5 Strategi Marketing Kartu Kredit

Strategi Marketing Kartu Kredit – Berkembangnya perekonomian dunia dari yang awalnya tukar menukar barang hingga munculnya uang menjadikan kebutuhan semakin beragam.

Ditambah lagi kebutuhan yang terpengaruh oleh keinginan namun terkendala dengan biaya. Untuk mengatasi hal ini, bank sebagai salah satu lembaga yang mengurus keuangan nasabahnya memberikan layanan kartu kredit.

Apa itu kartu kredit?

Dalam definisinya kartu kredit adalah kartu plastik yang diberikan kepada nasabah dari pihak bank untuk melakukan transaksi retail kredit tunai maupun non-tunai. ( dikutip dari wikipedia.org )

Layanan ini menyediakan kemudahan bagi nasabah untuk bertransaksi . Nasabah dapat melakukan transaksi di toko atau dimanapun yang menyediakan layanan pembayaran dengan kartu kredit tanpa memerlukan uang tunai secara fisik.

Selain itu nasabah hanya perlu membayar tagihan secara rutin sesuai tempo yang disepakati bersama dengan bank. Proses ini terdapat pada saat nasabah melakukan pengaplikasian kartu kredit.

Artikel Terkait : Bagaimana Strategi Marketing KTA Bank CIMB?

Pada proses pengaplikasian ini diawali dengan penjelasan produk kartu kredit kepada nasabah. Dibagian ini pihak bank akan memberikan informasi terkait kartu kredit yang diinginkan oleh nasabah.

Setelah nasabah merasa cocok dengan fitur kartu kredit yang telah ditawarkan, teller akan menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh nasabah untuk mendapatkan kartu kredit sambil nasabah mengisi form pengajuan.

Persyaratan yang diberikan tiap bank berbeda – beda. Tapi pada umumnya syarat tiap bank selalu ada batasan umur mulai dari 17 – 65 tahun, selain itu pengahasilan minimal 36 juta/tahun.

Proses pengaplikasian kartu kredit diawali dengan pengisian form dan melangkapi dokumen ( pic: pakarkartukredit.com)

Proses pengaplikasian kartu kredit diawali dengan pengisian form dan melangkapi dokumen ( pic: pakarkartukredit.com)

Selain syarat umum tadi ada juga dokumen yang harus juga dilengkapi oleh nasabah yang akan mengajukan kartu kredit. Diantaranya KTP atau tanda pengenal, slip gaji atau bukti penghasilan dan beberapa dokumen lainnya.

Setelah persyaratan terpenuhi dan dokumen yang diperlukan sudah dilengkapi, nasabah memberikan dokumen tersebut ke pihak bank untuk selanjutnya akan diseleksi oleh bagian Underwriting.

Tim Underwriting akan mengecek kelengkapan dokumen dari nasabah. Selain itu sesuai atau tidak dokumen tersebut dengan kenyataan nya. Yang paling utama di cek oleh tim ini adalah bagaimana riwayat keuangan nasabah.

Artikel Terkait : Manajemen Keuangan

Jika riwayat keuangan nasabah buruk karena sering terlambat membayar tagihan bank entah itu di bank tempat pengajuan kredit atau bukan, nasabah tersebut kemungkinan besar akan ditolak.

Selain keterlambatan membayar tagihan, yang juga dilihat adalah riwayat hutang pihutang nasabah tersebut. Bagaimana cara tim ini tahu? Tim Underwriting akan melihat dari daftar blacklist di Bank Indonesia.

Dalam daftar tersebut akan tercantum nama nasabah dengan riwayat keuangan buruk. Sudah tentu nama – nama tersebut akan ditolak dalam pengajuan bantuan dana apapun terutam kredit.

Tahap selanjutnya setelah lolos audit tim underwriting, pihak bank akan mengirimkan pemberitahuan kepada nasabah bahwa kredit yang diajukan sudah di approve dan sedang dalam proses pembuatan kartu.

Selama proses cetak, kartu ini akan diberikan nomor yang telah diverifikasi oleh pihak penyedia layanan perbankan seperti visa atau Mastercard. Baru setelah itu kartu dikirimkan ke alamat yang dituliskan dalam form.

Pengiriman kartu kredit ini juga tidak melalui jasa pengiriman yang biasa kita kenal seperti JNE, TIKI atau yang lain nya. Tapi melalui pihak yang telah bekerjasama dan dipercaya oleh bank.

Artikel Terkait : 44 Ide Peluang Usaha Online Modal Kecil yang Bisa Dikerjakan Dirumah

Kartu yang sudah diterima nasabah masih belum bisa dipergunakan karena perlu ada aktifasi yang dilakukan. Ada 3 cara untuk melakukan aktifasi yaitu melalui SMS Banking, Call Center atau datang langsung ke bank.

Setelah aktifasi nasabah akan diberikan PIN (Personal Identification Number) untuk setiap transaksi yang dilakukan sebagai jejak rekam dan menjaga keamanan kartu kredit tersebut.

Lamanya estimasi waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kartu kredit dari awal hingga kartu kredit dapat digunakan sekitar 7 minggu lamanya. Setelah itu nasabah dapat menggunakan layanan kartu kredit tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Kartu Kredit?

Sistem yang diterpakan dalam kartu kredit bisa dibilang sebagai sistem “talangi dulu”. Kenapa disebut sebagai sistem “talangi dulu”? Karena sejatinya setiap transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit dibayar oleh bank terlebih dahulu.

Setelah dalam tempo tertentu pihak bank akan memberikan tagihan yang harus dibayar oleh si pemilik kartu sesuai kesepakatan di proses awal. Dimana terdapat ketentuan – ketentuan seperti bunga dan cara pembayaran.

Untuk cara pembayaran biasanya bank memberikan 3 opsi diantaranya pembayaran langsung, pembayaran minimum dan pembayaran cicilan.  Setiap bank memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda – beda.

Pada cara pembayaran pertama yaitu pembayaran langsung, nasabah membayar seluruh tagihan yang diberikan bank secara utuh tanpa kurang satu sen pun. Cara pembayaran inilah yang paling aman.

Kemudian cara pembayaran kedua, pembayaran minimum, nasabah membayar biaya minimum yang diberikan bank dari total tagihan yang ditanggung. Sisa dari tagihan tersebut akan di akumulasi pada tagihan bulan selanjutnya.

Cara yang ketiga, pembayaran cicilan, nasabah membayar tagihan dengan cara mencicil secara rutin tagihan yang diberikan bank. Cara ini adalah cara yang paling sulit untuk dilakukan karena tagihan akan terus menumpuk.

Dari ketiga cara ini, cara kedua dan ketiga menjadikan nasabah dikenai dengan tambahan bunga pada pembayaran selanjutnya. Bunga ini akan terus dikalikan dengan sisa tagihan yang dimiliki.

Sebagai ilustrasi, saya memiliki tagihan Rp. 100.000 dan saya memilih pembayaran minimum Rp. 50.000 dari total tagihan. Pada saat ini saya masih belum dibebani dengan biaya tambahan seperti bunga.

Di tagihan selanjutnya, saya menerima sisa tagihan sebesar Rp. 50.000, beban bunga Rp. 1.380, tagihan yang dikenakan biaya adalah Rp. 92.000, dan nilai tagihan akhir sebesar Rp. 51.380.

Artikel Terkait : Golongan Ekonomi Lemah

Bagaimana bank bisa mendapatkan perhitungan seperti ini sebagai bunga?

Jadi, karena saya tidak membayar lunas tagihan Rp. 100.000 saya, maka bunganya diperhitungkan mulai dari tanggal pembelanjaan menggunakan metode tagihan rata-rata harian.

Dalam menghitung tagihan rata-rata harian, bank melihat berapa jumlah hari saya memiliki sisa tagihannya. Karena pembayaran pertama saya sebesar Rp. 50.000 diterima dalam siklus kartu kredit 25 hari, maka saya memiliki tagihan Rp. 100.000 selama 25 hari (Rp. 100.000 x 25 hari dibagi 30 hari dalam sebulan = Rp. 83.333, nilai tagihan rata-rata harian untuk 25 hari).

Setelah pembayaran pertama saya diterima, saya memiliki sisa tagihan Rp. 50.000 selama sisa lima hari dalam bulan itu (Rp. 50.000 x 5 hari dibagi 30 hari dalam sebulan = Rp. 8.333, nilai tagihan rata-rata harian selama 5 hari).

Jika Anda menambahkan kedua jumlah tagihan rata-rata harian saya, Anda akan mendapatkan nilai tagihan yang dikenakan beban biaya sebesar Rp. 92.000. Maka, 1,5% (bunga bulanan) dari Rp. 92.000 adalah Rp. 1.380 – biaya bunga yang ditagihkan pada Anda.

Perhitungan ini dalam kondisi siklus tagihan 25 hari dan besar bunga tahunan 18% sedangkan bunga bulanan 1.5%. Jika dalam keadaan berbeda maka hitungan nya pun akan berbeda.

Karena itu anda perlu mencermati dengan sangat bagaimana proses perhitungan bunga dan tagihan dalam kartu kredit. Selain itu sangat penting untuk memperhitungkan kemampuan dan kebiasaan anda jangan sampai melampaui kredit limit yang disediakan pihak bank.

Sekali lagi SANGAT PENTING untuk memperhitungkan kemampuan anda dan transaksi anda jika akan mengajukan kredit. Karena kebanyakan nasabah yang terlilit hutang kredit kurang memperhitungkan dengan baik hal ini.

Agar anda terhindar dari debt collector ataupun bankrut karena memiliki kartu kredit, anda harus sangat jeli juga dalam penggunaan nya jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Artikel terkait : Perkembangan Ekonomi Belanda

Jenis – Jenis Kartu Kredit

Kartu kredit dapat dibedakan menjadi beberpa jenis berdasarkan kegunaannya, wilayah penggunaan nya dan affiliasi nya. Berikut ini penjabaran dari berbagai kategori tersebut:

A. Berdasarkan Kegunaannya

Dilihat dari kegunaannya kartu kredit dibedakan menjadi 5 jenis, dintaranya

1. Regular Credit Card
Jenis ini adalah yang paling umum dikenal sebagai kartu kredit biasa yang digunakan sebagai alat transaksi “talangi dulu”. Selain untuk transaksi tersbut kartu ini juga bisa digunakan untuk penarikan uang di ATM ataupun teller bank. Biasanya kartu ini dibuat oleh Visa dan MasterCard

2. Charge Card
Kartu ini hampir sama dengan regular credit card yang membedakan adalah pada proses pembayaran. Penggunak kartu ini harus melakukan pembayaran penuh pada saat jatuh tempo. Jadi tidak bisa seperti kartu kredit biasa.

3. Debit Card
Debit card adalah kartu kredit yang cara pembayarannya mengurangi saldo rekening si pemilik kartu dan pada saat yang sama mengkredit rekening merchant sesuai dengan nilai transaksi yang dilakukan pada bank penerbit (pengelola).

4. Cash Card
Secara awam kartu ini dikenal dengan kartu ATM karena fungsinya adalah untuk penarikan uang baik itu di bank ataupun ATM bank – bank yang lain. Selain itu karena fungsinya ini Cash Card sering dikombinaasikan dengan kartu kredit yang lainnya seperti Debit card.

5. Check Guarante Card
Kartu ini sangat populer di Inggris karena fungsinya sebagai penjamin untuk transaksi pencairan cek uang. Di Inggris ataupun di Eropa sudah sangat umum untuk bertransaksi dengan menggunakan cek karena akan lebih mudah dan langsung dapat dipastikan saat itu juga.

B. Berdasarkan Wilayah Penggunaan

Dari wilayah penggunaan nya kartu kredit terbagi menjadi dua jenis yaitu

1. Kartu Kredit Nasional
Kartu kredit ini hanya bisa digunakan diwilayah kartu tersbut dibuat. Jadi jika anda membuat kartu ini di Indonesia maka kartu ini hanya bisa digunakan di Indonesia. Beberapa kartu kredit nasional yang ada adalah Hero, Astra Card, Garuda Executive Card dan Golden Truly

2. Kartu Kredit Internasional
Selain bisa digunakan di dalam negeri kartu jenis ini juga bisa digunakan diluar negeri. Kartu ini sangat umum digunakan di seluruh dunia dan penyedia terbesar layanan ini adalah Visa dan MasterCard. Selain itu masih ada yang lainnya seperti Dinner Club, American Express dan Carte Blanc.

C. Berdasarkan Affiliasi

Terdapat dua jenis kartu kredit berdasarkan affiliasinya
1) Kartu kredit yang dibuat atas kerjasama pihak penyedia kartu dengan satu bank atau beberapa bank. Contoh nya adalah Visa dan MasterCard yang bekerjasama dengan berbagai bank di dunia.
2) Kartu kredit yang digunakan oleh kelompok atau golongan tertentu misalnya mahasiswa, organisasi tertentu. Contoh kartu jenis ini adalah Ladies Card, Bank Card dan lainnya

Artikel Terkait : Marketing KTA Bank Mandiri

Cara Marketing Kartu Kredit Bank

Nah agar nasabah tertarik dengan layanan ini pihak bank akan melakukan strategi pemasaran yang tepat. Berikut ini 5 strategi pemasaran ampuh yang telah dirangkum dari situs thefinancialbrand.com.

1. Fokuskan setiap produk pada kebutuhan nasabah

Dengan me-fokus-kan setiap produk kartu kredit sesuai dengan kebutuhan nasabah, kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan. Kebutuhan nasabah dapat terpenuhi tanpa terbebani tagihan dan bank tidak takut tagihan nasabah tidak terbayar kerena sudah terukur sesui kemampuan nasabah.

 

2. Menyatukan Marketing dan Underwriting

Tim Marketing dan Underwriting bank biasanya bekerja terpisah. Hal ini sering menyebabkan banyak miss communication terutama pada bagian kriteria nasabah. Jika tim Underwriting meloloskan nasabah yang kurang menguntungkan itu akan menyusahkan tim marketing. Karena itu harus ada penyatuan kerja antara kedua tim.

3. Menawarkan Kartu Kredit yang Aman

Ada dua alasan sederhana kenapa bank perlu menawarkan kartu kredit yang aman. 1) Akan memberikan akses menguntungkan bagi segmen nasabah tertentu tanpa menambah resiko. 2) Menjamin kelayakan nasabah untuk menjadi pemegang sekaligus jaringan dari kartu kredit.

4. Membandingkan dengan Mantan Pengguna Debit Card

Debit card sempat ramai terlebih dahulu sebelum kartu kredit. Namun sekarang sudah mulai tergeser karena beberapa kekurangan. Dengan melihat hal itu, kesempatan bagus untuk meyakinkan nasabah bahwa kartu kredit lebih baik dari debit card.

5. Memberikan Apa yang Diinginkan Nasabah

Ketika nasabah datang untuk menanyakan kartu kredit pastikan mereka pulang tidak dengan tangan kosong. Agar ini terwujud nasabah harus diyakinkan bahwa dengan kartu kredit ini keinginan nasabah dapat terpenuhi dengan mudah tanpa perlu repot.

Artikel Terkait :  Strategi Marketing Bank

Cara Lain Marketing Kartu Kredit (Online)

Seiring dengan berkembangnya zaman, pelayanan tidak hanya terbatas pada layanan fisik tapi juga layanan non-fisik seperti pelayanan melalui internet. Pelayanan online ini juga dapat diterapkan dalam pemasaran kartu kredit.

Perbedaan antara Marketing Kartu Kredit Online dengan yang biasa adalah melalui cara pengajuannya. Dimana dalam online nasabah dapat langsung mengajukan pembuatan kartu kredit melalui internet.

Selain itu kemudahan akses kartu kredit lebih diungulkan terutama dalam marketing kartu kredit online. Pihak bank menyediakan layanan cepat mudah dan terjamin keamanannya dalam akses menuju kartu kredit online.

Sebagai contoh akan kita ambil sampel dari 3 bank yaitu bank Mandiri, bank BCA dan bank Mega. Dari tiga bank ini akan kita bahas kelebihan dan kekurangan kartu kredit yang mereka pasarkan.

Yang pertama bank Mandiri, bank Mandiri menyediakan 11 tipe kartu kredit berdasarkan fungsinya dan ke-exclusive-an nya, dan masing – masing kartu ini memliki kekurangan dan kelebihannya sendiri – sendiri.

1. Platinum Card
Kartu ini termasuk dalam kartu eksklusif yang disediakan bank Mandiri bagi nasabah nya. Hanya nasabah tertentu yang dapat memiliki kartu kredit jenis ini. Hal ini dikarenakan tanggung jawab yang diterima nasabah tidak lah ringan.

Kelebihan Platinum Card adalah tidak dikenakannya biaya anual bagi pemilik kartu. Selain itu kartu dapat digunakan untuk fasilitas traveling sekaligus asuransi selam traveling. Ditambah dengan previlage diberbagai tempat.

Kekurangan kartu ini adalah keterbatasan kepemilikan kartu bagi nasabah. Sehingga tidak semua nasabah dapat memiliki kartu ini. Kemudian membership fee kartu utama yang cukup mahal dibanding jenis kartu yang lain.

2. Feng Shui Card
Masih dalam kategori eksklusif kartu ini di khususkan bagi nasabah yang percaya dengan feng shui terutama dalam hal keberuntungan. Dengan memiliki kartu ini nasabah akan lebih banyak mendapatkan keberuntungan.

Kelebihan Feng Shui card adalah konsepnya yang kreatif dan menarik, dimana desain kartu disesuaikan dengan fengshui pemilikinya seperti api tanah air dan lain sebagainya.

Yang menjadi kekurangan kartu ini ialah fungsi dan harga yang tidak jauh berbeda dengan platinum card. Sehingga hampir tidak ada beda dengan kartu platinum card. Yang berbeda hanya bagian desain nya saja.

3. Golf Card
Dari namanya kartu ini sudah mengkhususkan diri pada nasabah yang memiliki hobi bermain golf. Kemudahan yang disediakan terutama dalam golf menjadi nilai lebih bagi kartu ini.

Kelebihan Golf card adalah kemudahan nasabah untuk mengurus serta mengikuti berbagai event golf yang diselenggarakan bank Mandiri. Selain itu promo dengan hal yang berkaitan dengan golf juga banyak.

Kekurangan nya hanya dari sempitnya penggunaan kartu kredit yang hanya sebatas keperluan bermain golf. Biaya dan bunga nya pun sama dengan dua kartu sebelumnya.

Artikel Terkait : Manajemen K3

4. Skyz Card
Kartu ini khusus bagi nasabah yang senang ber-traveling. Banyak keuntungan yang diberikan bagi nasabah selama melakukan traveling. Mulai dari berbagai asuransi hingga nilai tukar kurs yang terbaik.

Kelebihan kartu ini adalah berbagai asuransi dan juga double fiestapoint setiap penggunaan mata uang asing yang tidak ada dalam kartu kredi diatas. Selain itu nilai tukar kurs yang terbaik memudahkan nasabah bertransaksi di luar negeri.

Kekurangan nya adalah persyaratan yang bisa dibilang cukup banyak. Namun diluar itu kartu ini memang sangat cocok bagi nasabah yang senang berpergian kemanapun.

5. Everyday card
Kartu ini memiliki banyak kemudahan bagi nasabahnya. Karena konsep nya yang digunakan setiap hari kartu ini dapat didesain sesuai kepribadian nasbah, dan desain dapat dipilih dari 12 desain yang disediakan.

Kelebihan kartu ini adalah karena ia memiliki bunga cicilan ringan dibandingkan jenis kartu yang lain dan juga kemudahan untuk mendapatkan poin dalam mandiri fiestapoint.

6. Gold & SIlver Card
Kartu ini adalah kartu kredit yang paling umum digunakan oleh nasabah. Banyak fitur yang disediakan untuk penggunaan sehari – hari namun dengan biaya dan bunga yang tidak terlalu besar.

Kelebihan kartu ini adalah sistem power bill dimana berbagai tagihan transaksi setiap bulan tertulis pada satu kertas tagihan saja. Sehingga nasabah akan lebih mudah memperhitungkan penggunaan kartu kredit.

7. Hypermart Card
Kartu ini sangat cocok bagi nasabah yang senang berbelanja ke hypermart terutama ibu – ibu. Karena banyak diskon dan promosi yang diberikan bagi pengguna kartu ini.

Kelebihan kartu ini adalah berbagai special price dan promo untuk memudahkan nasabah berbelanja. Selain itu proses berbelanja yang cepat karena dibantu dengan fitur contactless.

Kekurangan kartu hypermart terletak pada kurang meluasnya tempat perbelanjaan yang dapat memanfaatkan pelayanan ini. Padahal belum tentu nasabah selalu berbelanja di hypermart.

8. Corporate Card
Kartu ini ditargetkan kepada pegawai dari perusahaan yang telah bekerja sama dengan bank mandiri.
Kelebihan kartu ini adalah pihak perusahaan dapat memantau penggunaan kartu kredit pegaiwainya selama masa perjalanan bisnis. Selain itu kartu ini memberikan fasilitas selama perjalanan tersebut.

Kekurangan kartu ini karena jarang sekali digunakan secara umum oleh masyarakat. Kekurangan yang lain adalah transaksi diluar kebutuhan perjalanan bisnis tidak dianjurkan terutama karena di pantau oleh perusahaan.

Artikel Terkait : Manajemen POAC

9. IBI Card
Bagi member dari Ikatan Bankir Indonesia kartu ini sangat bagus untuk mereka. Karena kelebihan yang diberikan selama menjadi member IBI dan pengguna kartu ini akan bertambah.
Kelebihannya member yang memiliki kartu IBI akan mendapatkan biaya gratis membership dan juga kemudahan pembayaran iuran tahunan IBI.

10. World Elite
Kartu ini adalah kartu kredit tingkatan tertinggi yang diterbitkan oleh Bank Mandiri, kartu ini eksklusif diperuntukkan untuk nasabah Private Banking Bank Mandiri Prioritas (nasabah dengan Fund Under Management ≥ Rp 20 Milyar)

Karena kartu ini sangat eksklusif persyaratan yang diberikan pun cukup rumit dan banyak. Belum lagi biaya yang bisa dibilang hanya untuk kalangan atas karena persyaratan minimal adalah 20 Milyar.

11. Signature Card
Kartu ini adalah  kartu kredit yang diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan travelling dan shopping upper class segmen (segmen di atas Mandiri Platinum).

Kelebihan kartu ini adalah fasilitas high class yang diberikan selama melakukan transaksi. Ditambah lagi triple fiestapoint yang diberikan menambah kemudahan nasabah  untuk mendapatkan bonus dari bank.

Kekurangannya karena hanya untuk upper class tentu syarat dan biaya yang harus dikeluarkan cukup banyak dibanding 9 kartu kredit lain yang juga ditawarkan.

Dengan diterapkannya strategi ini bank akan mendapakan keuntungan dan kepercayaan dari nasabah. Nah demikianlah strategi marketing kartu kredit baik secara online ataupun offline. Semoga dapat bermanfaat sekian dan terima kasih.

Cari Artikel di Sini


5 Strategi Marketing Kartu Kredit | Admin | 4.5
%d bloggers like this: