Bagaimana Manajemen Nyeri dalam Persalinan?

Manajemen Nyeri Persalinan – Pengertian manajemen nyeri persalinan adalah upaya untuk mengelola nyeri yang dirasakan saat persalinan sehingga nyeri tersebut tidak berdampak terlalu buruk bagi ibu.

Pasti kita telah pernah merasakan namanya nyeri. Kita dapat mendefinisikan nyeri sebagai pengalaman sensori dan emosional yang mana tidak menyenangkan dari kerusakan jaringan yang aktual maupun potensial.

Nyeri juga biasanya datang bersamaan dengan penyakit lain. Disini akan lebih spesifik membahas tentang manajemen nyeri yang terjadi pada saat persalinan.

Sesuai dengan kutipan dari lpkeperawatan.blogspot.co.id, nyeri dalam persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi serta penipisan serviks dan juga penurunan janin selama persalinan.

Nyeri tersebut diawali dengan dengan kontraksi rahim, yang mana biasanya sudah terjadi pada minggu ke-30 kehamilam (Braxton hcks). Hal ini terjadi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron akan tetapi sifatnya tak teratur, tidak nyeri serta kekuatan kontraksinya sebesar 5 mmHG.

Biasanya nyeri pada saat persalinan diakibatkan oleh rangsanagan noiseptor dalam adneksa, uterus serta ligamen pelvis. Bonica serta MCDonald (1995) ada faktor yang mendukung hal tersebut, yaitu:

  1. Terjadinya pergangan otot polos telah ditunjukkan menjadi rangsang pada nyeri viseral.
  2. Intetnsitas dari rasa nyeri ini dikaitkan dengan terbentuknya tekanan intrauterin yang menambah dilatasi struktur tersebut.
  3. Ketika serviks dilatasi cepat pada wanita yang tidak melahirkan , mereka mengalami yeri serupa dengan yang dirasakan selama kontraksi uterus.
manajemen nyeri persalinan

seorang dokter sedang melakukan pemijatan kepada ibu hamil (image : google)

Terdapat empat tahap dalam nyeri, yaitu:

1.Transduksi

Merupakan proses dimana suatu stimuli nyeridirubah menjadi suatu aktifitas listrik yang akan diterima ujung-ujung saraf. Nah stimuli ini dapat berupa fisik, suhu ataupun kimia.

2.Transmisi

Merupakan proses penyampaian impuls nyeri dari nosiseptor saraf perifer melewati kornu dorsalis, dari spinalis menuju korteks serebri.

3.Modulasi

Yaitu proses pengendalian internal oleh saraf, yang dapat meningkatkan ataupun mengurangi penerusan impuls nyeri.

Adapun dalam klasifikasi nyeri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu

1.Klasifikasi secara umum:

  • Nyeri akut, nah nyeri ini bersifat mendadak, durasi sngkat. Yang mana biasanya berhubungan dengan kecemasan.
  • Nyeri kronik, nyeri ini berkebalikan dengan yang tadi, nyeri ini bersifat dalam, tumpul, sering diikuti dengan berbagai macam gangguan. Dan juga biasanya dimulai secara lambat dan akan terus meningkat secara perlahan secara permenit.

2.Klasifikasi nyeri secara spesifik, terdiri dari

  • Nyeri somatik serta nyeri viseral, yang mana nyeri ini bersumber dari kulit serta jaringan dibawah kulit, yaitu otot serta tulang.
  • Nyeri menjalar, yang mna biasanya tidak diketahui secara fisik, dan timbul akibat psikososial.

Adapun beberapa manajemen dalam nyeri ini, yaitu:

1.Massagge

Merupakan tindakan penekanan otot tangan pada jaringan lunak, biasanya pada otot tendon ataupun tendon, tanpa adanya pergesaran posisi sendi guna menurunkan nyeri, dan menghasilkan realaksasi dan meningkatkan sirkulasi. Adapun metode massage ini:

  • Metode Effluerage
  • Metode deep back massage
  • Metode firm counter pressure
  • Abdominal lifting

2.Relaksasi

Merupakan membebaskan pikiran serta beban dari ketegangan yang dengan sengaja diupayakan serta dipraktekkannya. Adapun manfaat dari relaksasi ini adalah:

  • Menyimpan energi dan mengurangi kelelahan
  • Menenangkan pikiran dan mengurangi stres
  • Mengurangi rasa nyeri

Nah itu merupakan toeri tentang manajemen nyeri persalinan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. terimakasih telah menbaca artikel kami, samapi jumpa pada artikel selanjutnya.

Cari Artikel di Sini



Leave a Reply

*

%d bloggers like this: