Cara Mengorganisasi Potensi Diri

Organisasi Diri – Bila kita berbicara tentang organisasi diri, kita akan berbicara tentang bagaimana kita mengatur atau memanajemen diri kita. Setelah kita dapat memanajemen diri kita maka kita akan dapat mengatur semua yang kita ingin peroleh.

Untuk lebih jelasnya tentang organisasi diri bila kita kaitkan dengan nilai, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Bila kita berbicara tentang makan pasti terdapat orang yang setuju bahwa hewan juga mengerti hal tersebut. Mengapa demikian, kita lihat saja pada monyet yang membawa pisang monyet tersebut tidak akan menyerahkan pisang yang telah dia miliki.

Akan tetapi disini kami tidak setuju dengan pendapat tersebut, mengapa? Sebenarnya perilaku hewan ini seperti telah diprogram oleh gen yang mereka miliki, mengikuti evolusioner yang terjadi. Dan apa yang membuat manusia itu unik bila kita berbicara hal tersebut?

Kita akan mendefinisikan arah yang ingin dicapai untuk sebuah sistem organisasi-diri ini dikarenakan kita ingin melihat sejumlah hasil yang bernilai serta hasil yang lainnya sebagai berbahaya.

Apabila manusia menghargai hidup, sehingga kita akan menganggap semua penyakit sebagai hasil yang mana kita tidak inginkan dari sebuah organisasi diri.

Serta bila kita berbicara dari sudut pandang evolusioner, mungkin akan terlihat sedikit aneh agar dapat memperpanjang umur manusia 80 tahun. Akan tetapi, kita tetap melakukan hal tersebut, kita masih saja menghargai banyak hal yang mana bila dipikir tidak rasional serta alamiah, seperti halnya nondiskriminasi, kedamaian, serta monogami.

Dalam upaya mereka dapat mengendalikan sistem organisasi diri (bisnis, tim, negara) kedalam arah yang lebih bernilai lagi oleh para pemilik dari kepentingan, orang yang memulai untuk mengasumsikan perintah serta pilihan sebagai gaya komando serta kontrol untuk dapat memberikan perintah.

Itulah jalan serang manajer untuk mendapatkan posisi mereka, serta itulah kinerja pemerintah untuk dapat menjalankan sebuah negara. Mereka tidak lagi memperdulikan dengan hasil, akan tetapi mereka ingin memastikan sebuah sistem pengaturan diri entah menghasilkan nilai berharga (produk serta layanan) ataupun menahan diri untuk tidak merusak suatu yang berharga.

Pada umumnya seorang manajer menginginkan tim perangkat lunak agar dapat menghasilkan perangkat lunak yang mana itu bernilai serta dapat menghasilkan uang, dan merekapun tidak ingin bahwa tim tersebut melarikan diri dengan membawa uang dari perusahaan.

Maka dapat dikatakan bahwa seorang manajer terkadang mengalami kesuksesan serta terkadang mengalami kegagalan. Dan hal lucu adalah dimana kita memposisikan bahwa komando serta kontrol sebagai norma.

Serta “sebuah tim yang mengatur dirinya” merupakan konsep baru serta menarik. Akan tetapi itu semua merupakan pemikiran sederhana yang pada umumnya dimiliki oleh orang.

Maka dapat dikatakan bahwa organisasi diri sebagai pembentukan semua hal tanpa adanya pengaturan dari atas ataupun kebawah.

Sebenarnya bila kita berbicara komando serta kontrol yang sengaja (yang dapat menghasilkan keteraturan) ditemukan 13,7 milyar tahun setelah penemuan organisasi diri, oleh manusia dimana mereka berupaya untuk dapat melindungi semua yang mereka percaya sebagai sesuatu yang bernilai.

Maka dapat kita katakan bahwa organisasi diri merupakan norma sedangkan komando serta kontrol adalah kasus khusus. Maka benar adanya bahwa sejumlah orang, yang terkunci pada organisasi dalam komando serta kontrol organisasi diri itu akan terasa menyegarkan.

Akan tetapi rasa yang menyegarkan itu muncul sebelum manusia itu muncul juga serta menemukan sebuah birokrasi yang rumit. Disini dapat dikatakan bahwa saya tidak percaya dengan kerjasama serta kreativitas dapat banyak terjadi.

Nah begitulah penjabaran tentang organisasi diri terhadap nilai. Semoga artikel tadi dapat bermanfaat bagi anda semua, terima kasih telah membaca artikel kami. Sampai jumpa pada artikel yang lainnya.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: