Inilah Penyebab Kamu Tidak “Peka” dengan Kebaikan

Sensitif dengan Kebaikan – Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial, yang mana kita akan saling membantu. Entah bantuan itu kita sadari atau tidak. Kemungkinan besar bantuan yang kecil serta tak langsung akan membuat kebaikan itu tak terlihat.

Untuk artikel sebelumnya kita telah mengetahui bagaimana untuk menghargai seseorang, bila kita lupa silahkan klik disini. Nah pembahasan kali ini dapat berkaitan dengan hal tersebut, dengan kita menghargai seseorang secara tidak langsung kita menyadari kebaikan darinya.

Dalam Al-Qur’an Surat Al Anfal ayat 2-4, yang mana mempunyai arti, “Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah mereka yang apabila disebutkan asma Allah maka bergetarlah hatinya, serta apabila disebutkan ayat-ayat-Nya bertambah imannya dan kepada Rabbnya mereka bertawakal.”

Baca Juga : Pengertian Manajemen

Ataupun dari hadist, yang mempunyai makna “barang siapa bergembira atas kebaikannya serta bersedih atas keburukannya, maka dia adalah seorang mukmin.” (diriwayatkan Thabrani dari Abu Musa ra).

Dari Al-Qura’an serta hadist tersebut kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kebaikan merupakan hal yang tak mungkin terlupakan. Bila kita sering kehilangan kesempatan serta hilangnya sebuah momentum yang telah didepan mata itu disebabkan oleh iman kita yang tak lagi menyala.

Juga kemungkinan hati kita tak lagi sensitif untuk dapat menangkap sinyal kebaikkan. Seperti halnya dengan sebuah remote yang mana dia memberikan komando, ataupun seorang raja yang memberikan perintahnya.

Baca : Fungsi Manajemen

Yang mana anak buahnya adalah semua anggota tubuhnya. Bila mana “top leader”-nya tak lagi sensitif, tak memerintahkan, mak akan berakibat pada anak buah yang tak berani untuk bergerak dan tak bisa melakukan kinerja yang maksimal.

Karena itulah sebuah top leader harus sensitif, top leader dapat menjadi sensitif juga perlu dukungan dari segala pihak seperti semua anak buahnya harus dapat kompak untuk dapat memberikan masukkan, informasi serta meotivasi untuk manajer mereka.

Kita janganlah menyia-nyiakan waktu kita yang tersisa, serta anggota tubuh yang telah diberikan kepada kita. Manfaatkan semaksimal mungkin yang telah diberikan kepada kita, sebagaiman nasihat dari Imam Al Ghazali.

Baca Juga : Manajemen Keuangan

“Setiap anggota tubuh harus kita tunaikan zakatnya kepada Allah, kebijaksanaan-Nya serta kekuasaan-Nya. Zakat mata adalah dengan jalan melihat dengan mengambil ibrah dari yang dilihat dengan mata serta menghindari dari yang telah di haramkan.

Zakat telinga yaitu dengan cara mendengarkan sesuatu yang dapat menghindarkan serta menjamin keselamatanmu dari api neraka. Zakat lisan dengan jalan berbicara serta mendekatkan diri kita kepada Allah.

Zakatnya tangan dengan cara menahan tangan untuk berbuat keburukan, serta mengarahkannya kepada kebaikan. Serta zakatnya kaki dengan cara berusaha untuk dapat melakukan apa yang baik bagi hatimu seta keselamatan agamamu.” (Ihya’ Ulumuddin).

Dengan kata sensitif dengan kebaikan maka kita dapat mensyukuri semua yang telah kita capai walaupun itu kecil. Dan kita kan berusaha lagi untuk mencapai yang lebih lagi dan lagi, tanpa melakukan kewajiban kita yang telah ditentukan oleh Allah.

Jangan Lupa Baca : Manajemen Pemasaran

Dengan begitu apa yang kita lakukan akan mendapat ridho dari Allah, ridho itulah yang ingin dicapai dengan ridho itu maka kesuksesan akan muncul setelahnya. Terima kasih telah membaca artikel kami, semoga bermanfaat bagi anda. Sampai jumpa pada judul artikel yang lainnya.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: