4 Cara Pengelolaan Manajemen Laboratorium Efektif!

Manajemen Laboratorium – Pengertian manajemen laboratorium adalah kegiatan menggerakkan sekelompok orang, keuangan, peralatan, fasilitas, serta segala objek fisik lainya dengan efektif serta efisien agar mencapai tujuan ataupun sasaran tertentu yang diharapkan secara optimal.

Pasti sudah kenal dengan namanya laboratorium. Laboratorium merupaakna bagian integral dari bidang akademik, sehingga dalam manajemen laboartorium memerlukan perencanaan seiring dengan perencanaan akademik.

Laboratorium mempunyai peranan yang amat besar dalam penentuan mutu pendidikan karena laboratoriumlah yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang membanggakan, yang mana tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya.

Sehingga dalam perguruan tinggi yang bermutu, laboratorium menjadi bagian yang sangat dikedepankan.

Dikutip dari uphem128.wordpress.com, Manual Prosedur Pengelolaan Laboratorium merupakan serangkaian tindakan yang mana harus dilakukan oleh pengelola laboratorium agar dapat menjamin mutu dari laboratorium bisa dilaksanakan dengan baik.

Tindakan tersebut dapat meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta penyempurnaan laboratorium. Prosedur pengelolaan laboratorium merupakan semua langkah yang harus dilakukan oleh pengelola laboratorium agar laboratorium yang dikelolanya bermutu bagus.

Manajemen Laboratorium

Manajemen Laboratorium (Gambar : www.bnl.gov)

Langkah-langkahnya meliputi, perncanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta penyempurnaan (P4).

Pengelolaan laboratorium merupakan kegiatan menggerakkan sekelompok orang, keuangan, peralatan, fasilitas, serta segala objek fisik lainya dengan efektif serta efisien agar mencapai tujuan ataupun sasaran tertentu yang diharapkan secara optimal.

Untuk pengelolaan laboratorium secara umum dapat meliputi aspek :

1.Perencanaan, merupakan pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang semua kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, sdm, tenaga, serta dana yang dibutuhkan agar mencapai tujuan yang telah ditentukan.

2.Penataan alat serta bahan, merupakan suatu proses pengaturan alat ataupun bahan di laboratorium agar tertata dengan baik dan bila membutuhkannya kita dapat mencarinya dengan mudah.

3.Pengadministrasian laboratorium, adalah suatu proses pencatatan ataupun investarisasi fasilitas serta aktifitas laboratorium. Dengan pengadministrasian yang tepat maka semua fasilitas serta aktifitas laboratorium dapat teroganisi dengan sistmatis.

4.Pengamanan, perawatan, serta pengawasan.

Di manajemen laboratorium, dalam hal ini berkaitan dengan manajemen mutu, harus kita desain agar sealu memperbaiki efektifitas serta efisiensi kerjanya, disamping harus mempertimbangkan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan dalam laboratorium.

Beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam manajemennya adalah sumber daya manusia, saran dan prasarana dan juga penggunaan labolatorium.

Dalam pengunaan laboratorium baik digunakan untuk praktikum ataupun penelitian harus menyerahkan jadwal pennguanannya terlebih dahulu, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penggunaan laboratorium.

Selain itu kita juga harus menggunakan peralatan laboratorium saat menggunakan laboratorium, seperti jas, masker, serta sarung tangan (bila diperlukan) dan juga mengikuti semua prosedur peminjaman alat serta permintaan bahan yang berlaku.

Secara umum laboratorium mempunyai fungsi diantaranya :

1.Tempat dilakukannya percobaan. Alat-alat laboratorium serta bahan-bahan praktikum tidaklah mungkin diletakkan dlam kelas maka dari itu percobaan dilakukan di dalam laboratoriu.

2.Tempat penunjang kegiatan kelas. Dengan adanya kegiatan pembelajaran di laboratorium ini, maka siswa / mahasiswa dapat mengamati gajala-gejala yang terjadi pada percobaan secara langsung, bukan hanya belajar menurut teori yang ada saja.

3.Sebagai tempat display atau pemeran. Laboratorium juga bisa dipergunakan sebagai tempat pameran atau display dari hasil-hasil percobaan /penelitian yang telah kita lakukan. Sehingga dapat memotivasi untuk penelitian ataupun percobaam yang lebih baik lagi.

4.Tempat koleksi sejumlah spesies langka. Dengan adanya koleksi ini memudahkan kita dalam melakukan pengamatan terhadap beberapa spesies yang sulit untuk ditemukan.

5.Sebagai museum mini. Hasil dari penelitian serta sejumlah spesies langka dpaat kita kumpulkan serta diklasifikasikan, sehingga laboratorium dapat kita gunakan sebagai museum mini.

Dalam pembelajaran di laboratorium mempunyai tujuan tertentu bagi siswa ataupun mahasiswa , diantaranya:

1.Teliti dalam melakuakn pengamatan serta cermat dalam melakukan pencatatan pada saat pengamatan.

2.Dapat menafsirkan hasil dari percobaan agar dapat memperoleh penemuan serta dapat memecahkan masalah.

3.Mampu untuk membuat rencana dan melaksanakan percobaan.

4.Terampil dalam menggunakan alat-alat laboratorium.

5.Tumbuh sikap positif terhadap kegiatan praktikum.

Nah itu penjelasan mengenai manajemen laboratorium, semoga dengan penjelasan tersebut menambah wawasan kita menganai manajemen laboratorium.

Cari Artikel di Sini


4 Cara Pengelolaan Manajemen Laboratorium Efektif! | Admin | 4.5
%d bloggers like this: