Pengertian Manajemen Persediaan, Jenis dan Tujuannya

Manajemen Persediaan – Pengertian manajemen persediaan adalah kegiatan untuk menjaga jumlah optimum dari barang yang dimiliki.

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai manajemen produksi, yang menjelaskan bagaimana memanajemen proses produksi barang. Dalam prosesnya ada elemen penting yang menjadi kunci produksi yaitu bahan baku.

Dan ternyata, bahan baku juga memiliki cara memanajemen tersendiri yang sering disebut manajemen persedian. Nah manajemen persediaan ini tidak hanya mengelola bahan baku, tetapi juga keseluruhan barang yang ada di perusahaan. Misalnya seperti barang suplai, barang proses, barang jadi, dan barang dagangan.

Supaya lebih jelas, pada artikel kali ini kita akan kupas tuntas mengenai apa itu manajemen persediaan. Mulai dari pengertian hingga keuntungan yang diberikan manajemen persediaan. Jadi selamat membaca.

Artikel Lain : Pengertian Konsultan Manajemen serta Pentingnya dalam Perusahaan

Manajemen Persediaan

Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan atau Inventory Management merupakan salah satu bagian dalam manajemen operasional dan manajemen produksi. Dalam businessdictionary.com disebutkan bahwa manajemen persediaan adalah kegiatan untuk menjaga jumlah optimum dari barang yang dimiliki.

Secara keseluruhan proses produksi merupakan proses yang dinamais terutama pada pergerakan barangnya. Karena itu diperlukan pengelolaan yang baik terhadap barang tersebut agar tidak mengganggu proses produksi. Nah pengelolaan inilah yang dimaksud dengan manajemen persediaan.

Jenis-Jenis Manajemen Pengelolaan

Berdasarkan jenis barang yang dikelola, manajemen persediaan ini terbagi menjadi lima jenis. Pertama barang mentah atau bahan baku. Manajemen persediaan harus mampu memastikan jumlah bahan baku yang ada mampu mecukupi kebutuhan produksi.

Artikel Lain : 4 Peluang Usaha Sampingan Berdasar Hobi Menjanjikan

Barang yang kedua adalah barang proses atau barang setengah jadi. Biasanya barang ini digunakan untuk didisribusikan ke pabrik lain untuk dilanjutkan menjadi barang jadi. Manajemen persediaan akan menentukan seberapa banyak barang yang diperlukan untuk di distribusi agar bisa memenuhi permintaan.

Selanjutnya adalah barang jadi atau finishing goods. Manajemen persediaan akan mengatur jumlah yang tersedia, kemana akan didistribusikan, dan berapa jumlahnya. Tidak lain tidak bukan agar mampu mendapatkan jumlah produk optimal agar keuntungan maksimal.

Barang keempat yang juga harus dikelola adalah barang suplai. Manajer harus mengelola barang yang menjadi persediaan baik yang akan digunakan untuk produksi atau tidak. Barang yang terakhir adalah barang dagangan. Barang ini harus jelas jumlah nya dan dimana saja akan didistribusikan.

Artikel Lain : 11 Pengguna Informasi Akuntansi

Sedangkan berdasarkan permintaan, manajemen persediaan mengelola barang yang terbagi menjadi dua. Persediaan barang jadi yang tergantung pada permintaan pasar (independent demand inventory). Kemudian persediaan barang setengah jadi dan bahan mentah yang ditentukan oleh tuntutan proses produksi dan bukan pada keinginan pasar (dependent demand inventory).

Namun manajemen persediaan tidak hanya mengelola barang-barang tersebut inventori lain seperti suku cadang, barang cacat dan memo selama barang tersebut tercatat dalam daftar inventori.

Tujuan Manajemen Persediaan

Proses manajemen pasti memerlukan biaya apalagi yang dikelola adalah barang yang memerlukan perhatian khusus. Barang-barang seperti makanan yang bisa basi atau barang pecah belah memerlukan penangan yang cepat dan biaya perawatan yang lumayan.

Artikel Lain : Pengertian Konsultan Manajemen serta Pentingnya dalam Perusahaan

Nah dari hal tersebut tujuan utama manajemen persediaan adalah memaksimalkan barang persediaan dengan biaya yang minimal. Selain itu ada banyak tujuan lain yang bisa kita manfaatkan melalui manajemen persediaan berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Memastikan adanya persediaan melalui safety stock
  2. Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian
  3. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.
  4. Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan
  5. Menyesuaikan dengan jadwal produksi
  6. Menghilangkan atau mengurangi resiko kenaikan harga
  7. Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman
  8. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
  9. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount
  10. Komitmen terhadap pelanggan.

Artikel Lain : Cara Simple Tweet Massal Di Banyak Akun Twitter Lewat Tweetdeck

Pertimbangan Biaya Manajemen Persediaan

Dari yang dikutip pada website ademeyliana.blogspot.co.id, terdapat tujuh pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan pada proses manajemen persediaan. Diantaranya adalah

  1. Item Cost (biaya per unit)
  2. Ordering Cost (biaya penyiapan pemesanan), meliputi
    – Purchasing Order (biaya pembuatan perintah pembelian)
    – Biaya pengiriman pemesanan
    – Biaya transportasi
    Receiving Cost (biaya penerimaan)
    – Jika diproduksi sendiri maka akan ada set up cost atau biaya penyiapan seperti pada surat menyurat dan biaya untuk menyiapkan perlengkapan dan peralatan.
  3. Carrying cost Biaya pengelolaan persediaan
  4. Cost of capital Biaya yang dinyatakan dan dihitung sebesar peluang yang hilang apabila nilai persediaan digunakan untuk investasi.
  5. Cost of storage atau Biaya yang meliputi biaya gudang, asuransi, dan pajak. Biaya ini berubah sesuai dengan nilai persediaan.
  6. Cost of obsolescence, deterioration and loss atau Biaya resiko kerusakan dan kehilangan.
  7. Stockout cost atau Biaya akibat kehabisan persediaan.

Artikel Lain : Cara Upload Foto dan Video ke Instagram Lewat PC

Pendekatan Manajemen Persediaan

Untuk melakukan manajemen persediaan ada tiga pendekatan yang bisa kita lakukan, diantaranya economic order quantity, periodic review, dan material requirement planning. Berikut ini penjelasan singkatnya :

Economic Order Quantity (EOQ)

Economic order quantity adalah jumlah pemesanan yang paling ekonomis, yaitu jumlah pembelian barang yang dapat meminimumkan jumlah biaya pemeliharaan barang di gudang dan biaya pemesanan setiap tahun.

Periodic Review

Dalam pendekatan ini yang dilakukan adalah pemesanan barang dengan interval waktu sama. Artinya pemesanan barang sudah terjadwal secara rutin sehingga biaya yang disiapkan bisa diperkirakan.

Artikel Lain : Langkah-Langkah Manajemen Berbasis Sekolah Beserta Definisinya

Material Requirement Planning (MRP)

Dalam MRP, pembelian barang yang dibutuhkan direncanakan untuk membuat produk yang terdiri dari beberapa komponen, atau dikenal dengan system assembling. Tujuannya adalah untuk menjamin tersedianya material, item, komponen dalam produksi, serta produk jadi. Tujuan kedua adalah untuk menjaga tingkat persediaan seminim mungkin, serta untuk merencanakan aktivitas pengiriman, penjadwalan, dan pembelian material.

Nah itulah tadi sedikit tentang manajemen persediaan. Dengan manajeme kita bisa mengelola persediaan sebaik mungkin walaupun hanya dengan biaya yang minimum. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat, saya ucapkan terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Cari Artikel di Sini


Pengertian Manajemen Persediaan, Jenis dan Tujuannya | Admin | 4.5
%d bloggers like this: