Apa itu Bank? Sejarah dan Macam-Macam Bank

Bank (pengucapan : bang) adalah sebuah lembaga keuangan yang didirikan dengan sebuah kewenangan untuk menyimpan, mengumpulkan, meminjamkan uang baik untuk personal ataupun perusahaan serta menerbitkan banknote atau promes.

Dewasa ini peranan bank semakin sentral, apalagi sekarang pembayaran PNS suah ditransfer ke akun bank masing-masing pegawai. Sehingga hal ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki rekening bank. Selain itu peranan bank juga semakin penting bersamaan dengan penetrasi internet yang semakin meningkat.

Tidak bisa dipungkiri dengan adanya internet juga mengubah pola hidup masyarakat, bahkan di negara maju ada gerakan “Cashless Society” dimana gerakan tersebut mengajak orang untuk bertransaksi dengan menggunakan uang non-tunai (digital).

Kata Bank sendiri berasal dari bahasa Italia yaitu Banca yang memiliki arti sebagai tempat untuk pertukaran uang. Sedangkan pengertian Bank menurut Undang-Undang (UU) perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana (uang) dari masyarakat (pada umumnya) dalam bentuk simpanan dan menyalurkan (kembali) kepada masyarakat dalam bentuk kredit ataupun bentuk-bentuk lain untuk meningkatkan taraf hidup (kesejahteraan) rakyat banyak.

Setelah krisis moneter besar di akhir pemerintahan Presiden Soeharto, industri perbankan nasional mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dari manual ke komputasi. Selain itu hal lain yang mempengaruhi adalah adanya deregulasi (penurunan) peraturan. Sehingga bank saat ini lebih fleksibel dalam memberikan layanan, lokasi operasional, serta besaran tarif yang dibebankan kepada nasabah mereka.

Sejarah Berdirinya Bank

Menurut sejarah yang tercatat, sebuah Bank pertama didirikan dalam bentuk firma yaitu pada tahun 1690. Pada masa itu Kerajaan Inggris ingin membangun armada laut agar mampu bersaing dengan armada laut Perancis. Akan tetapi hal itu tidak mudah dikarenakan pada masa itu pemerintahan negara Inggris tidak punya kemampuan cukup dalam hal pendanaan.

Atas latar belakang itulah menurut William Paterson atau dikenal dengan Charles Montagu, membuat sebuah lembaga intermediasi keuangan pertama dengan tujuan untuk menggalang dana. Dan itu berhasil, dengan mampu memenuhi pendanaan hanya dalam kurun waktu 12 hari saja.

Untuk asal muasal bank sendiri, kegiatan perbankan (seperti penyimpanan dan tukar menukar uang) sudah ada sejak kerajaan tempo dulu di Eropa. Kemudian oleh para pedagang usaha perbankan ini diperkenalkan ke Asia Barat, Afrika serta Amerika bersamaan dengan penjajahan yang mereka lakukan.

Pada awal mulanya, kegiatan perbankan ini masih terbatas untuk pertukaran uang antar kerajaan saja, sampai saat ini transaksi ini masih dilakukan dengan istilah populernya yaitu Money Changer atau jual beli valuta asing.

Seiring berjalannya waktu kegiatan bank lebih kompleks lagi yaitu sebagai tempat penyimpanan atau penitipan uang serta peminjaman uang dari dan untuk masyarakat (sekarang dikenal dengan kegiatan simpan pinjam). Dan jasa-jasa lainnya yang sesuai dengan tuntutan zaman. Jadi, peranan bank dari waktu ke waktu selalu berubah bergantung dengan tempat dan situasi.

Jenis-Jenis Bank beserta Fungi dan Perannya

Dunia perbankan secara umum dibagi menjadi 3 kelompok utama Institusi keuangan yaitu : lembaga tabungan, bank komersial serta credit unions (juga bisa disebut dengan lembaga penyimpanan dikarenakan dananya sebagian besar berasal dari dana simpanan milik nasabah_.

Bank Komersial ialah bank dengan aset yang paling besar sehingga kelompok perbankan komersial menjadi kelompok bank yang paling besar. Selain itu bank komersial juga melakukan fungsi seperti yang dilakukan oleh lembaga tabungan serta credit union yaitu dengan membuat pinjaman (Komposisi aktiva dan kewajiban yang berbeda serta jauh lebih bervariasi) serta kewajiban untuk menerima deposito.

Berdasarkan aset yang dimiliki sebuah bank, bank dibedakan menjadi bank yang memiliki aset dibawah $ 1 Miliar (Rp 13 T @Rp 13.000/$1) serta diatas $1 Milyar. Bank dengan aset kurang dari $ 1 Milyar biasanya memfokuskan diri pada usaha ritel ataupun consumer banking seperti pemberian kredit konsumen, hipotek perumahan ataupun deposito lokal.

Sedangkan bank dengan aset lebih dari $ 1 Milyar dibagi menjadi 2 lagi yaitu bank regional atau super regional. Bank ini biasanya terlibat dengan transaksi / grosir yang lebih kompleks seperti kredit pinjaman komersial dan industri, kredit konsumen dan perumahan baik level nasional maupun regional.

Selain itu, bank ini juga memiliki hak akses untuk membeli dana (fund) untuk membiayai investasi mereka seperti dana dari pemerintah (federal funds) ataupun dana antar bank.

Ada juga bank yang memiliki aset yang sangat besar, bank ini disebut dengan Bank Sentral. Saat ini ada 5 perbankan yang menjadi pendiri dari kelompok Bank Sentral, yaitu : Citigroup, Deutsche Bank, Bank New York, JP Morgan dan Bank HSBC di USA atau Amerika Serikat.

Manfaat Bank Dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak dipungkiri lagi, saat ini fungsi dan peranan bank memang sangat penting. Apalagi di era sekarang yang semuanya serba digital, bahkan transaksi terjadi dengan uang digital. Artinya kita hanya tinggal transfer sebesar nominal tertentu, dan transaksipun sah.

Berbeda dengan jaman dulu, uang harus berbentuk fisik yang mana susah dibawa-bawa kalau nominalnya besar. Sekarang kita hanya perlu membawa kartu ATM atau Anjungan Tunai Mandiri dalam bentuk sebuah kartu, sehingga memudahkan kita saat mengambil uang tunai di ATM ataupun melakukan berbagai transaksi.

Lebih jelasnya berikut ini beberapa fungsi bank :

  1. Bisa dijadikan model investasi, maksudnya adalah transaksi derivatif (transaksi yang berdasarkan perjanjian pembayaran tertentu dimana nilainya merupakan turunan dari suatu/beberapa nilai instrumen seperti nilai tukar, suku bunga, indeks dan ekuiti baik dengan ataupun tanpa pergerakan dana/instrumen). Walaupun secara umum investasinya berjenis jangka pendek (yield enhancement)
  2. Sebagai Risk Management atau salah satu cara lindung nilai, artinya dengan adanya transaksi derivatif bisa berfungsi untuk menghilangkan resiko dengan cara / jalan lindung nilai (hedging)
  3. Sebagai Informasi harga, transaksi derivatif bisa berfungsi sebagai sara untuk memberikan / mencari informasi mengenai harga barang suatu komoditi tertentu di kemudian hari (price discovery)
  4. Sebagai Fungsi spekulatif, transaksi derivatif bisa memberikan kesempatan untuk berspekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan yang terjadi pada nilai pasar dari suatu transaksi derivatif itu sendiri.
  5. Fungsi Manajemen Produksi menjadi berjalan dengan / lebih baik serta efisien karena transaksi derivatif bisa memberikan gambaran / proyeksi kepada pihak manajemen produksi dari sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan serta kebutuhan pasar di masa yang akan datang.

Jasa-Jasa yang ditawarkan oleh Bank

Tadi kita sudah membahas tentang manfaat-manfaat yang dihasilkan dengan adanya Bank. Nah tentu saja Bank memiliki banyak sekali jasa-jasa yang ditawarkan kepada publik.

Seiring berjalannya waktu jumlah jasa yang ditawarkanpun semakin banyak, pada dasarnya jasa perbankan bertujuan untuk mendukung kelancaran, menghimpun/mengumpulkan serta menyalurkan dana.

Lebih jelasnya berikut ini beberapa jasa yang ditawarkan oleh Bank :

  1. Penyimpanan Dokumen
  2. Penjualan Mata Uang Asing (Money Changer)
  3. Kliring (Aktivitas yang terjadi setelah terbentuknya kesepakatan transaksi hingga waktu berakhirnya kesepakatan)
  4. Transfer Dana (Pengiriman Uang) baik sesama/antar rekening Bank
  5. Jasa pembayaran tagihan seperti listrik, telepon, beaya pendidikan ataupun air.
  6. Jasa penagihan
  7. Jasa Pengecekan Wisata
  8. Penyedia Kartu Kredit
  9. dll

Daftar Bank yang ada di Indonesia

Di Indonesia tentunya ada banyak sekali bank-bank yang beroperasi, baik skala regional maupun nasional. Jumlah bank yang ada sekarang jauh berkurang dibandingkan sebelum krisir moneter tahun 98an. Pada waktu itu tidak sedikit bank-bank yang harus gulung tikar.

Secara umum bank dibagi menjadi 5 macam yaitu :

  1. Bank Sentral
  2. Bank Umum Konvensional
  3. Bank Umum Syariah
  4. Unit Usaha Syariah dari Bank Umum Konvensional
  5. Bank Perkreditan Rakyat

Lalu bank-bank apa saja yang masuk dalam kategori diatas? Mari kita bahas satu persatu :

1.  Bank yang Termasuk Bank Sentral

Pengertian Bank sentral adalah suatu institusi / badan yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kestabilan harga dari suatu nilai mata uang yang berlaku di dalam negara tempat Bank sentral itu berada, dalam hal ini inflasi atau deflasi mata uang.

Di Indonesia hanya ada satu Bank Sentral yaitu Bank Indonesia

2.Bank Umum Konvensional

Bank umum konvensional adalah bank yang melakukan aktivitass usaha secara konvensional yang dalam aktivitas kegiatannya memberikan jasa dalam aktivitas transaksi. Dalam kegiatan pemerataan pembangunan peranan bank umum konvensional cukup strategis.

Bank umum konvensional dibagi menjadi 2 lagi yaitu bank pemerintah dan bank swasta. Lebih jelasnya berikut ini daftar banknya :

a. Bank Pemerintah

Bank Pemerintah adalah bank yng sahamnya dimiliki oleh pemerintah baik sebagian atupun seluruhnya.

  1. Bank Negara Indonesia
  2. Bank Tabungan Negara
  3. Bank Mandiri
  4. Bank Rakyat Indonesia
b. Bank Swasta

Bank Swasta adalah bank yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh pihak swasta nasional, dan juga akta pendiriannya dimiliki oleh pihak swasta.

Bank Swasta Nasional Devisa

  1. Bank Mega
  2. Panin Bank
  3. Bank Bukopin
  4. Bank OCBC NISP
  5. Bank of India Indonesia
  6. Bank Sinarmas
  7. Bank Index Selindo
  8. Bank Woori Saudara
  9. Bank KEB Hana
  10. Bank Metro Express
  11. Bank MNC Internasional
  12. Bank UOB Indonesia
  13. Bank Danamon Indonesia
  14. Bank Capital Indonesia
  15. Bank Anda (Surabaya)
  16. Bank Maybank Indonesia
  17. Bank BRI Agroniaga
  18. Bank Nusantara Parahyangan (Bandung)
  19. Bank QNB Indonesia
  20. Bank Mestika Dharma (Medan)
  21. Bank Central Asia
  22. Bank Ekonomi Raharja
  23. Bank Maspion (Surabaya)
  24. Bank Mayapada
  25. Bank Artha Graha Internasional
  26. Bank ICBC Indonesia
  27. Bank Permata
  28. Bank Ganesha
  29. Bank SBI Indonesia
  30. Bank CIMB Niaga
  31. Bank J Trust Indonesia
  32. Bank Bumi Arta

Bank Swasta Nasional non Devisa

  1. Bank Sahabat Sampoerna
  2. Bank Ina Perdana
  3. Bank Nationalnobu, sebelum tanggal 12 November 2008 bernama “Bank Alfindo Sejahtera”
  4. Bank Pundi Indonesia, sebelum tanggal 23 September 2010 bernama “Bank Eksekutif Internasional”
  5. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bandung)
  6. Bank Mitraniaga
  7. Amar Bank (Surabaya)
  8. Bank Artos Indonesia (Bandung)
  9. Bank Multi Arta Sentosa
  10. Centratama Nasional Bank (Surabaya)
  11. Bank Royal Indonesia
  12. Bank Jasa Jakarta
  13. Bank Victoria Internasional
  14. Prima Master Bank
  15. Bank Yudha Bhakti
  16. Bank Sinar Harapan Bali
  17. Bank Fama Internasional (Bandung)
  18. Bank Andara, sebelum tanggal 30 Januari 2009 bernama “Bank Sri Partha”
  19. Bank Dinar Indonesia
  20. Bank Mayora
  21. Bank Harda Internasional
  22. Bank Bisnis Internasional (Bandung)
  23. Bank Kesejahteraan Ekonomi

Bank yang Termasuk Bank Pembangunan Daerah

  1. Bank BPD Aceh (Banda Aceh)
  2. Bank Sumut (Medan)
  3. Bank Nagari (Padang)
  4. Bank Riau Kepri (Pekanbaru)
  5. Bank Jambi (Jambi)
  6. Bank Bengkulu (Kota Bengkulu)
  7. Bank Sumsel Babel (Palembang)
  8. Bank Lampung (Bandar Lampung)
  9. Bank DKI (Jakarta)
  10. Bank BJB (Bandung)
  11. Bank Jateng (Semarang)
  12. Bank BPD DIY (Yogyakarta)
  13. Bank Jatim (Surabaya)
  14. Bank Kalbar (Pontianak)
  15. Bank Kalteng (Palangka Raya)
  16. Bank Kalsel (Banjarmasin)
  17. Bank Kaltim (Samarinda)
  18. Bank Sulsel (Makassar)
  19. Bank Sultra (Kendari)
  20. Bank BPD Sulteng (Palu)
  21. Bank Sulut (Manado)
  22. Bank BPD Bali (Denpasar)
  23. Bank NTB (Mataram)
  24. Bank NTT (Kupang)
  25. Bank Maluku (Ambon)
  26. Bank Papua (Jayapura)

Bank yang Termasuk Bank Campuran

  1. Bank Resona Perdania
  2. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
  3. Bank Capital Indonesia
  4. Bank BNP Paribas Indonesia
  5. Bank ANZ Indonesia\
  6. Bank DBS Indonesia
  7. Bank Rabobank International Indonesia
  8. Bank Mizuho Indonesia
  9. Bank Chinatrust Indonesia
  10. Bank Commonwealth
  11. Bank Agris
  12. Bank Windu Kentjana International

Bank yang Termasuk Bank Asing

  1. Bank of America
  2. Bangkok Bank
  3. Bank of China
  4. Citibank
  5. Deutsche Bank
  6. HSBC
  7. JPMorgan Chase
  8. Standard Chartered
  9. The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ
  10. bank OCBC NIPS

3.Bank Umum Syariah

Bank yang Termasuk Bank swasta nasional devisa

  1. Bank Muamalat Indonesia
  2. Bank Syariah Mandiri
  3. Bank Mega Syariah
  4. Bank BNI Syariah

Bank swasta Nasional nondevisa

  1. BTPN Syariah, dahulu bernama “Bank Sahabat Purba Danarta”
  2. Panin Bank Syariah, dahulu bernama “Bank Harfa”
  3. Bank BRI Syariah, dahulu bernama “Bank Jasa Arta”
  4. Bank Victoria Syariah, dahulu bernama “Bank Swaguna”
  5. BCA Syariah, dahulu bernama “Bank UIB”
  6. Bank BJB Syariah
  7. Bank Syariah Bukopin, dahulu bernama “Bank Persyarikatan Indonesia”

Bank campuran

  1. Bank of Amerika (Bofa)(NYSE: BAC TYO: 8648, Bankofamerica.com kantor pusat Charlotte, Carolina Utara”
  2. Bank Maybank Syariah Indonesia, dahulu bernama “Bank Maybank Indocorp”

4.Unit Usaha Syariah dari Bank Umum Konvensional

Bank Pemerintah

  1. Bank BTN Syariah

Bank swasta nasional devisa

  1. Bank Danamon Syariah
  2. CIMB Niaga Syariah
  3. BII Syariah
  4. OCBC NISP Syariah
  5. Bank Permata Syariah

Bank pembangunan daerah

  1. Bank Nagari Syariah
  2. Bank BPD Aceh Syariah
  3. Bank DKI Syariah
  4. Bank Kalbar Syariah
  5. Bank Kalsel Syariah
  6. Bank NTB Syariah
  7. Bank Riau Kepri Syariah
  8. Bank Sumsel Babel Syariah
  9. Bank Sumut Syariah
  10. Bank Kaltim Syariah

Bank asing

  1. HSBC Amanah layanan ditutup di Indonesia sumb:http://www.hsbcamanah.com/)

5.Bank Perkreditan Rakyat

BPR atau Bank Perkreditan Rakyat ialah lembaga keuangan bank / perbankan yang menerima simpanan hanya dalam bentuk tabungan, deposito berjangka ataupun bentuk yang sama.

Bank Yang Berhenti Beroperasi di Indonesia :

  1. Bank UFJ Indonesia (dicabut izin usaha sejak tanggal 5 Oktober 2006, operasional bergabung dengan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ)
  2. Bank Rama (merger dengan Bank Danamon)
  3. Jayabank International (merger dengan Bank Danamon)
  4. Bank IBJ Indonesia (merger dengan Bank Mizuho Indonesia)
  5. Bank Unibank (ditutup sejak tanggal 29 Oktober 2001)
  6. Bank Asiatic (ditutup sejak tanggal 8 April 2004)
  7. Lippo Bank (merger dengan Bank CIMB Niaga sejak tanggal 15 Oktober 2008)
  8. Bank Ficorinvest
  9. Bank Société Générale Indonesia (ditutup sejak tanggal 25 April 2003)
  10. Bank Modern
  11. Bank Mashill
  12. Bank Surya
  13. Bank Pikko (merger dengan Bank CIC)
  14. Prima Express Bank (merger dengan Bank Permata)
  15. Bank Dai-Ichi Kangyo Indonesia (merger dengan Bank Mizuho Indonesia)
  16. Artamedia Bank (merger dengan Bank Permata)
  17. Bank Arta Niaga Kencana (merger dengan Bank Commonwealth sejak tanggal 10 Desember 2007)
  18. Bank Indonesia Raya
  19. Bank Risjad Salim Internasional (merger dengan Bank Danamon)
  20. American Express (dicabut izin usaha sejak tanggal 24 Februari 2009)
  21. Bank Bahari
  22. ING Indonesia Bank (ditutup sejak tanggal 6 Oktober 2004)
  23. Bank Windu Kentjana (merger dengan Bank Multicor sejak tanggal 18 Desember 2007)
  24. Bank UOB Indonesia (merger dengan Bank UOB Buana sejak tanggal 10 Juni 2010)
  25. Bank Papan Sejahtera
  26. Bank Patriot (merger dengan Bank Permata)
  27. Bank Artha Graha (merger dengan Bank Interpacific)
  28. Bank Global International (ditutup sejak tanggal 13 Januari 2005)
  29. Bank Hastin
  30. Bank IFI (dicabut izin usaha sejak tanggal 17 April 2009)
  31. Bank Umum Servitia
  32. Bank Summa
  33. Bank Tata
  34. Bank Dharmala
  35. Bank Harapan Sentosa
  36. Bank Danpac (merger dengan Bank CIC)
  37. Bank Prasidha Utama (ditutup sejak tanggal 20 Oktober 2000)
  38. Bank Hagakita (merger dengan Bank Rabobank International Indonesia sejak tanggal 24 Juni 2008)
  39. Bank Duta (merger dengan Bank Danamon)
  40. Bank OCBC Indonesia (merger dengan Bank OCBC NISP sejak tanggal 7 Februari 2011)
  41. Bank Umum Nasional
  42. Bank Pelita
  43. Bank Asia Pacific
  44. Bank Metropolitan
  45. Bank Tamara (merger dengan Bank Danamon)
  46. Bank Tiara (merger dengan Bank Danamon)
  47. Bank Ekspor Indonesia (dicabut izin usaha sejak tanggal 1 September 2009, menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia)
  48. Bank Pos Nusantara (merger dengan Bank Danamon)
  49. Bank Intan
  50. Bank Paribas-BBD Indonesia (ditutup sejak tanggal 5 Februari 2011, operasional bergabung dengan Bank BNP Paribas Indonesia)
  51. Bank Barclays Indonesia (dicabut izin usaha sejak tanggal 7 Juli 2011, dahulu bernama “Bank Akita”)
  52. Bank Sakura Swadharma (merger dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia)
  53. Bank Nusa Nasional (merger dengan Bank Danamon)
  54. Bank Putera Multikarsa
  55. Keppel Tat Lee Buana Bank (merger dengan Bank OCBC NISP (lama) kemudian berubah menjadi Bank OCBC Indonesia)
  56. Bank Merincorp (ditutup sejak tanggal 7 Agustus 2003)
  57. Tokai Lippo Bank (merger dengan Bank UFJ Indonesia)
  58. Bank Haga (merger dengan Bank Rabobank International Indonesia sejak tanggal 24 Juni 2008)
  59. Bank Universal (merger dengan Bank Permata)
  60. Bank Ratu (ditutup sejak tanggal 20 Oktober 2000)
  61. Bank Dagang Bali (ditutup sejak tanggal 8 April 2004)

Nah itu tadi adalah penjelasan bank, saya kira apa yang saya jabarkan disini sudah cukup jelas. Jika masih ada yang ingin ditanyakan silahkan tanyakan lewat kotak komentar dibawah ini.

Refernsi tulisan :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_sentral
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Bank
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bank_di_Indonesia

Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: