Pengertian KAS/Cash dalam Ilmu Akuntansi

Apakah kamu mengetahui pengertian dari kas? Kas atau sering juga ditulis sebagai cash merupakan sebuah kata yang sering kamu dengar dan sangat familiar di telinga. Kas atau cash memiliki arti yaitu tunai atau dibayar secara langsung memakai uang baik itu lembaran atau uang logam. Lawan kata dari kas atau cash ini adalah kredit yang memiliki arti dibayar kemudian baik itu dengan cara dibayar sekaligus ataupun dibayar dengan cara diangsur atau dicicil.

Dalam dunia akuntansi, kas atau cash mempunyai arti yang lebih dalam lagi. Kas atau cash merupakan sebutan untuk sebuah account atau rekening yang mempunyai sifat paling lancar dalam kelompok aset atau disebut juga dengan aktiva. Dalam sebuah penerapan bookkeeping atau disebut juga sebagai pembukuan, kas dibagi lagi menjadi beberapa account atau beberapa rekening dengan variasi yang berbeda. Ada yang membagi kas menjadi petty cash atau kas kecil dan general cash atau kas umum, namun ada pula yang membagi kas menjadi petty cash atau kas kecil dan checking account atau kas bank. Ada pula orang yang membagi kas menjadi petty cash atau kas kecil, cash Bank A, dan juga cash Bank B.

Macam-Macam Pembagian Kas/Cash

Pembagian kas menjadi beberapa bagian ini mempunyai maksud untuk mempermudah dalam pengawasan dan proses pemeriksaan yang berhubugan dengan pendistribusian arus kas itu sendiri. Pada umumnya, pemecahan rekening akun kas ini dilakukan pada tingkatan general ledger atau buku besar saja, sedangkan pada neraca umumnya dijadikan satu kelompok saja yaitu akun kas. Hal ini lakukan agar supaya laporan keuangan menjadi lebih sederhana serta mudah dipahami oleh orang yang membaca maupun pengguna laporan arus kas tersebut.

Kas atau cash dalam account atau rekening tentunya sangat berhubungan dengan kas atau cash dalam artian tunai dimana cash payment merupakan bentuk pembayaran yang berasal dari kas atau cash dalam account atau rekening. Maksudnya, pembayaran atas sebuah transaksi pembayaran yang menggunakan atau berbasis cash payment akan memberikan pengaruh pada rekening cash account atau rekening kas.

Pengertian kas menurut beberapa ahli cukup beragam. Pada umumnya, kas merupakan modal kerja yang bersifat sangat likuid dalam artian sangat lancar. Semakin besar nominal kas yang ada dalam suatu perusahaan artinya makin tinggi tingkat likuiditasnya. Dalam neraca akuntansi, kas masuk dalam klasifikasi aktiva lancar. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) memberikan pengertian kas sebagai berikut “Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand), rekening giro, atau setara kas (cash equivalent) adalah sebuah investasi yang bersifat sangat likuid, berjangka pendek, dan bisa dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko atas perubahan nilai yang signifikan”.

Hal ini membuktikan bahwa perusahaan mempunyai risiko lebih kecil untuk tidak bisa memenuhi kewajiban atau hutang finansialnya. Namun, bukan berarti sebuah perusahaan harus senantiasa mempertahankan ketersediaan kas dengan jumlah yang besar karena makin besar rekening kas maka makin besar dana yang menganggur dan akan memperkecil laba perusahaan. Sebaliknya, apabila perusahaan hanya mengejar keuntungan saja tanpa memperhitungkan faktor lain, maka kas yang dimiliki akan berada dalam posisi digunakan. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan akan berada dalam posisi illikuid atau tidak lancar jika sewaktu waktu ada penagihan kewajiban atau hutang yang jatuh tempo sedangkan perusahaan tidak sanggup membayar karena tidak mempunyai persediaan kas di brankas perusahaan.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: