Cara Sederhana Menghitung Bunga Deposito

Pasti kita pernah mendenga istilah deposito. Benar sekali deposito adalah salah satu produk yang ada di lembaga keuangan (bank) yang diberikan kepada nasabahnya untuk penyimpanan uang tanpa ditarik dalam waktu tertentu dan untu imbalannya akan mendapatkan suku bunga. Ini berbeda dengan tabungan biasa yang sewaktu-waktu kita dapat mengambilnya, tapi bila deposito mempunyai konsep tabungan tenor (jangka waktu) tertentu yang maa selama tenor dana kita tak bisa diambil.

Bolah jadi deposito ini alernatif bagi kita untuk benar-benar menabung untuk kebutuhan masa depan. Dan umumnya deposito akan memberikan bunga yang lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa. Kita juga dapat menggolongkan deposito ini sebagai investasi seperti halnya reksadana, saham, serta obligasi karena kita tak bisa mencairkan sewaktu-waktu.

Kebijakan Deposito

Biasanya dana minimal untuk penyimanan deposito ini sekitar 8 sampai 10 juta rupiah. Tapi kebijakan setiap bank berbeda-beda. Sedangkan untuk jangka waktu (tenor) deposito antara lain 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Semakin lama jangka waktunya, maka bunga yang didapatkan semakin tinggi pula.

Dan boleh dikatakan deposito ini investasi paling aman, karena tak akan mengalami kerugian sama sekali. Karena kerugian dan keamannya  sudah dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).  Tapi agar kita mendapatkan perlindungan dari LPS ini kita harus memenuhi beberapa syarat seperti jumlah maksimum di deposit kita tak boleh melebihi Rp. 2 miliar dan suku bunga tak boleh melebihi suku bungan penjaman.

Ada dua jenis deposito yang sering digunakan, yakni Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito. Untuk yang berjangka penarikannya hanya bisa dilakukan oleh penyimpan atau nasabah dengan nama yang sama. Maka jenis ini tak dapat dipindahtangankan, dijualbelikan, maupun dicairkan sebelum jatuh tempo.

Sedangkan Sertifikat Deposito kebalikannya dengan Deposito Berjangka, yakni surat berharga yang dikeluarkan dari bank yang dapat dicairkan siapa pun yang punya sertifikat tersebut. Bahkan dapat kita pindah tangankan maupun dijualbelikan.

Perhitungan Bunga Deposito

Sebelum kita menggunakan fasilitas yang satu ini, akan lebih baik kita mengetahui perhitungan bunganya terlebih dahulu. Yang perlu kita ingat walaupun kita akan mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi, kita juga akan terkena pajak untuk monimal tertentu. Umumnya nominal pembatas yang membuat bunga deposito kita kena pajak adalah sebesar Rp. 7,5 juta dengan prosentase pajak 20%.

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan perhatikan contoh berikut ini :

Semisal Pak Ahmad mempunyai uang Rp. 15.000.000,00. Pak Ahmad ingin menyimpanan dananya ke deposito dengan tenor selama 3 bulan. Bank menetapkan bunga untuk deposito dengan jangka waktu 3 bulan adalah 7,5%. Belum sampai 3 bulan Pak Ahmad ingin mengitung (mengkalkulasi) bunga yang akan didapatkannya.

Rumus perhitungan bunga yang akan didapatkan

1. Bunga deposito untuk simapanan kurang dari Rp. 7.500.000,00 (masa tenor dalam bulan)

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x Tenor : 12

2. Bunga deposito untuk simapanan lebih dari Rp. 7.500.000,00 (masa tenor dalam bulan)

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x Tenor : 12

Note : 80% yang ada di rumus untuk mncari bunga deposito untuk simapanan yang lebih dari Rp. 7.500.000,00 di atas adalah prosentase dari keuntungan yang telah dikurangi dengan prosentase pajak sebesar 20%. Semisalkan saja bunga deposito untuk tenor 12 bulan sebesar 7,5% maka bunga deposito yang jumlah dana lebih dari Rp. 7.500.000,00 secara ril harus dikurangi 20% dari 7,5% sebesar 1,5%. Maka bunga riil yang akan diterima untuk deposito tenor 12 bulan dengan jumlah simpanan diatas Rp. 7.500.000,00 adalah 6%.

Perhitungan bunga deposito milik Pak Ahmad :

Bunga deposito perbulan : Rp. 15.000.000,- x 6% x 3 : 12 = Rp. 225.000,-

Maka dapat dilihat bahwa Pak Ahmad akan menerima bunga deposito perbulannya selama 3 bulan (sesuai dengan tenor yang dipilih) sebesar Rp. 225.000,00.

Cara lain yang dapat kita gunakan adalah dengan perhitungan waktu harian. Rumus yang digunakan juga hampir mirip dengan yang tadi cuma diganti dengan harian. Dengan asumsi bahwa 1 bulan 30 hari dan 1 tahun 265 hari.

1. Bunga Deposito untuk Simpanan Kurang dari Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam hari)

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x jumlah hari : 365

2. Bunga Deposito untuk Simpanan Lebih dari Sama Dengan Rp 7.500.000,00 (masa tenor dalam hari)

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari : 365

Maka hasil perhitungan bunga deposito yang akan diterima Pak Ahmad adalah :

Bunga deposito (per hari) = Rp. 15.000.000,- x 6% x 90 : 365 = Rp. 221.917,81

Kelebihan Deposito

Tadi itu sekilas mengenai deposito dan cara perhitungannya. Maka dari itu semua dapat kita simpulkan bahwa deposito ini adalah salah satu alternatif investasi yang patut kita perhitungan yang mempunyai risiko kerugian minimal bila kita bandingkan dengan investasi lainnya.

Kelebihannya lainnya adalah tak adanya biaya administrasi, dapat dijadikan jaminan, serta jangka waktu yang beragam dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan kita, dan dapat kita perpanjang. Tapi kita juga perlu melihat sisi negatifnya juga, yakni tingkat return yang kecil bila dibandingkan rerturn saham, bunga berhadapan langsung dengan inflasi, dan juga tak ada peningkatan nilai investasi deposito itu sendiri. Dan yang lainnya adalah sebagai pemilik dana kita tak akan terjun dan terlibat langsung dengan pengelolaan dana deposito kita.

Cari Artikel di Sini


Cara Sederhana Menghitung Bunga Deposito | Admin | 4.5
%d bloggers like this: