah mengurus ke kantor Kelurahan, kemudian anda datang ke kantor pertanahan, yang dilakukan antara lain :

  1. Mengajukan permohonan sertifikat.
  2. Pengukuran ke Lokasi tanah.
  3. Pengesahan surat ukur.
  4. Penelitian oleh petugas pertanahan.
  5. Pengumunan data yuridisdi kelurahan dan BPN.
  6. Terbitnya SK Hak Atas Tanah.
  7. Pembayaran bea perolehan hak atas tanah (BPHTB).
  8. Pendaftaran SK hak untuk penerbitan sertifikat.
  9. Pengambilan sertifikat.

c. Biaya pengurusan sertifikat tanah girik

Biaya yang dikeluarkan dilihat dari lokasi tanah dan luas tanah yang di ukur, semakin luas dan strategis tanahnya maka harganya semakin mahal.

Bila anda ingin membeli tanah yang aman dan tidak menimbulkan sengketa dikemudian hari hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Cek harga tanah dan bandingkan harga dengan tanah lainnya.
  2. Pastikan sertifikat tanah masih lengkap.
  3. Cek sertifikat tanah ke BPN.
  4. Jika sertifikat dinyatakan sah kemudian membuat akta jua beli di PPAT.
  5. Menyerahkan akta jual beli ke BPN untuk balik nama sertifikat.
  6. Membayar pajak melalui PPAT.

Cari Artikel di Sini


Cara Lengkap Mengurus Sertifikat Tanah Beserta Biayanya | Admin | 4.5
%d bloggers like this: