Nasihat Imam Al-Ghazali : Mulai untuk Berhitung

waktu tak dapat diubah

Motivasi Diri – Setelah kita mengetahui momentum merupakan sebuah prestasi, untuk lebih jelasnya klik disini, maka diini kita juga perlu untuk menhitung berapa waktu yang telah kita lewatkan untuk hal sia-sia.

Menurut Nabi, rata-rata dari umur umatnya adalh 60 tahun. Waktu kita sama-sama 24 perharinya, nah yang membedakan kita adalah cara penggunaan waktu kita.

Kalau kita hititung-hitung waktu kita adalah sama yang mana 60 detik dalam 1 menitnya, 60 menit dalam 1 jamnya serta 24 jam untuk perharinya, serta 7 hari untuk perpekannya dan seterusnya akan sama.

waktu itu berharga

ilustrasi orang yang mencoba mengembalikan waktu (image : google)

Akan tetapi menurut Imam Al Ghazali, bila mana orang mempunyai umur 60 tahun serta menjadika 8 jam perharinya untuk tidur, maka dalam 60 tahun umurnya tersebut di akan memghabiskan 20 tahun untuk tidur saja.

Innaa lilaahi wa inna ilaihi rooji’un, dan seprti itulah yang kebanyakan dari manusia yang ada dimuka bumi ini. Apakah kita termasuk juga? Allhu a’lam bish shawab. Akan tetapi terdapat tiga hl yang itu tidak mungkin kita untuk dapatkan kembali :

  1. Kata-kata yang telah terucap oleh bibir kita
  2. Waktu yang telah terlewat bagi kita
  3. Serta semua momentum yang telah kita abaikan

Seperti yang telah dijelakan pada artikel yang lain, bahwa waktu itu merupakan momentum untuk kita berprestasi. Sebagaimana Umar biBdul Aziz menyikapinya, pada saat beliau diangkta menjadi khalifah untu menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik.

Dengan niatan yang tulus serta suci, dengan jiwa yang kokoh serta bersih, dengan tekad yang begitu membara, beliau pikul kekhalifahan yang telah ia rindukan. Ia pun berkata, “Aku akan duduk di sebuah tempat yang mana tidak kuberikan sedikitpun tempat untuk syaitan.”

Hal ini seperti kebesaran kakeknya, yang bernama Umar bin Khatab ra. Tidaklah sebuah tempat dilalui oleh Umar bin Khatab kecuali syaitan kan menyingkirinya. Hal ini merupakan kekutan yang sangat dasyat, inner poweryang dipunyai dapat menggentarkna semua musuh-musuh dari Allah.

Keimanan, ketuluan, kemuan untuk belajar serta berubah secara revolusioner. Semoga dengan penjelasan tadi ada hati yang tergugah, ada jiwa yang tersasar, terdapat kebuntuan yang tebuka,terdapat kegeliahan yang terobati, terdapat kemubadziran yang dapat dimanfaatkan kembali, serta berbagai potensi yang man dapat digali serta dapat dioptimalkan.

Terima kasih telah membaca artikel kami, sampai jumap pada artikel-artikel yang lainnya.

Cari Artikel di Sini


Nasihat Imam Al-Ghazali : Mulai untuk Berhitung | Admin | 4.5
%d bloggers like this: