√ Pengertian Manajemen, Fungsi, Prinsip, Tujuannya, Macam-Macam

Pengertian manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam team.

Ini adalah artikel pertama yang kami publikasikan di website rocketmanajemen.com. Seperti alamat website ini, artikel pertama yang kami bahas adalah apa itu manajemen? Mengapa harus tentang manajemen dulu yang kami bahas?

Karena, ibarat kita ingin membangun rumah otomatis kita harus membangun pondasinya terlebih dahulu. Artinya, agar basic kita kuat tentang manajemen, sehingga akan lebih mudah untuk menerima materi yang lain.

Manajemen ialah sebuah seni untuk mengatur sesuatu, baik orang ataupun pekerjaan. Pengertian manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam team. Dalam sebuah penerapannya manajemen memiliki subyek dan obyek. Subyek adalah orang yang mengatur sedangkan obyek adalah yang diatur.

Manajemen adalah ilmu yang sangat luas, bahkan belum jelas asal-usul ilmu ini mulai ada. Karena ilmu manajemen adalah ilmu yang sangat berguna bukan hanya dalam ilmu bisnis tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Manajemen Secara Etimologi

Secara bahasa atau etimologi manajemen disadur dari bahasa Perancis Kuno yaitu ménagement yang artinya adalah seni melaksanakan serta mengatur. Dari asal usul katanya saja sudah dapat kita terka bahwa sebenarnya manajemen adalah sebuah seni. Mengapa seni? Simple, karena jika kita sudah memasuki dunia manajemen maka kita akan menemukan keindahannya. Bukankah seni itu indah?

Lalu dimana letak keindahannya? Memang, seni itu relatif. Tapi kita memiliki asumsi yang sama bahwa apapun yang teratur, rapi, dan terstruktur itu indah. Sebagai contoh sederhananya saja adalah ranting pohon.

Ranting pohon itu menjalar tumbuh tidak teratur, tetapi ketidak teraturannya itu teratur sehingga tercipta suatu keindahan. Contoh lainnya adalah corak batik. Kebanyakan corak batik itu “hanya” seperti goresan gambar yang tak berpola. Tetapi, ketidak teraturan dalam corak batik itu teratur sehingga terbentuklah suatu keindahan atau “seni”.

Lalu apa hubungannya dengan manajemen? Ingat definisi diatas, manajemen itu bertujuan untuk mengatur. Logikanya manajemen ada untuk mengatur sesuatu yang belum teratur. Ataupun mencari keteraturan dalam suatu ketidak teraturan sehingga terciptanya sebuah pola yang baru.

Pengertian Manajemen Menurut Ahli

“Manajemen adalah suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain” Mary Parker F.

“Manajemen ialah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.” George R. Terry

“Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usahda dari anggota entitas/organisasi dan juga mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan” Stoner

Lebih lengkapnya saya telah menulis 20 definisi manajemen menurut ahli, namun saya juga tidak bisa menjami bahwa kata-katanya 100% seperti itu. Karena memang bahasa terjemahan itu penafsirannya berbeda-beda, tergantung siapa yang menerjemahkannya.

Apa saja Fungsi dari Manajemen?

Seperti yang telah saya jelaskan diatas bahwa manajemen itu ada untuk mengatur. Mengatur apa? Ya mengatur apapun yang perlu diatur. Simple, manajemen itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhananya adalah manajemen file dan folder komputer.

Fungsi Manajemen

Diagram Fungsi Manajemen (Gambar : www.managementstudyguide.com)

Orang kalau sudah terbiasa membuat manajemen, maka ia tidak akan nyaman jika apapun yang disekitarnya itu berantakan. Karena, inti dari manajemen adalah supaya kita mudah untuk mengelolanya. Jika file/folder berarti kita mudah untuk mencari folder atau file tersebut ketika dibutuhkan.

Dalam teorinya ada 5 fungsi utama manajemen, yaitu :

  1. Planning (Perencanaan)
    Proses ini untuk menentukan tujuan dari perusahaan/organisasi dalam bentuk visi dan misi baik jangka panjang dan jangka pendek. Selain itu, strategi-strategi yang harus ditempuh juga sudah harus ditentukan dari awal. Supaya, dalam pelaksanaannya akan mudah untuk mencapai tujuan perusahaan.
  2. Organizing (Mengorganisasi)
    Fungsi ini berguna untuk mengorganisasi/mengatur orang-orang yang ada dalam organisasi/perusahaan tersebut. Supaya, mereka dapat menjalankan peran dan fungsinya masing-masing dengan maksimal. Istilah kerennya adalah the right man at the right place.
  3. Staffing (Penempatan)
    Tidak jauh berbeda dengan organizing, staffing ini lebih luas. Kalau organizing lebih ke memanajemen sumber daya manusia sedangkan staffing lebih ke sumber daya secara umum. Misalkan, peralatan dan inventaris yang dimiliki.
  4. Coordinating (Mengkoordinasi)
    Coordinating ialah fungsi yang bertujuan untuk meningkatkan efisensi dan efektifitas kinerja, membuat suasana dalam lingkungan kerja menjadi dinamis, sehat, nyaman, dll. Fungsi ini diemban ditangan manajer, jadi manajer memiliki fungsi utama untuk mengkoordinasi bawahannya supaya dapat meningkatkan performa kerja masing-masing.
  5. Controlling (Mengontrol)
    Ini adalah fungsi terakhir manajemen, setelah semuanya dilakukan maka langkah terakhir adalah mengontrolnya. Dalam fungsi ini terdapat elemen-elemen penting, misalkan evaluasi dan pembuatan kebijakan baru. Fungsi controlling ini penting, supaya kinerja orang-orang didalamnya tidak menurun minimal standard kalau bisa ya meningkat. (Selengkapnya baca : 5 Fungsi Manajemen dan Kepemimpinan (Leadership))

Apa saja Contoh dan Macam-macam Manajemen?

Dari definisi serta penjabaran yang telah diuraikan diatas kita tahu bahwa inti dari manajemen ialah mengatur orang lain supaya tujuan yang telah ditentukan bisa tercapai dengan lebih cepat dan efisien.

Jika tidak ada manajemen yang baik maka tentu sangat sulit agar bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan. Karena itulah dalam ilmu manajemen, hal-hal yang perlu diatur (obyek) manajemen itu seperti sumber daya manusianya, waktu, tenaga, alat, dan semua hal yang bisa membantu pencapaian tujuan.

Dalam penerapannya, ada banyak macam-macam manajemen yang bisa digunakan tergantung pada tujuan maupun kondisi di lapangannya, adapun macam-macam manajemen antara lain :

Manajemen Marketing / Manajemen Pemasaran

(gambar : ilmuakuntansi.web.id)

Pengertian manajemen marketing atau pemasaran adalah seni atau cara-cara yang perlu dilakukan untuk mencapai segala target dan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, dengan memanfaatkan, memaksimalkan serta mempretimbangan sumber daya dan peluang yang ada. Kemudian setelah dilakukan maka diukur apakah strategi tersebut efektif atau tidak.

Manajemen ini sangat penting diperhatikan terutama pada perusahaan, baik skala kecil maupun besar. Setiap definisi marketing dan pemasaran harus menguasai manajemen pemasaran ini terutama kepala marketingnya. Karena, marketing adalah ujung tombak kehidupan perusahaan. Jika marketingnya lemah maka pendapatan yang masuk tentu akan minimal, jika pendapatan minimal otomatis keadaan keuangan perusahaan akan melemah.

Baca juga : Pengertian Manajemen Pemasaran secara Umum dan Fungsinya

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Manajemen K3)

Pengertian atau definisi manajemen keselamatan & kesehatan kerja (Manajemen K3) adalah manajemen yang diaplikasikan / diterapkan pada lingkungan kerja, mulai dari struktur organisasi, dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan di lapangan, prosedural, maupun segala sumber daya yang diperlukan guna untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, ideal, efisien dan tentunya aman.

Manajemen K3 ini sangat penting diterapkan terutama di lingkungan kerja yang membutuhkan keterampilan dan kehati-hatian yang tinggi, misalkan di proyek bangunan, pertambangan, laboratorium, pabrik, dll. Jika tidak diterapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang baik maka akan sangat mudah terjadinya kecelakaan dan ketidak efisien pekerjaan, baik dari level pekerja hingga direktur utama.

Apabila manajemen k3 diterapkan dengan baik di perusahaan, maka tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya akan lebih mudah dicapai, karena sudah ditentukan SOP dan blueprintnya sehingga apabila terjadi pergantian karyawan ataupun direksi tidak terlalu berpengaruh pada produktivitas kerja. Jika tidak ada SOP yang telah ditentukan, maka jika ada karyawan baru, direksi baru otomatis semuanya harus mengulang dari awal. Dan ini tidak baik untuk perusahaan, karena sangat tidak efisien.

Baca juga : Pengertian dan Pembahasan Singkat Manajemen K3

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengertian manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) ialah salah satu cabang ilmu manajemen yang secara spesifik mempelajari hubungan / relasi / networking antar manusia baik secara personal maupun secara organisasi / tempat kerja (obyek utamanya adalah manusia) supaya setiap orang bisa melakukan kerja sama yang efisien dan efektif sehingga tujuan yang ditetapkan bisa dicapai dengan baik.

Manajemen SDM ini biasa ditemukan disebuah organisasi, lembaga, maupun perusahaan baik skala kecil maupun besar seperti lembaga pemerintahan maupun perusahaan multi nasional. Manajemen SDM sangat penting untuk dipelajari, karena jika dalam sebuah organisasi terdapat hubungan yang kurang harmonis dari setiap manusia yang ada didalamnya maka roda kegiatan organisasi tersebut tentu tidak bisa berputar dengan efisien, hal ini akan berdampak pada tujuan organisasi yang sulit untuk dicapai.

Baca juga : Pengertian Manajemen SDM, Fungsi, Sasaran & Modelnya

Manajemen Diri dan Emosi

Pengertian atau definisi manajemen emosi / manajemen diri adalah sebuah seni atau cara untuk mengendalikan emosi yang terdapat pada diri manusia, supaya emosi tersebut dapat disalurkan dengan baik sehingga bisa menyelesaikan suatu masalah dengan lebih cepat, efisien dan lebih baik.

Manajemen emosi ini sangatlah penting untuk dimiliki jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Karena, hampir mustahil seseorang bisa mencapai derajat yang tinggi baik dari segi keilmuan maupun harta jika tidak memiliki manajemen diri yang baik. Misal jika Anda boros dalam mengatur keuangan, maka mustahil bisa cepat kaya. Salah satu syarat biar cepat kaya adalah memanajemen keuangan pemasukan dan pengeluaran dengan baik. Untuk bisa memanajemen keuangan dengan baik, diperlukan manajemen emosi yang baik juga.

Salah satu contohnya adalah dengan tidak terlalu tergiur membeli barang-barang yang bersifat konsumtif. Belilah barang yang memang diperlukan, jangan menuruti gengsi ataupun gaya hidup. Karena ini tidak akan ada habisnya.

Baca juga : 12 Tips Manajemen Emosi yang Efektif!

Manajemen Organisasi

Definisi / pengertian manajemen organisasi adalah cabang ilmu manajemen yang fokus mempelajari proses pengorganisasian dari proses perencanaan hingga pelaksanaan dan pengendalian (kontrol), serta memimpin setiap sumber daya yang ada pada suatu organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam suatu organisasi, baik organisasi profit maupun non profit pastilah memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Mustahil tujuan tersebut bisa dicapai jika tidak ada manajemen organisasi yang baik dalam organisasi tersebut. Manajemen organisasi ini berkaitan erat dengan manajemen sumber daya manusia. Karena dalam organisasi obyek utamanya adalah manusia-manusia yang ada didalamnya.

Jadi, fokus pada manajemen organisasi ini pada manusianya, kemudian baru pada elemen-elemen pendukungnya.

Baca juga : Pengertian Manajemen Organisasi, Fungsi dan Tujuannya

Manajemen Laboratorium

Pengertian dari manajemen laboratorium adalah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk menggerakkan orang-orang yang ada dalam laboratorium tersebut (pimpinan hingga pengguna lab) supaya bisa mengelola dan memanfaatkan laboratorium sesuai dengan SOP / standard yang telah ditentukan.

Setiap laboratorium yang baik pasti memiliki manajemen laboratorium yang efektif pula. Mulai dari tingkatan pimpinan, penanggung jawab lab, hingga pengguna lab sehingga keselamatan saat menggunakan laboratorium lebih terjamin. Hal ini sangat penting, apalagi jika laboratorium kimia. Jika tidak ada SOP yang benar, maka bisa-bisa keselamatan pengguna lab tidak terjamin yang berakibat pada kecelakaan kerja.

Baca juga : 4 Cara Pengelolaan Manajemen Laboratorium yang Efektif

Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas) / Public Relation

Definisi manajemen hubungan masyarakat / humas / PR adalah cabang ilmu manajemen yang mempelajari tentang proses / usaha yang bertujuan untuk membangun serta mempertahankan reputrasi, komunikasi maupun citra yang baik serta bermanfaat antara suatu perusahaan/organisasi dengan masyarakat setempat.

Setiap organisasi maupun perusahaan pasti punya divisi humas, ini penting karena divisi ini yang mengatur komunikasi dari pihak eksternal dengan internal perusahaan. Jadi, perlu adanya manajemen PR yang efisien supaya tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik dan efisien.

Manajemen Keuangan

Definisi manajemen keuangan ialah salah satu cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk mengatur dan mempelajari arus keuangan (cashflow) organisasi/perusahan / personal supaya arus keuangannya stabil dan besar pengeluaran tidak lebih besar daripada pendapatan.

Manajemen keuangan ini sangatlah penting karena jika tidak ada manajemen keuangan yang baik maka kesehatan keuangan organisasi / perusahaan akan tidak sehat. Jika tidak sehat maka umur dari perusahaan tidak akan bertahan lama, karena walau bagaimanapun profit / income adalah nyawa dari suatu perusahaan. Tanpa adanya uang yang masuk maka perusahaan tidak bisa menggaji karyawaran dan membayar tagihan-tagihan lainnya.

Baca juga : Dasar-dasar Manajemen Keuangan

Manajemen Persediaan

Definisi manajemen persediaan ialah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk menjaga stok barang dari sebuah perusahaan / badan usaha supaya stok yang tersedia aman.

Manajemen persediaan ini hampir sama dengan manajemen gudang, hal ini sangat penting terutama bagi perusahaan dalam skala besar. Setiap arus barang yang masuk dan keluar dari gudang harus dicatat supaya stok barang yang ada aman. Karena, jika tidak ada manajemen stok yang baik maka pencatatan barangnya akan buruk, dan ini akan sangat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Baca juga : Pengertian Manajemen Persediaan, Jenis dan Tujuannya

Manajemen Kewirausahaan / Bisnis

Pengertian manjemen kewirausahaan/bisnis/usaha adalah cabang ilmu manajemen untuk mengelola suatu bisnis dan usaha agar bisnis tersebut kondisi keuangannya stabil dan atau naik yang berefek pada kesejahteraan karyawan, dalam manajemen bisnis diperlukan kemampuan untuk manajemen sumber daya manusia, manajemen emosi, keuangan, pemasaran dan manajemen persediaan.

Suatu perusahaan tidak akan berkembang jika pihak manajemennya buruk, karena jika pihak manajemennya tidak  efektif maka roda organisasi internal perusahaan akan tidak sehat. Dan ini bisa berdampak pada semua divisi perusahaan, yang apabila tidak bisa diantisipasi maka perusahaan bisa terancam bangkrut.

Baca juga : Pengertian Manajemen Kewirausahaan

Manajemen Resiko

Definisi manajemen risiko adalah cabang ilmu manajemen yang bertujuan untuk melakukan pendekatan yang terstruktur sesuai dengan metodologi untuk mengelola ketidakpastian / resiko yang berkaitan erat dengan ancaman baik dari internal maupun eksternal.

Manajemen resiko ini penting terutama dalam perusahaan yang memiliki resiko kerja tinggi, seperti pertambangan, transportasi udara, proyek pembangunan, dll. Supaya resiko yang ada bisa diminimalisir.

Baca juga : Pengertian Manajemen Resiko dan Kerangkanya

Tentu saja ada banyak sekali macam-macam manajemen, silahkan klik disini untuk melihat artikel tentang macam-macam manajemen dengan lebih detail.

Prinsip-Prinsip Manajemen

Setelah mengetahui definisi dan jenis-jenis manajemen, maka yang perlu diketahui adalah prinsip-prinsipnya. Berikut ini adalah prinsip manajemen yang perlu diketahui :

  1. Discipline (Disiplin)
  2. Authority and responsibility(Wewenang dan tanggung jawab)
  3. Unity of direction (Kesatuan pengarahan)
  4. Unity of command (Kesatuan perintah)
  5. Renumeration (Penggajian yang adil)
  6. Lebih mementingkan kepentingan umum / organisasi daripada kepentingan pribadi
  7. Hierarchy (Hirarki)
  8. Centralisation (Pemusatan)
  9. Equity (Keadilan)
  10. Order (Tata tertib)
  11. Inisiative (Inisiatif)
  12. Stability of tenure of personnel (Stabilitas kondisi karyawan)
  13. Semangat untuk bersatu
  14. Division of work (Pembagian kerja)

Tujuan-Tujuan Manajemen

Manajemen ada tentu ada tujuannya, tujuan paling utama untuk mencapai target yang telah ditentukan. Lebih jelasnya berikut ini adalah tujuan-tujuan diperlukannya manajemen yang baik :

  • Bisa menentukan strategi yang efektif serta efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Melakukan evaluasi kerja, dan mengkaji ulang akan situasi yang terjadi  yang bertujuan untuk melakukan penyesuaian strategi jika terjadi hal-hal yang diluar strategi.
  • Mengatur dan menjaga kesehatan emosi (personal), keuangan, dan semua sektor perusahaan supaya perusahaan bisa mencapai profit yang maksimal.
  • Mengevaluasi dan meninjau kembali kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang maupun ancaman yang ada. Dll.

Intinya apa? Manajemen itu bisa diterapkan dimanapun. Semuanya pasti membutuhkan manajemen, mulai dari hal kecil yaitu manajemen diri hingga manajemen usaha. Semuanya membutuhkan manajemen, karena dengan adanya manajemen yang baik dan solid maka hidup/aktivitas menjadi lebih teratur.

Nah itu tadi adalah pengertian dari manajemen, jika masih ada yang ingin ditanyakan silahkan isi di kotak komentar.

Artikel pertama dibuat tanggal 9 September 2015, dan diperbarui tanggal 16 Desember 2016, Update 4 Februari 2018.


Cari Artikel di Sini


One Response

  1. dea kesuma putri 14 December 2017

Leave a Reply

*

%d bloggers like this: