Ini Dia yang Perlu Anda Ketahui tentang Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan atau Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh 25) merupakan pajak yang dikenakan untuk orang pribadi, perusahaan, ataupun badan hukum lainnya atas sejumlah penghasilan yang didapat. Dasar hukum dari PPh 25 ini adalah UU Nomor 7 Tahun 1983 yang diubah berturut turut dengan UU Nomor 7 Tahun 1991, UU Nomor 10 Tahun 1994, UU Nomor 17 Tahun 2000, dan terakhir yang dipakai sampai sekarang adalah UU Nomor 36 Tahun 2008. Subjek pajak dari PPh 25 terdiri dari 3 kategori, yaitu :

  1. Subjek pajak pribadi
    Merupakan orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia maupun orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, ataupun orang pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk tinggal menetap di Indonesia.
  2. Subjek pajak harta warisan belum dibagi merupakan warisan dari seseorang yang sudah meninggal dan belum sempat dibagi namun masih menghasilkan pendapatan, maka pendapatan itu tetap dikenakan pajak.
  3. Subjek pajak badan
    Merupakan badan yang didirikan ataupun bertempat kedudukan di wilayah Indonesia, kecuali suatu unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria berikut ini :

    • Pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    • Pembiayaannya bersumber dari APBN maupun APBD.
    • Penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
    • Pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.
    • Bentuk usahanya tetap berupa usaha yang digunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, atau badan yang tidak didirikan dan berkedudukan di Indonesia, yang melakukan kegiatan di Indonesia.

Objek pajak dari PPh 25 adalah setiap tambahan ekonomi yang diterima atau diperoleh wajib pajak untuk keperluan konsumsi dan/atau untuk menambah kekayaan bagi wajib pajak yang bersangkutan. Objek pajak bisa berasal baik dari Indonesia maupun luar Indonesia.

Objek pajak PPh 25 dihitung dalam periode satu tahun sehingga apabila dalam satu tahun periode pajak tersebut wajib pajak mengalami kerugian, maka pajaknya akan dikompensasikan dengan penghasilan lainnya, kecuali kerugiannya terjadi di luar negeri. Jika ada penghasilan yang dikeucalikan maka jika pada saatnya mengalami kerugian, tidak dapat dikompensasikan dengan penghasilan lainnya yang mempunyai tarif pajak umum.

Adapun cara untuk menghitung PPh 25 anda adalah, pertama anda harus menghitung penghasilan bruto anda perbulan terlebih dulu. Kedua, temukan penghasilan bersih atau netto yang anda dapatkan selama satu bulan dengan mengurangi penghasilan bruto anda pada bulan berjalan dengan biaya jabatan, iuran pensiun, dan juga iuran jaminan hari tua.

Disadur dari cermati, ketiga, menghitung penghasilan bersih atau netto anda selama satu tahun penuh dengan mengkalikan 12 penghasilan bersih satu bulan yang anda terima. Keempat hitunglah Penghasilan Kena Pajak (PKP) denganĀ  cara mengurangi penghasilan bersih selama satu tahun dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang besarannya berbeda beda tergantung status wajib pajak yang bersangkutan. Terakhir, hitunglah PPh 25 yang harus dibayarkan dengan mengkalikan berdasarkan tarif PPh 25 yang berlaku saat ini.

Semoga informasi yang telah diberikan mengenai PPh 25 tersebut dapat menambah wawasan dan pemahaman anda terkait pembayaran PPh 25 sehingga anda sebagai wajib pajak menjadi sadar akan hak dan kewajiban perpajakan anda.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: