Inilah Caranya Manajemen Pemeliharaan Ternak Unggas

Manajemen ternak unggas – Pengertian manajemen ternak unggas adalah cara untuk mengelola ternak terutama ternak unggas agar dapat memberikan hasil panen yang maksimal.

Dalam ternak kita juga perlu menggunakan manajemen yang bak, agar menacapai hasil yang maksimal serta menggunakan modal secara efiseien. Dengan menggunakan modal efiesien ini kita dapat menghemat pengeluaran serta mendapat profit yang maksimal.

Seperti yang dikutip dari prafitdhin-achmad.blogspot.com, dalam sebuah peternakan unggas terdapat 3 unsur pokok yaitu bibit, pakan serta manajemen. Dengan perosentase 20% bibit, 30% pakan, dan yang paling besar adalah manajemen sebesar 50%.

1.Bibit

Kita harus dapat memilih bibit dengan baik ataupun yang berasal dari pabrik yang punya standar pengendalian mutu yang baik. Sebelum mendapatkan bibit, pabrik telah menyeleksi parent stock.

Parent stock harus bagus secara performansnya, sehat, tidak terdapt kecacatan pada bibit, serta hal yang lainnya.

Untuk ayam broiler punya siklus produksi telus, yaitu umur 1-4 minggu untuk periode breeding, 5-25 minggu disebut growing serta 26-64 minggu disebut laying. Sedangkan untuk ayam layer, punya siklus produksi yang lebih cepat yaitu 19 minggu telah bertelur.

Pada umur 26 minngu ayam parent stock telah bertelur, kan tetapi telur perlu disortir kembali untuk menentukan layak tidaknya untuk ditetaskan. Biasanya telur tetas akan dipisahkan dari telur young flock (telur dari indukan muda).

Artikel Lain : Apa itu Manajemen Biaya?

Hal ini perlu dilakukan agar bibit yang dihasilkan berkualitas. Yang selanjutnya telur dikirinm pada hatchery untuk ditetaskan. Setelah 21 hari dimesin pemetasan (DOC) siap dikirim pada pemesan atau mitra.

Manajemen ternak unggas

4 hal

2.Pakan dan minum

Pakan ini diberikan sesuai denga tingkatan umur. Terdapat tiga jenis pakan yaitu starter, grower, serta layer. Untuk ayam broiler ada dua jenis yaitu starter serta finisher. Sedsngkan untuk ayam broiler parent stock ada tiga jenis pakan tersbut.

Pakan starter mengandung protein 21-23%, grower 19-21% dan layer 18%. Sehingga pakan perlu diperhatikan sesuai dengan umur ayam.

3.Manajemen

Hal ini perlu dilakukan agar pengeluran minimum serta mendapat keuntungan maksimal. Selain bibit serta pakan ada faktor yang penting yaitu kesehatan ternak kandang serat sumber daya manusia.

Kesehatan unggas merupakn faktor pokok, kerana dengan tingkat produktivitas tinggi ungas akan mudah stress. Yang mana mengakibatkan daya ttahan terhadap penyakit menurun dan akhirnya ungas mudah terserang penyakit.

Langkah awal untuk ayam broiler agar tidak mudah terserang penyakit dengan menggunakan biosekuriti. Hal itu dilakukan pada lingkungan farm, seperti segara mungkin mengeluarkan bankai ayam dari kandang, pakain serta sepatu karyawan dan lainnya.

Yang perlu dilakukan lagi adalah vaksinasi, hal ini perlu dilakukan agar menambah kekebalan tubuh unggas. Vaksinasi sendiri dapat dilakukan denagn metode spray, wings web, intramuscular, sub cotunous, tetes mata, tetes hidung serta tetes mulut.

Artikel Lain : 10 Prinsip dalam Manajemen Keuangan

Akan tetapi bila ayam telah terjangkit penyakit maka dapat dilakukan pengobatan, akan tetpi lebih baik mencegah daripada mengobati. Benarkan? Treatment juga merupakan salah satu perhatian khusus bagi pabrik, hal ini dilakukan pada yam parent stock.

Pada umumnya dilakukan dengan pemberian pakan, tujuannya agar memperoleh bobot yang seragam dari ayam. Yang perlu diperhatikan lagi adalah kandang, karena model kandang ini menetukan sirkulasi udara didalam kandang serta jumlah amoniak yang menguap.

Nah demikia penjelasan tentang manajemen pemeliharaan ternak unggas, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih telah membaca artikel kami, dan sampai jumpa pada artikel yang selanjutnya.


Cari Artikel di Sini


Leave a Reply

*

%d bloggers like this: