Konsep Sederhana Manajemen Syariah dalam Islam

Manajemen Islam – Pengertian manajemen syariah adalah suatu pengelolaan untuk mencapai hasil optimal yang bermuara pada pencarian ridho Allah. Dengen demikian maka setiap langkah yang diambil didasarkan pada aturan-aturan Allah.

Boleh dikatakan saat ini lembaga-lembaga yang berbasis syariah sedang naik daun. Ini dibuktikan dengan perkembangan yang dialami oleh bank syariah yang berkembang sangat pesatnya baik didalam maupun luar negeri.

Seperti dikutip dari manajemenislam.wordpress.com, dalam hal ini akan dipaparkan mengenai manajemen syariah. Karena bila kita lihat manajemen syariah ini tidak kalah pentingnya dengan manajemen yang lainnya.

manajemen islam

Islam mengajarkan untuk saling memebantu (image : bengkelpemikiran.wordpress.com)

Manajemen syariah merupakan suatu pengelolaan untuk mencapai hasil optimal yang bermuara pada pencarian ridho Allah. Dengen demikian maka setiap langkah yang diambil didasarkan pada aturan-aturan Allah.

Maka dapat dikatan isi dari manajemen syariah adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu manajemen konvensional. Namun telah diwarnai dengan aturan Al-Quran, Hadist serta beberapa contoh yang telah dilakukan para sahabat.

Bila diihat dari pengertiannya maka dapat dikatakan bahwa ruang lingkup dari manajemen syariah sangatlah luas, yang mana dapat berupa pemasaran, produksi, mutu, keuangan, sda, sdm, dan sebagainya.

Bahkan manajemen qalbu (MQ) yang dikembangkan oleh Aa’ Gim dapat dikatakan serumpun dengan manejemen syariah ini. Dalam hal ini kita hanya akan membahas dalam bidang ekonomi serta pemerintah yang berhubungan dengan pemasaran, keuangan, sdm, mutu, sda, serta peraturan pemerintah.

Pasti setiap orang tahu bahwa pinsip ekonomi pada umumnya serta manajemen pada khususnya untuk mencapai hasil yang maksimum dengan kerja minimum. Prinsp konvensional ini berkembang pesat dibarat.

Sebenarnya Islam tidak menentang prinsip ini bahkan dapat dikatan mendorong prinsip ini. Tapi manajemen syariah hanya menambahkan rambu-rambu pada manajemen konvensional agar tidak hanya memperoleh hasil dunia tapi juga diimbangi dengan hasil akhirat.

Dengan rambu-rambu tersebut agar pelaku ekonomi mempunyai sebuah batasan agar dalam menjalankan rodae perekonomiannya tidak merugikan orang lain. Nah untuk lebih paham lagi tentang manajemen syariah kita perlu tahu pandangan Islam tentang dasar sistem ekonomi.

Manajamen Syariah Menurut Al-quran

Didalam Al-Quran dijelaskan bahwa harta adalah salah satu objek untuk menguji ketaqwaan dari seseorang. Harta juga dapat membawa bencana bagi seseorang di akhirat nanti bila tak dapat memanfaatkannya dengan benar.

Dalam Islam terdapat dua pandangan tentang melihat harta, sebagai suatu hak ataupun kepemilikan sesama manusia, Islam sangatlah mengharagai. Sedangkan dalam hubungan antar manusia terhadap tuhannya, manusia sebenarnya tak mempunyai hak sama sekali.

Bila kita lihat penjelasan diatas maka dalam manajemen syariah dititik beratkan pada bidang ekonomi tidak akan lepas dari kehati-hatian dalam menyikapi harta. Dengan kita menerapakan manajemen syariah secara penuh tidak akan membuat kita saling menindas sesama dalam menjalankan perekonomian.

Bila kita lihat sekarang ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis, hal ini juga diakibatkan karena kita kurang mempertimbangkan akhlak berekonomi. Selain mengikuti sistem manajemen liberal (konvensional), kita juga terkadang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kejujuran.

Manajemen Syariah dalam Ekonomi

Dengan adanya sistem manajemen syariah pada umumnya serta manajemen syariah pada khususnya diharapkan untuk memberi rambu-rambu yang belum diketahui oleh pelaku ekonomi. Dengan rambu-rambu ini dapat mensejahterakan segala lapisan masyarakat.

Kita ambil contoh manajemen syariah dalam jual beli. Dikatan dalam rambu-rambu itu bahwa orang kota tidak boleh mencegat serta memborong dagangan yang dimaksudkan agar orang desa tidak mengetahui harga pasar yang sebenarnya.

Dalam Islam juga tak boleh mematok harga sehingga pasar tak dapat mengikut hukum “permintaan serta penyedian”. Nah untuk mendorong kegigihan berusaha, dalam manajemen syariah terdapat dorongan yang mengatakan baha “ dibalik kesulitan pastilah ada kemudahan”.

Dengan contoh kecil tersebut dapat menunjkkan ada sistem yang gigih serta berpihak pada mereka yang sering dirugikan untuk menuju suatu sistem pasar bebas.

Dengan dikenalnya rambu-rambu tadi diharapkan adanya gema kegigihan, kejujuran, pemerataan, serta perlindungan pada mereka yang lemah akan mewarnai perekonomian serta pemerintahan di Indonesia tercinta ini.

Demikianlah penjelasan tentang manajemen Islam, semoga dengan penjelasan tersebut kita menjadi paham tentang arti pentingnya manajemen Islam. Terima kasih telah membaca artikel kami, dan sampai jumpa pada artikel yang lainnya.

Cari Artikel di Sini


Konsep Sederhana Manajemen Syariah dalam Islam | Admin | 4.5
%d bloggers like this: